konon orang yang susah tertawa lebih mudah di hipnotis/santet daripada yang lebih humoris.
sore itu sengaja saya mencomot buku kartunya benny & mice yang judulnya 100 ‘tokoh’ yang mewarnai jakarta. dan ini kali pertamanya saya dengan kesadaran penuh membeli buku komik komedi.
buku terbitan gramedia setebal 157 halaman itu tak berhasil membuat saya tertawa ngakak. bahkan untuk sekali saja. namun saya cukup bisa tersenyum (sedikit) pada tokoh nenek-nenek pengajian (hal 75)
menurutku lucu melihat visual nenek tua yang memakai kaca mata tebal, tangan kanannya membawa nasi kotak dan tangan kiri menjinjing tas yang di beri penjelasan “tas gucci palsu tentunya, bertekstur kulit tapi kalep…….. "
selera humor saya memang aneh. dan ini diakui oleh teman saya aldie. masih ingat adegan kemben melorot di tipi pada acara komedi? saya bisa ngakak terbahak-bahak. ulahku itu langsung mendapat semprotan dari aldie yang dia merasa prihatin, kasihan kepada taffana dewi karena di tonton orang banyak.
saya tak bisa menjelaskan kenapa bersikap seperti itu.
benny dan mice di buku terbarunya ini menghadirkan perilaku sosok-sosok keseharian masyarakat jakarta dan mengkritisinya. dari emak di kampung sampai aktivis lsm. dari psk warung remang-remang sampai nenek pengajian. termasuk orang nigeria yang berkeliaran di kebon kacang.
di buku itu disertakan juga bonus poster dan kuis yang hadiahnya seri lagak jakarta berikutnya: gila bola. di tunggu sampai 31 april.
novel ini mirip autobiography. plotnya linear, maju terus. penulisnya, pak muhammad sobary yang kolomnis itu memulai kisahnya di sebuah stasiun.
kabar baik bagi kalian yang ditekan pekerjaan terus, suka marah dan misuh, tak pernah mau di ajak nongkrong dan kopdaran. agar mood jelek itu hilang ada kok resepnya: makan.