hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyMay 12, 2008 7:10 pm

mari membongkar kepingan ingatan waktu pertama kalinya mengenal internet. aku yakin sebagian besar kita berselancar untuk memenuhi hasrat purba yang derunya tak pernah surut itu: menyaksikan gambar-gambar telanjang.

perempuan berjilbab ini mengaku terus terang, dulunya juga begitu. saat itu dia masih mahasiswi baru. bersama teman sekostnya ia pergi ke warnet. dan di situlah peristiwa itu terjadi. 

namun tak lama, ia mual meliat tubuh-tubuh polos yang close up itu. andai sekarang kau bertanya langsung kepadanya, ia akan menjawab tegas, "tak ngefek lagi.  sudah imun kali ya", dia menambahkan.

alasan lain, aktivitas kesehariannya yang super sibuk. selain bekerja di staff s3 di almamaternya, ia mengambil short course di presenter school. di tempat lain ia juga sedang belajar menulis.

hasilnya, silakan menikmati di banyak blognya. evolia , myrealsolitude dan mentaree . tak lama lagi akan terbit bukunya yang pertama: kumpulan dongeng anak. bukan dongeng biasa yang klise. menurutnya dongeng-dongeng itulah yang ia dengarkan dari bapaknya sewaktu kecil. 

unai, yang suka mencetak cake namun tak bisa memasak ini menyapa dunia sewaktu ibunya berlibur. kelahirannya yang “tak direncanakan” itu memaksa orang tuanya memperpanjang liburan lebih lama, 40 hari.

dari ambarawa tempat neneknya itu, unai kecil telah mencecap perjalanan jauh pertama kalinya ke rumahnya di prabumulih. kota kecil yang jaraknya 90 km dari palembang.

dari kampung inilah ia bertumbuh menjadi seperti sekarang ini. masa bocahnya badungnya keterlaluan. betapa tidak, ia sangat gemas melihat anak ayam yang masih imut, menarik-narik lehernya sampai putus.

di sekolah, ada beberapa gurunya yang menjadi korban ulat bulu yang ditaruhnya di meja kerja. menyeramkan memang. namun sekarang ia mengaku menyesal kalau mengingat itu semua.

terlalu berjebah kenangan masa bocah yang ia simpan, terutama suasana prabumulih waktu itu yang masih asri. perempuan yang suka membaca ini memerikan secara detail. mirip dengan apa yang di ceritakan ayu utami dalam novelnya yang dahsyat, saman.

di sekitar rumahnya banyak perkebunan kelapa sawit. di setiap depan rumah penghuni kompleks pertamina itu ditanam pohon angsana. suasana teduh, apalagi ada kolam  ikan di belakang rumah ia bisa menghabiskan waktu dengan memancing seharian.

atau ia akan memanjat pohon dan berumah di atasnya. dengan temannya yang kebanyakan laki-laki ia suka rujakan atau tidur siang di dalamnya. 

selain suka membaca sastra, ia juga senang membaca buku sejarah. ini mungkin berkaitan dengan pekerjaanya dulu yang sebagai tour leader. meski menyatakan bayarannya kecil namun ia merasa fun bisa jalan-jalan gratis dan bertemu dengan orang-orang baru.

dan aktifitas itu berlanjut sampai sekarang. sebagai blogger yang ingin sekali menjadi wartawan ini, ia cukup popular. ia senang kopdaran, bahkan sejak komunitasnya, cahandong belum lahir.

terhadap blog ia punya petuah, jangan menilai orang dari template blognya. juga dari postingannya. kesimpulan ini ia dapatkan sejak ngeblog pertama kalinya tahun 2003

ada alasan yang mendasarinya memang. namun ia lebih suka menyimpannya sendiri. obsesi perempuan yang disapa bunda di komunitas cah andong ini cuman satu: berjumpa dengan simbok venus

blogger lain 

dailyMay 8, 2008 8:30 am

mungkin kau sudah sering melihat di channel national geographic seekor antelop yang tertatih belajar berjalan, namun dari rimbunan semak, cheetah menerkam lalu mencabiknya. induknya hanya bisa menguik menatap dari kejauhan.

tak lama lagi aku juga akan mengalami. perpisahan yang tak diharapkan, perpisahan yang dipaksakan. hanya karena lemah dan tak ada pilihan lain yang orang-orang menyebutnya sebagai proses alam.

membincangkannya mungkin tabu. tapi aku tetap harus mempersiapkan sebaik-baiknya. bukan dengan membeli kain mori sepanjang tujuh meter atau menggali liang kubur yang dindingnya dilapisi marmer dan mengisinya pasir.

pagi seperti ini, dia biasa duduk di teras menghadapi segelas teh manis dan beberapa sisir pisang rebus, klepon atau semangkok bubur yang isinya hanya beberapa sendok.  

sengaja dia memilih menghadap ke timur karena ia ingin berjemur. namun sebenarnya ia ingin melihat sesekali orang yang lewat. raut mukanya tampak senang ketika ada yang menyapa dan tersenyum kepadanya.

beruntung kalau ada yang menghampiri, semangatnya menyala kembali. bicaranya berapi menceritakan kejayaan masa mudanya tanpa henti.  usia yang menggerogotinya memaksa lawan bicaranya untuk selalu mengulang apa yang disampaikan lebih keras sampai putus asa.

satu-satunya cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mengambil buku dan spidol, menuliskannya besar-besar dan menyodorkan kepadanya. baru dia mengangguk-anggukkan kepalanya.

rutinitas itu telah ia lakukan setahun belakangan ini. kanker prostat yang memaksanya hanya bisa berada di sekeliling rumah. selalu sendirian karena semua anaknya pergi. hanya sesekali menengoknya.

ya hanya menengok saja. berbincang sebentar dan ditinggal pergi lagi. tak lebih akrab dan intim di banding berjumpa teman lama sd dulu. aku tak tahu kenapa bisa begitu.

aku telat, baru menyadari setelah aku pergi.  seorang ayah kadang memang tak pernah mengatakan bagaimana menghadapi hidup.  namun ia membiarkan ku melihat sendiri apa yang dia telah lakukan.

sayang aku tak bisa melambatkan laju gerak matahari.  dan sampai sekarang pun aku tak tahu bagaimana memperlakukannya untuk mengisi sisa waktunya. kecuali mengingat, jumat paing besok adalah hari kelahirannya.

dailyMay 6, 2008 7:28 pm

cool, calm and confident, ini bukan iklan rokok yang sekarang tak beredar lagi. namun bisa mewakili sosok yang semua blogger telah mengetahui multi bakatnya. sebagai alumnus teknik elektro yang pintar mendesain web, fasih bicara politik, piawai menulis dan hobi kuliner.

Karena terlalu luas range pengetahuan yang tersimpan di kepalanya, mari kita membicarakan tentang apa saja ketakbisaanya. menurutnya ia tak memahami musik. "aku buta 100% terhadap musik", katanya.

maksudnya bukan tak tahu. kalau desainer web dan menulis, ia merasa mempunyai skill, namun soal musik ia murni sebagai pendengar saja. semua jenis musik ia bisa nikmati. dari operanya puccini sampai r & b. apalagi musik klasik dan jazz. alasannya, keduanya  tak  kebanyakan "noise". saling melengkapi dan tak mengganggu.

satu nasehatnya,  musik klasik itu harus dinikmati dari awal sampe akhir.

namun ia tak suka mozart. ia  lebih nyaman mendengarkan meditation del thais-nya massenet atau corcovado-nya jobim. dan favoritnya adalah boleronya ravel. bukan tanpa alasan, pertama kali mengenal komposisi itu dari guru musiknya. musisi tua, botak, yahudi yang tampangnya mirip jeffrey katzenberg . namanya thomas.

pada saat itu ia kebagian alat musik perkusi. analisa laki-laki yang dipanggil momon ini, gurunya sangat paham dia bukanlah calon musisi berbakat. ia dipercaya "hanya" memegang alat musik yang paling tak terdengar, perkusi.

sebelumnya, sewaktu masih di sekolah dasar ia sempat belajar gamelan. pada waktu itu dia kebagian alat musik gender. kecewa, mungkin saja. namun diam-diam ia ingin menjadi dalang wayang kulit. ia sempat mengumpulkan wayang kulit kecil-kecil untuk dipentaskan.

sampai sekarang ia masih fasih menceritakan tokoh-tokoh pewayangan. menyukai arjuna, meski tanpa punya alasan tertentu. kenapa wayang pelan-pelan di tinggalkan, karena dalang terlalu mengikuti pakem. 

"aku melihat sebenernya wayang kulit bisa berkembang. caranya harus dirombak pakemnya. tak lagi mengikuti pakem yang 3 jam pertama harus begini, 3 jam kedua harus begini dan seterusnya".

dia menambahkan, "menurutku kesenian itu harus terus menerus dirusak". soalnya kalau tidak, dia akan stuck mentok dan basi”.  

kesenian sering bercerita tentang norma-norma yang berlaku di masyarakat. ketika aku tanya apakah mau juga akan merusak norma, ia yang trauma dengan polisi berseragam itu menjawab antusias, “sangat tertarik.

rencana pertamanya adalah mengubah kebiasaan melepas sepatu ketika bertamu. ia juga menyatakan, tangan kiri itu lebih cocok untuk memegang makanan. karena lebih private. berbeda dengan tangan kanan yang justru menyentuh ratusan tangan-tangan lain, yang kita tak pernah tahu telah memegang apa saja.

berbincang dengan momon itu menyenangkan. laki-laki yang mengaku mempunyai skill motorik lemah yang mengakibatkan ia sering jatuh ketika naik sepeda itu sangat sensitive dengan hal yang menurut orang lain remeh. dari ekspresi, pilihan kata yang diucapkan, ia akan segera tahu seberapa klise teman bicara yang dihadapinya.

“seharusnya pertanyaan ramah tamah ketika bertemu orang bisa lebih kreatif. juga ketika berkomentar. coba saja tanya, si p itu orangnya gimana? pasti jawabannya selalu baik, lucu, pintar. basa basi yang klise bukan?

masih banyak contoh lain yang ia temui di kesehariannya. namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut. takut ada yang tersinggung. misalnya ketika berhadapan dengan kebiasaan yang harus menghormati orang yang lebih tua, siapa pun itu, ia memilih gerakan menjauh. “kalau itu impactnya sangat serius nantinya, jawabnya.

mungkin itu salah satu alasan kenapa ia bisa menikmati hidupnya di jogja. menurutnya hidup itu cuma ruang tunggu yang banyak hiburannya.

blogger lain 

dailyMay 5, 2008 6:57 am

pagi subuh laki-laki itu sudah meluncur ke pabrik dari rumahnya di pinggiran selatan jakarta. mengendarai mobil yang belum lunas cicilannya ia bersaing dengan laju jarum pendek jam yang finishnya di angka 8.

tiap hari, bulan dan tahun. nyaris seluruh hidupnya berada di tengah-tengah pekerjaan.

dia tak sendirian. sebagian besar urbanis mengalami. bekerja sepanjang hari dan malam untuk memenuhi parameter-parameter kebahagiaan sebagai simbol orang modern yang sukses.  

yang paling berperan dalam hal ini adalah media. dengan kekuatannya yang membombardir tanpa henti, menyusup sampai ke otak kanan dan menggiring mereka mengikuti apa yang dihembuskanya untuk mempunyai lebih dari satu mobil, semakin sering nongkrong di starbuck, dan menambah koleksi jam tangan mahalnya.

manusia hidup di atas bangunan opini. sebuah pendapat jika sudah di terima banyak orang, makin lama dianggap sebagai kebenaran. (1) padahal fakta yang sebenarnya mereka bekerja 16 jam sehari, dan yang di dapat hanyalah satu hari lebih tua dan makin banyak hutang. (2)

makin panjang saldo yang ia punya, makin dia merasa miskin. untuk memenuhi hasratnya, bahkan dengan sengaja memakai cara yang penuh keculasan dan kemarahan. bohong untuk hal-hal yang remeh temeh. dan sesekali mengeluh dan memaki baik hanya dalam hati, status di ym, postingan atau bahkan secara langsung.

laki-laki itu tampaknya salah dalam memahahami soal kebahagiaan. dianggapnya dengan menumpuk kekayaannya dia bisa membuat hidupnya bahagia dan nyaman. uang memang bisa membeli kesenangan inderawi tapi bukan kebahagiaan. dia bisa saja membeli ranjang mewah, namun tak bisa membeli rasa nyenyak.

padahal sejak dia bisa mendengar, suara-suara dari langit terus berbisik, ketika di toilet atau tempat pelacuran. "pandanglah burung-burung di langit yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung namun diberikan makan oleh tuhan." (3)

ketika sampai di kota ini, banyak buku-buku suci yang menuliskan, "dan berapa banyak binatang yang tidak dapat mengurus rezekinya sendiri.  tuhanlah yang memberi rizki kepadanya dan kepadamu…(4)

suara-suara itu sama, melarang untuk tak perlu  khawatir, tak terlalu terikat pada kepemilikan. karena kebahagiaan itu tidak datang dari luar diri. kebahagiaan itu mindset yang bisa diciptakan sejak dari pikiran.

"apa yang dilihat itulah yang dirasakan. apa yang dirasakan itulah yang dipikirkan. apa yang dipikirkan itulah yang diinginkan. dan apa yang diinginkan itulah yang dilakukan."

pada satu titik tertentu, seharusnya bisa mentukan kapan telah merasa cukup. dengan merasa berkecukupan, kita akan semakin sedikit mengalami kekhawatiran. bukankah semakin tak punya apa-apa semakin tak merasa kehilangan?.

laki-laki menarik nafas, dalam. ia paham namun tak punya kekuatan untuk melawan. harapnya, ia ingin bisa menguasai dunia dan seluruh isinya. sampai ia menemukan tulisan penyair jerman, rainer maria rilke (1872-1926) : apabila kehidupan sehari-hari terasa miskin, jangan kau keluhkan. namun sesalilah dirimu karena tak cukup tabah untuk menggali kekayaanya.

(1) makna kematian, achmad chodjim
(2) be happy, sri dhammananda
(3) alkitab perjanjian baru , matius 6
(4) qs 29:60