hidup yang singkat, mari kita rayakan
bhiApril 12, 2008 3:00 pm

keberadaannya di jakarta ini berawal dari bau busuk. sewaktu meninggalkan kampungnya pasar turi surabaya usianya sekitar sebelas atau tiga belas tahun.

baginya itu tak penting. bukankah umur hanyalah hitungan manusia yang tak harus diperhatikan?

dengan menumpang truk yang mengangkut sapi, ia duduk, nyempil di antara himpitan dua tubuh besar, para pedagang yang bersedia memberi tumpangan.

tak ada pelukan atau lambaian perpisahan. tak ada juga kerabat yang mengantar kepergiannya. apalagi upacara ritual doa selamatan.  tekadnya sudah dibulatkan, pergi untuk melupakan.

saat itu tahun 1966.

siapa pun yang datang ke bundaran hotel indonesia, tentu akan menjumpai perempuan itu, ibu-ibu berperawakan pendek agak gendut bercelana balon warna khaki.

dialah pengunjung bunderan hotel indonesia yang selalu datang mengabaikan hari. seminggu, tujuh malam dia akan selalu menemani orang-orang yang nongkong di pinggiran plasa indonesia itu.

ketidakdatangannya akan mengacaukan equilibrium bhi. tanpa perempuan itu, kopdaran bhi tiap jumat malam itu ibarat naik halilintar* yang listriknya tiba-tiba mati.

kepadanya jangan pernah menanyakan apa nama blognya, nama diri saja dia mengaku tak punya.

malam itu saya datang lebih awal. begitu ia melihat kelebat saya dia langsung bersalaman. genggamannya sangat kuat. mengingatkan pada lyndall diane meehan, orang yang kukenal sangat sebentar.

ia  langsung menyeduh minuman yang biasa aku pesan : energen putih. sambil mengaduk minuman di gelas aqua plastik itu ia menjawab, "nama apa, saya tiap malam di sini”. ia berusaha mengalihkan pembicaraan. pertanyaan saya mengusik kenangan masa silamnya.  rupanya ia masih trauma.

jumat malam adalah waktu paling keramat buatnya. ia harus semalaman menunggui para blogger yang kopdaran sampai bubar. andai sampi subuh pun.

rumah sewanya di belakang grand indonesia. rumah petak sempit yang berdampingan dengan para pemadat dan penyimeng. di gang rumahnya yang ia sewa 300 ribu sebulan itu ia sering mendapati laki-laki teler yang menghalangi jalannya.

kadang-kadang ia jengkel. kebiasaan buruk mereka itu mengancam anak laki-laki satu-satunya. “kalau mau aku bisa laporin ke polisi. tak tega juga, karena mereka itu tak pernah mengganggunya.

ia mengalah. terpaksa menyelamatkan anaknya ke riau. bekerja dengan pamannya di sebuah pabrik.

perpisahan itu menyisakan sewa rumah yang belum dibayar. namun ia beruntung punya simpanan. bukan di bank tentu saja. namun di dalam botol bekas minuman.  tiap hari ia  kumpulkan kepingan uang 500an.

dini hari itu, dari bunderan hotel indonesia, ia akan langsung ke pasar. belanja bahan-bahan gorengan untuk di jual siang. kira-kira jam enam pagi ia baru bisa merebahkan tubuhnya. sebentar saja, karena ia harus mempersiapkan dagangannya yang harus habis sampai jam 4.

selanjutnya ia akan ke bundaran hotel indonesia sampai dini hari lagi. besoknya lagi, lagi dan lagi.

sehingga ia sangat memahami suasana malam di pinggir kolam depan plasa indonesia yang lampunya akan mati tepat tengah malam. ia paham mana perempuan baik-baik, dan mana germo yang sedang merayu calon pelanggan. 

daily, bhiDecember 25, 2007 5:50 am

puisi-puisinya sangat kontemplatif dan "alus". jangan bayangkan penyair kita ini berpenampilan kumal, rambut acak-acakan, kurus dengan warna bibir menghitam karena tumpukan nikotin ketika menangkap ide-ide yang lewat berseliweran.

petang, perempuan langsing itu datang digandeng laki-laki berkulit gelap, pekat. (laki-laki ini sering datang ke bhi). kontras dengan blazer krem yang dipakainya. perjumpaan pertamaku di warung laksana untuk buka bersama.

tentang pilihan cowoknya yang hitam, ia berkomentar, saya suka banget yang hitam. manis. kayaknya "cowok banget" gitu. namun apakah puisi berikut di khususkan untuk pacarnya itu? entahlah .

ini aku kopipastekan puisinya yang dimuat di puisi.net. judulnya "dusta".

begitulah kau, awan, selalu dituding sebagai pelaku utama turunnya hujan. padahal matahari yang mengumpulkan tetes demi tetes dari bumi di perutmu.

maka awanlah aku.
dusta yang terhimpun itu darimu.

indahkan?

menurutnya, ia suka menulis kenangan-kenangan masa lampaunya. masa bocah, masa remaja maupun hari yang baru saja lewat. peristiwa yang terjadi di gedung feedex, pondok pinang, lantai (?) tempat ngantornya.

"puisi itu tempatku curhat, secara terselubung" katanya. meskipun aku yakin tak semua yang tertera di blognya pernah dialaminya secara riil. bisa jadi peristiwa imajiner, pengalaman virtualnya.

keturunan aceh yang besar di jakarta ini, rupanya telah terkontaminasi kultur jawa (timur) yang menolak blak-blakan. sehingga pada puisinya tak akan kita menemukan kata atau kalimar sevulgar penyair binhad nurohmat.

sampai sekarang tak mengidolakan seorang pun penyair macam joko pinurbo atau sutarji cholzum bahri. bukan sapardian, bukan pula chairil anwaris. ia lebih ngefans dengan ts pinang, hasan aspahani, pakcik ahmad dan inez dikara.

siapa mereka? sebelumnya saya juga tidak tahu.

mereka adalah para penyair yang sangat aktif di milis bunga matahari. di milis inilah perempuan yang suka belanja di “empire” blok m ini mengenal puisi. sempat mengikuti teori di kelas. namun menurutnya teori-teori itu malah terasa membelenggunya berkreasi.

ia lebih memilih keluar dan mengabaikan bahasan yang cukup njlimet itu. dan sekarang puisinya sudah bertebaran di situs puisi.net dan beberapa milis. selain milis bunga matahari, juga warung puisi dan apsas (apresiasi sastra).

apakah kau tak akan membukukan puisi-puisi itu?

"belum ada rencana. saya tak pernah bermimpi. namun biarlah mereka (puisi-puisi) itu berkembang biak di habitatnya."

milla, bisa jadi kelak akan di kenal sebagai penyair besar. meskipun sekarang ia masih menolak sebutan itu. ia lebih memilih sebagai penikmat sastra saja. selain puisi, ia juga membaca fiksi, namun tidak biogafi.

puisi-puisinya ditulisnya sangat cepat. biasa disela-sela mengerjakan mom di tempatnya bekerja. bisa juga sering berlama-lama menunda dan menundanya. karena belum menemukan kata yang tepat.

lalu seperti apa sih puisi yang bagus itu?

"yang sederhana, yang sudah matang, utuh. bisa juga kompleks namun langsung "nendang ke hati". 

puisi memang bisa saja jatuh dari langit, namun penyair tidak. begitulah. ia terus menulis, mengasah kepekaan dan meningkatkan tekniknya.  

bhiDecember 18, 2007 1:54 am

siapa yang tak kenal sosok blogger ini, pasti kurang gaul. keselebannya melegenda, setidaknya pada setiap ingatan para blogger yang pernah kopdaran atau berbincang dengannya.

pertama kali bertemu di citos, kopdaranku pertama yang dikomandoi simbok venus. namanya rudyanto atau lebih beken dipanggil sir mbilung merupakan pribadi ramah, terbuka, hangat dan menyenangkan. makanya ada yang dengan bisik-bisik rela menjadi isteri ketiganya ( ha ha ini becanda aja )  :) .

bisa jadi ini disebabka beliaunya yang terlalu lama "kelayaban" di rimba-rimba belantara asia? tentu saja bukan. profesinya sebagai peneliti burung, mengharuskannya menyusuri habitat burung-burung yang kian langka.

bersama beberapa peneliti seasia ia menerbitkan sebuah buku referensi yang berjudul threatened birds of asia . dia satu-satunya orang indonesia yang ikut menyusun spesies burung yang terancam punah. sebelumnya ada tiga temannya namun dua lainnya gugur dalam tugas.

sebegitu mengerikannya kah medannya? tidak. ia hanya harus berkeliling dari museum ke museum di eropa. burung-burung indonesia spesimennya banyak terdapat di inggris, belanda, italy, perancis dan jerman. karena pengumpulan specimen terbesar pada jaman kolonial.

"awalnya memang mengasyikan, namun lama-lama “gendheng” juga. sangat capek mas. seringnya pengelolaan museum itu sangat buruk.  harus bongkar-bongkar sendiri. ada yang salah dilabeli, ada yang salah tempat. dan indonesia termasuk itu".

setelah data-data di dapat, barulah ia melakukan pengamatan ke hutan untuk memverifikasi. “memang ada citra satelit tapi namanya hutan indonesia sangat cepat berubahnya. misalnya begini, ada burung yang sangat bergantung akan keberadaan hutan lha mau lihat statusnya gimana ya harus lihat hutannya  seberapa habis hutan tersebut.”

tidak main-main memang, untuk menyelesaikan buku referensi tersebut ia menghabiskan waktu selama tujuh tahun. “ya begitulah mas tujuh tahun menghamba kepada data.  lha wong maunya ndak boleh ada yang ketinggalan datanya, ia menjelaskan.

karena  itu ia harus rela sering meninggalkan keluarga tercintanya. isteri dan dua anaknya, ghilman dan adry. pernah ia selama setahun tak pernah bertemu sama sekali ketika berada di inggris. lalu saat berada di hutan terus kangen sama keluarga gimana? “ya ndlongop,  jawabnya sambil  tergelak. 

hidup nomaden dari satu kota ke kota berikutnya telah dilakukan  sejak kecil, mengikuti orang tuanya yang pegawai pertamina. mengaku tak nyaman selalu berpindah karena merasa tak mempunyai teman dekat.

namun karena itulah dia sampai sekarang menguasai banyak bahasa : jawa, sunda, palembang, dayak, banjar, tagalog dan tentu saja  inggris. dari beberapa negara yang pernah ia datangi, yang paling berkesan menurutnya adalah timor leste.

“saya suka alam dan orangnya ramah, terbuka dan  jujur. tapi jangan dibohongi. bisa ditebas kita. kalo negara-negara eropa ndak begitu menarik buat saya mungkin karena "sesuai harapan" , terangnya.

penyuka buku natural history dan traveling ini saat ini bekerja di sebuah ngo internasional yang  dikontrak oleh  the nature conservancy (tnc). dan berkantor di dkp, departemen kalautan itu.

terlibat dengan dunia perburungan sejak jaman kuliah. begini ia memulai ceritanya, “waktu itu tak ada yang belajar tentang burung.  "saya kan sukanya yang ndak ada ndak ada gitu. terus minta ke jurusan untuk diadakan.  dikasih, tapi dosennya harus cari sendiri”.

mahasiswa yang masuk jurusan itu hanya sembilan orang. ia melanjutkan, “ndak ada buku panduan lapangan untuk identifikasi burung yang dijual di indonesia. jadi kami urunan buat beli 1."

“kami sempat dikatai gendheng kurang kerjaan. namun terasanya baru pada  tahun-tahun akhir kuliah karena kami lantas diijon. belakangan banyak kantor penelitian, ngo, internasional yang mau buka kantor di indonesia. kami diijon sama mereka. kuliah dibayari, tapi kalu sudah lulus kerja sama mereka”.

"di perguruan tinggi sekarang ini, seperti di jurusan biologi atau fakultas kehutanan itu, kalo mau penelitian malah maunya yang "maju". penelitian genetik misalnya. padahal bukan itu yang sekarang diperlukan.  kita perlunya "hanya", kita ini punya apa, dan ada di mana. itu saja. berikutnya baru, berapa banyak."

andai ingin bertanya dunia perburungan, silakan menyampaikan kepadanya. dia sangat  memahami bermacam jenis burung, perilaku, habitat dan berapa jumlanya yang masih tersisa.

"sampe sekarang  yang ketahuan "baru" dua jenis burung yang punah. kuau jawa dan trulek jawa.  kemungkinan besar terus bertambah. kemarin sempat 1 tahun lebih mencari-cari trulek jawa di jawa timur, semua daerah yang ada catatan lamanya dikunjungi . habis sudah."

ia begitu mengkhawatirkan kepunahan spesies makhluk hidup. begini katanya, "kalo burung saja bisa amblas, apalagi makhluk-makhluk yang lebih kecil bisa jadi telah banyak yang punah. kita praktis ndak tau apa-apa soal kodok, jamur, serangga, ikan dan yang ndak populer lainnya danau di indonesia karena tak ada datanya."

penyuka makanan  rawon , gulai otak, sate dan buntil ini ngeblog sejak 2006. mengenal komunitas bunderan hotel indonesia sejak adanya malam muktamar blogger yang berlanjut ke pesta blogger 2007. menurutnya, komunitas ini sangat menarik. "buat saya temen-teman itu jujur".

perbincangan ini dilakukan di sela-sela kesibukannya membuat laporan mengenai UN Climate Change Conference 2007 yang baru saja selesai. dan kini sedang bersiap mengakhiri tahun ini dengan melakukan perjalanan yang akan dimulai pada hari jumat mendatang.

oh ya, lupa. mau mampir ke jepara gak mas? :)

link terkait:
http://fanabis.blogsome.com/bhi/ 

bhiAugust 31, 2007 9:07 am

mitamalam itu di ohlala kafe pukul 21.00. mengenakan celana 15 cm diatas lutut warna hijau tisu. kaos ketat bergaris berpotongan rendah sewarna.

bagian terluar, baju rajutan yang kancingnya tak perlu dirapatkan. omith menyibak kerumunan, memaksa orang-orang memandang dirinya.

bukan meminta dikagumi tentu saja.

mendekati lebaran ini, kau pasti akan belanja biskuit, kurma dan syrup lebih banyak. di pasar-pasar hyper kau akan temukan bertumpuk-tumbuk kaleng biskuit.

dan kalau jeli, ada biskuit kalengan bulat panjang yang tingginya 30 cm. mereknya mari regal. nah pegangannya berbentuk rantai sebesar telunjuk jari. seperti itulah kalung yang dipakainya.

bebek yang baru saja datang dari aceh merasa "tak nyaman". ia menggeser tempat duduknya lebih jauh. malah ia akan pindah kursi, namun tak jadi.

enam bulan di pidie aceh telah membiasakan matanya melihat perempuan semuanya tertutup rapat. "aku gak kuat mit". ekspresi yang tak perlu penjelasan lagi bukan?.

dugaku omith sangat terobsesi sebagai model. pada gang gang, jalan tikus, trotoar di jadikannya panggung peraga. ini tentu berkaitan kemenangannya pada sebuah lomba fashion show di surabaya saat tk.

sekecil itu ia telah punya kesadaran, ia diperlakukan tak adil. musuh-musuhnya yang sipit-sipit itu membayar jurinya. ia cukup mejadi juara ketiga.

prestasi lain, bersiaplah untuk tak shock. ia pernah menjuarai lari marathon 10 km waktu smp. berlanjut di smu, ia hanya sanggup menjadi juara tiga. kali ini jaraknya lebih jauh, 20 km.

untuk sekuat itu, ia harus mempunyai kelainan jantung bawaan dulu. ia harus hidup "playon-playon". aku jadi teringat novel bumi hangus yang mengisahkan sebuah keluarga yang harus mengungsi karena menghindari belanda.

tak sedramatis itu memang. namun omith mengaku hidup masa bocahnya diemong orang banyak. ia hidup pada sebuah keluarga yang kurang berbahagia.

namun ia tak kehilangan spontanitas. suatu hari ia dan anak-anak lain bermain di rumah tetangga. mereka berpencar mencari batu bata dan kaleng bekas. mereka beramai-ramai merebus kondom lalu menjadikannya empeng (dot) setelah diisi air.

ibunya ngamuk! dibawa ke kamar mandi, di keramasi dan harus berjanji. minta maap dan tak kan pernah masuk ke kamar orang tuanya lagi. rupanya ibunya salah persepsi.

hari lain, di sebuah rumah kosong ia memasak martabak mie. atau main balapan sepeda pancal. tentu saja "musuh"nya semuanya anak laki-laki. dan ia selalu menjadi pemenang.

meskipun ia masih sering nangis-nangis ketika digodain. anak-anak memanggilnya ceng lung (kenceng mengkelung). ya waktu kecil omith tinggi tubuhnya menjulang.

kejengkelan yang terakumulasi itu ia lampiaskan pada anak laki-laki terakhir yang menggodanya. omith dengan kekuatan penuh, menendang titit bocah yang belum sunat itu. keberaniannya menjadikannya ia terpilih sebagai ketua kelas.

kekreatifannya kini tampak pada kesibukan kesehariannya. selain menjadi fotografer pada majalah freemag, ia juga sibuk mengurus event event. bahkan ia juga mencari band baru untuk di perkenalkan kepada publik.  

andai ingin mengubah "karakter" penampilan, datanglah ke dia. ia kan memberi solusi. menyarankan apa-apa yang harus dilakukan. sesama teman ia tak mata duitan. ia akan membantu dengan senang!

atau cukuplah dikasih uang rokok. meskipun tenggorokannya pernah berdarah-darah, ia tak bisa menghentikan kebiasaan yang ia lakukan sejak smu itu. atas saran dokternya ia hanya menggati rokok favoritnya capri, voge, virginia slim dengan rokok buatan Indonesia yang memakai tembakau asli.

entah kenapa aku ngeliat sekarang dia lebih suka menghisap sisha, rokok arab rasa buah-buahan. sesekali mau juga ia menghisap merek lain waktu di bundaran hotel Indonesia.

meskipun tomboy ia juga perempuan biasa yang manja. datang ke hi tak sungkan langsung ngelendot, duduk di pangkuan pak menteri. namun ia sungguh jeli. bagi laki-laki jangan pernah datang ke hi dengan celana setengah kaki. ia akan menanyakan "apakah kau tak pakai celana dalam"?

becandanya memang habis-habisan. tanyakan kepada balibul yang pernah menjadi korban. kaos abu-abunya di robeknya sampai hilang lengan kirinya.

atau pergilah ke angkringan jalan sabang dan minta diceritakan bagaimana omith yang hanya makan setusuk sate usus itu minta bonus teh botol sosro. ditambah meminta mas-mas nya menyanyikan lagu-lagu cinta nostalgia.

selalu menyebut dirinya wanita keren. dan memang belum ada sampai sekarang yang membantahnya. lihatlah saat ia ke undangan pernikahan mas nino. siang yang terik, berkain batik, menerobos taksi-taksi menuju jl kramat dengan sepeda kumbang. sangat etnic.

*foto diambil dari omith 

bhi yang lain