bukber hari ke-6
tak adanya “undangan” (aku kapan nih ngundangnya ha ha) buka bersama hari ini, aku buka bersama di pabrik. menyenangkan, ternyata sangat banyak yang menunggui suara adzan itu di sini.
ngabuburit di kantor, masih seperti hari hari sebelum puasa. Sebagian besar main game mot gp, sebagian lain mendengarkan lagu, selebihnya masih tetap bekerja atau chatting.
para opisboi yang baik, sepagian mereka telah membersihkan meja, mengepel lantai, mengelap kaca, menyediakan minum air putih, memfotokopikan keperluan pribadi. namun aku tak ingat untuk sekedar menghapal namanya.
mungkin karena memang tak pernah dikenalkan oleh hrd. dan aku menduga para opisboi yang berseragam biru biru itu juga akan enggan memperkenalkan dirinya. karena mereka mungkin merasa orang asing.
ya, di pabrik tempatku bekerja, opisboinya mengambil dari sebuah yayasan yang kantornya di lebak bulus. dari bisik-bisik yang kudengar sangat lemah, gaji mereka di dari pabrik ini di potong sekian persen oleh yayasan yang menyalurkanya. sepanjang ia bekerja, tak ada batasnya.
tak ada fasilitas asuransi kesehatan, dan tunjangan tunjangan. sama sekali. pantas saja agus, nama dari salah satu opisboi isterinya sakit dan harus membawanya berobat, ia kelimpungan. dan selalu saja datang orang baik pada saat yang tepat, salah satu orang di pabrik mempunyai ide mengedarkan amplop coklat.
bebaslah beban agus saat itu. dan dengan takzim ia mengucapkan terimakasih banyak. seolah ia mempunyai beban moral, ia begitu baiknya padaku. padahal aku mungkin satu-satunya orang sepabrik yang tak ikut menyelipkan recehan ke amplop.
sore ini ia tampak mendorong "lori" yang isinya bertumpuk tajil dan kolak yang berada dalam gelas plastik. nyam nyam nyam... tak jil tahun ini lebih mewah dibanding tahun kemarin.
segelas plastik kolak pisang, dan sekotak snack yang isinya 3 macam kudapan plus dua biji cabe hijau. kudapan ini tak sama dengan yang kemarin. dan akan terus berbeda sampai hari puasa habis. senangnya saat merasa kecapan pertama, manis.
namun manis itu tak dirasakan oleh agus. di lebaran ini, ia tak mendapatkan thr. sehingga tak ada harapan untuk berbelanja lebih. (mudah-mudahan ia mendapatkan dari tempat lain)

