hidup yang singkat, mari kita rayakan
cerita, fiksiApril 23, 2008 8:16 am

masih ingatkah suasana nyaman yang masih bisa kau jangkau? ketika pertama kali melacur? sewaktu kau baru saja menerima approval bajet yang sudah kau mark up 500 persen atau …?

bukan. andai kau menanyakannya kepadaku, aku akan menjawab yakin: ketika pingsan.

pingsan itu seratus kali lebih enak  dari orgasme.  seribu kali lebih nyaman di banding tidur pulas kecapekan di sebuah cottage sehabis  setengah hari berenang di pantai anyer. aku sudah mengalaminya. saat itu kelas satu esde.

pada pagi yang masih berembun, entah kenapa aku tiba-tiba merasakan seperti mengantuk, tapi bukan. aku sadar penuh.  aku masih bisa melihat simbokku panik. dia langsung menelentangkan dan menelanjangiku. salah satu dari orang yang ikut  merubung mengerik dadaku.

namun aku tak merasakan sakit. tubuhku seolah seringan kapas. yang paling indah, ada perasaan damai. Saat itu belum ada selintas pikiran apakah inilah awal proses sebuah kematian.

semalam saya ingin mengulang momen itu. namun gagal. malam itu aku hanya bisa sampai pada tahap kepala berat, benda-benda tampak berpusing. perut serasa  ada mesin pemotong rumput yang bergerak di dalamnya.

terpaksa ke kamar mandi sepuluh kali dengan berjalan seperti anak satu tahun yang merayap berpegangan tembok.

menunggu pagi serasa menanti kenaikan gaji yang seratus persen. satu-satunya yang bisa aku lakukan dengan enggan adalah minum air putih bergelas-gelas. memakai sweater, celana panjang dan berkaos kaki. lalu meringkuk memeluk guling dan ke kamar mandi lagi.

aku tahu, perutku hanya berisi air, namun aku mengalah, mempersilakan mual-mual menguasaiku.  semua bebauan makanan menjadi asing. aku membuka payung dan  melangkah ke jalan depan, mencari bakpao isi kacang ijo. 

bentuk yang bulat dan putih, mengingatkanku pada seseorang perempuan.

cerita, fiksiApril 17, 2008 12:14 pm

mati alami sampai usia di atas 53 tahun itu klise. hidup berakhir karena   kanker getah bening dan rumah sakit kelimpungan tak bisa mengusir virus liar dari tubuh,  itu basi. masuk jurang sebab telat menginjak rem karena berbotol kahlua atau martel  sehabis dugem jumat malam, itu jamak. 

namun semua itu mempunyai kesamaan, kau mengakhiri hidup bukan karena keinginanmu sendiri.

mulai hari ini, seriuslah memikir ulang dirimu. mungkin ini agak telat, tapi tak apa. sebenarnya masalah ini sudah semestinya dipikirkan sejak kau berumur 17 tahun. ya saat kau tak lagi bocah lucu namun masih suka memainkan boneka barbie atau mobil-mobilan dari jepang. dan kau belum dewasa, belum ada beban. menurut orang-orang usia 17 adalah usia dimana saatnya kau pergi ke pasar  berbelanja pengalaman untuk di sortir, di ramu sehingga kau akan bisa mencipta masa depanmu yang gilang.

masa depan yang sangat diinginkan orang tuamu. juga orang-orang di sekitarmu. untuk sampai ke sana, kau harus memenuhi banyak syarat. tentu kau sedikit-sedikit juga sudah tahu, ciri-ciri orang yang sukses bukan?

sepakat?  kau sudah memahami siapa dirimu. karena memang hanya kamu yang paling tahu apa yang kau inginkan.  kau menganggap masa depan itu hanyalah asumsi salah yang terus menerus dihembuskan sampai orang merasa itu bahwa itu benar. padahal kau diam-diam mulai mengakui masa depan itu ilusi. masa depan itu adalah hari ini.   masa depan itu hanya untuk mereka yang pengecut. dari hari ke hari makin banyak menumpuk ketakutan. dan kau akan memanggulnya kemana-mana, kapan pun.

lihatlah orang-orang yang terus menerus mempersiapkan masa depan yang jelas-jelas tak tahu kapan pastinya datang.

tentu saja kau akan memperoleh respon negatif. dari teman dekatmu, keluarga, komunitas bahkan orang-orang seblogsphere. kau akan di cap agak kurang waras. tak penting benar andai semua orang mengucilkanmu, asal pacarmu tidak.  aku menduga akan ada sekelompok orang yang  sok sangat peduli pada orang lain sampai-sampai menghalalkan darahmu.

sekarang ini kau adalah pekerja di salah satu kompani paling pintar mengumpulkan duit. berada di divisi marketing, kau bisa saja di telepon jam 2 dini hari dari client yang menyuruh untuk menurunkan pengumuman tentang matinya salah satu channel tipi kabel. karena menkominfo memutuskan mengijinkan siaran lagi. tentu saja kau seperti kambing congek yang di cocok hidungnya. “ini service,  juga untuk membina hubungan baik dengan klient. selalu itu alasan untuk menekan anak buahmu. dan diam-diam anak buahmu menggerutu, kau ini kacung agency atau marketing?

agar tampak professional, tak pernah kau lupa memakai kemeja lengan panjang yang ada mansetnya. image itu sangat perlu. sekali-sekali kau membawa tiga atau empat hape sekaligus. dasi juga masih berpengaruh tentu saja. tak sewarna baju tak apa, yang sepuluh ribu tiga pun jadilah.

kau di puja oleh pemilik pabrik. di segani teman, target terpenuhi. kau rayakan keberhasilanmu itu di kedai-kedai kopi. nongkrong. malam ini di starbuck berbincang   strategi bagaimana cara mengganti isi otak konsumen,  produk yang kau jual itu paling baik. besoknya di bakul kopi, cerita-cerita tempat spa yang paling sintal cewek-ceweknya. malam berikutnya di café ohlala sarinah, sekedar melihat para pasangan gay yang pelukan mesra.

dan kau akan sampai di tempat kost sebelum jam 3 pagi, akan ada miting jam sembilannya. tidur 4 jam cukup, margaret techaer juga melakukanya dan dia sehat-sehat saja.

kau merasa ada yang aneh, tapi tak tahu apa itu.

kau temukan kamar yang senyap. kasur, bantal dan guling yang selalu di posisi sama. kotak tipi 15 inci warna hitam dan seekor cicak yang memelototi di atas kepalamu. dan tiba-tiba merasa andai kau tak ada pun, tipi, bantal, guling dan cicak pun akan tetap di sana. kehadiranmu tak mengubah apapun.

di pabrik, apalagi! tanpa kau seorang, semua akan berjalan lancer jaya seolah tak ada apa-apa.   di luar banyak orang sepertimu yang akan dengan cepat di rekrut pabrik. pemilik pabrik mungkin merasa agak kehilangan, sedikit saja shock  namun hanya beberapa detik. menit berikutnya, kau menjadi masa lalunya.

pelacur-pelacur di tempat tempat spa “red orchid” pun tak akan  mencari-cari tahu kenapa kau lama tak berkunjung kesana. ada lelaki perut buncit yang memberi tips sepuluh kali lipat dibanding tips yang pernah kau berikan.

mungkin hanya tukang kopi di pinggir jalan yang kau tolong ketika sepeda ontelnya ambruk, sehingga dua termosnya pecah berantakan yang menanyakanmu. sekali saja. karena kau sudah sering ngobrol dengannya.

menikah mungkin cara terbaik untuk merayakan kesendirian. kau tampak seperti bertobat. tiba-tiba semua hal kau hubungkan dengan tuhan, termasuk kau menikah dengan perempuan sodoran pak ustad. keluargamu bahagia dengan kehadiran dua bocah lucu.

meski kau sebagai kepala keluarga, isterimu pun juga bekerja. andai kau tak ada, kepergianmu akan mengejutkan tentu saja. namun hanya sebentar. karena anak dan isterimu akan tetap bisa makan seperti biasa, sekolah dan bergosip tentang artis yang yang diraba-rapa payudaranya oleh penggemarnya.

atau bisa jadi kepergianmu justru dinantikan, karena istermu akan mendapatkan warisan rumah dan segala biaya pendidikan anak terjamin dan bisa mencari suami baru.

kau tentu menolak berpisah secara paksa dengan mereka semua bukan? lebih baik kau memutuskan untuk meninggalkan mereka dengan rela. bersiap-siaplah karena kau bisa menentukan sendiri kapan waktu yang tepat itu.

caranya, harus dengan seni.  bukan dengan minum arsenic yang tak berasa dan tak berbau itu. kau akan langsung mati tanpa ada kemungkinan kau hidup lagi. itu kurang heroik.

namun  juga jangan mencari perhatian terlalu menyolok dengan memanjat tower setinggi 110 meter. itu cara kampungan, tidak intelek dan biasanya dilakukan oleh cowok yang di tolak pacarnya. itu hanya membuktikan kau lemah, dan mencari simpati, mengemis cinta kepada kekasih.

ada cara yang lebih elegan, intelek dan memberikan inspirasi kepada orang-orang. pertama, kau harus seolah-olah punya masalah yang tidak dapat di selesaikan. ( saya sebenarnya ragu untuk mengatakan ini. masalah apa yang tak bisa di selesaikan? sampai saat ini, saya kira belum pernah ada kasus yang tak bisa diselesaikan. piknik ke bulan atau mars saja kau bisa. kau bisa bercinta dengan cowok dan cewek sekaligus pun bisa.

dan kau mulai menulis diblog. kau bercerita hal –hal yang menurut orang lain muram dan menyedihkan. padahal itu menurutmu itu adalah hal remeh temeh, tak penting-penting amat. kau bikinlah scenario sedang putus cinta, kau telah gagal menjadi kepala keluarga yang baik misalnya.

kurang tragis?  kau seolah di permalukan serendah tanah, tak ada harga diri lagi. kau korupsi bermilyar-milyar padahal kau bersorban dan mengisi kuliah subuh tiap hari. dan ada beberapa anak-anak laki-laki yang kau sodomi.

kepada psikiater, berbohonglah.  semakin kau menceritakan banyak khayalanmu, dia akan kesulitan mendiagnosa. namun dia tak berani mencap kau sebenarnya sudah gila. paling-paling dia bisa memberikan obat penenang, karena mereka beralasan kau berhalusinasi. minumlah pil-pil itu melebihi dosis. namun di siinilah titik krusial itu.  lebihkanlah sedikit saja agar kau bisa diselamatkan. andai terlalu banyak sedikit saja dosis yang kau telan kau tak akan bisa di selamatkan. artinya usahamu akan sia-sia. kau mati tanpa memberikan makna apa-apa kepada banyak orang.

andai kau sukses pada tahap ini, kau akan mendapatkan simpati, terkenal. ada juga sih temanmu yang secara diam-diam mengutuk, mencap sebagai manusia lemah yang lari dari kenyataan dan punya iman setipis selendang. namun tipuanmu berhasil, sukses meski tak ada satu pun orang yang mengakui.

dan saatnya kau melakukan eksekusi.

jni hal yang biasa saja, sebuah permainan yang cukup berbeda.  hidup itu hanyalah ruang tunggu yang banyak hiburannya. selama ini kau telah mendesain banyak web, membual dari satu kantor ke klien lain, nonton, ngopi dan sesekali membaca novel buruk yang kita tak pernah tahu seperti apa endingnya.

mirip dengan semua itu, hanya diperlukan sedikit keberanian dan keyakinan, kita tak akan pernah tahu apa yang akan terjadi. seperti keyakinan nabi ibrahim yang menyembelih anaknya, ismail.
 
sayang  sekali, kau tak bisa menceritakan kembali apa yang kau alami. tak ada jalan menuntaskan kepenasaran itu selain mengikuti caramu.

cerita, fiksiApril 9, 2008 3:06 pm

dua hari ini, tiap sore kau duduk dengan kaki kanan menekuk membentuk segitiga menghadap ke barat. gerak matamu mengikuti arah kepulan asap yang menaik, menyebar pelan lalu menghilang.

sesekali tangan kananmu bersandar di atas lutut, menutup bekas luka yang sedikit menyembul agak kehitaman. bekas luka ketika kau berusaha memeluk sosok yang sangat kau kenal. dan kau baru sadar, sosok itu hanya ada dalam anganmu.

kau mengedikkan puntung rokokmu, dilanjutkan menyesap capucino yang kau aliri air gula nyaris sepertiganya. "aku ingin manis ini bisa menggantikan waktu itu. tak apa sebentar saja, atau bahkan sia-sia".

"tak ada lagi bedanya."

kau telah membuat keputusan besar, di warung kopi yang nyaris tak ada pengunjung yang datang ini. (karena sebelum datang harus reservasi minimal dua hari). di ruangan itu, kau nampak seperti ikan koi yang terjebak di aquarium, sendiri.

namun kau tak menyesal. bahkan kau mengusir si empunya warung yang mencoba mengawali pembicaraan basa-basi. jangankan orang asing yang baru saja  kau temui, teman-teman lama pun kau mencoba hindari. kau hapus nama-nama id di yahoo messanger, nomer telepon di hape, alamat email, friendster, dan facebook.

"aku tak nyaman mendengar mereka lagi", alasanmu. bahkan di blog pun, kau tak mengijinkan seorangpun memberi sepucuk komentar. meski diam-diam kau membuat blog baru dan tetap memencet tuts yang basah, karena tetes air mata yang tak sempat kau seka.

untuk menyempurnakan yang kau sebut kenikmatan itu, kau putar nocturnonya elegance of pachelbell berulang kali. kau menunggu malam, waktu kau bisa berlama-lama menatap bulan. sayang malam ini bulan tampak hanya tersamar.

cerita, fiksiApril 4, 2008 11:57 am

baiklah, akan aku ceritakan ruang rahasia penyimpan makian dan fitnah yang kini nyaris membludak. andai orang-orang sanggup memiliki hati seluas danau, aku hanya mempunyai sedalam septitank belakang rumah.
 
akankah aku akan menyimpannya di kepalan tangan atau ujung lidah paling depan? namun diperlukan berapa banyak, agar kepalan tangan itu tak meluncur ke mulut busuknya?

pertanyaan itu diam-diam mengeram di tempurung kepalaku. sore jam 17 yang hectic, hari jumat, deadline yang berbarengan dari dua project yang berbeda memaksaku terus memelototi layar monitor.

ting.., sebuah pesan masuk via ym, seorang supervisor dari divisi lain. tanpa pemanasan, ia memberondong makian yang tak putus. lho ini kenapa kok marah-marah tanpa kompromi, salah room kah dia?

bukan. dia baru saja mendapat laporan dari partnernya yang mengatakan ukuran desain yang dikerjakan salah. saya paham, partner dia itu salah. padahal laki-laki itu tak pernah tahu, karena belum ngecek apalagi  berkomentar sepatah kata pun.

tentu saja aku melabrak, menanyakan kenapa bikin ulah lagi? dengan tak kalah sengit ia menuliskannya begini : 

"lah…tadi ditanya kan…bener gak ukuran bannernya. kata sisssssi salah. gimana sih".

"kata sisssssi, bukan kata aku kan?

aku tak habis pikir, kenapa tak bisa membedakan antara aku dengan sisssi. apakah ia juga akan salah orang ketika bercinta dengan pasangannya

lalu ia melanjutkan, "lah pan situ yg ngukur… ??

"gak. aku gak bilang ukuran salah"

"ooo..ya maap deh…" jawabnya enteng

penyelesaian yang sangat sederhana dan mudah. namun andai di lakukan berulang, masihkah permintaan maaf itu bermakna?

dulu bahkan lebih parah, membunuh karakterku menjadi monster jahat yang mata duitan.  tentu kalian sudah bisa menebak apa motivasi si partner itu mengumbar fitnah di depan  petinggi pabrik sewaktu mengatakan, aku tak mau menyelesaikan pekerjaan, jika tak ada uang tambahan.

awalnya, tentu saja aku plonga-plongo sewaktu di konfirmasi  atasan.

(*layak di lanjut ga ya ceritanya? :)

ceritaSeptember 27, 2006 8:46 am

dim sumpagi buta itu, jam weker yang sudah diset berdering=dering. aku tergagap, tanganku gerayangan menjangkau jam. tit, aku membunuh bunyi itu tanpa berpikir. kepala masih terasa berat, mata berkeriyap lalu menutup perlahan. aku melangkah ke atas awan.

makan sahur kali ini terlewat lagi.

esoknya, kuminta tolong teman untuk menelepon tepat jam 03.00. maklum tak ada tetangga kostnya yang berpuasa. atau jangan-jangan mereka acuh abis. aku tak ingin berprasangka lagi.

berbeda dengan ketika berpuasa di kampuang dulu kala. setiap waktu sahur, remaja-remaja berkeliling memanggil-manggil dengan kentongan kecil. alat dari bambu itu diberi dua lubang sepanjang ruasnya. mereka memukul-mukul dengan cara tertentu sehingga menimbulkan ritme yang teratur.

orang-orang tak akan bangun kesiangan. ketika bunyi itu tak mampu membangunkan salah satu keluarga, mereka akan mendatangi rumah yang belum terasa ada kegiatan itu. barangkali peghuninya hanya kecapekan atau ada masalah lain. begitu akrab dan terbukanya orang-orang di kampungku waktu itu.

beda dengan di metropolitan yang banyak polutan ini kan?

hari ketiga puasa tahun ini, aku belum sekali pun makan sahur. memang kalau hanya untuk sekedar urusan perut, sahur bukanlah hal yang begitu penting. karena aku sudah sering kali berada dalam kondisi "kelaparan".

di tempat kerja pun tak ada rasa malas, ngantuk atau rasa lain yang disebabkan perut kosong. hanya berangkat lebih pagi agar tak haus dan pulang lebih cepat untuk berbuka di kost. benar-benar tak ada perbedaan, kecuali jam kerja yang dimajukan.

salah satu teman menyarani untuk bersahur. dengan makan di pagi buta itu, suasana puasa akan sangat terasa. otomatis kita akan lebih mempersiapkan otak dan hati untuk tetap "bersih". benarkah?

aku googling, menemukan sebuah  hadis yang menuliskan: "sesungguhnya makan sahur adalah barakah yang Allah berikan kepada kalian, maka janganlah kalian tinggalkan’" [Hadits Riwayat Nasa’i 4/145 dan Ahmad 5/270).

pada saat jam itu, Tuhan akan meliputi orang-orang yang sahur dengan ampunan-Nya, memenuhi mereka dengan rahmat-Nya. dan malaikat  berdo’a kepada Tuhan agar mema’afkan mereka.

asyik nian rupanya. mudah-mudahan besok pagi aku bisa bersahur, walau hanya seteguk aqua, sebiji apel atau sebungkus permen kopiko. mudah sekali sebenarnya untuk masuk surga. :)