bukber ke-2
jumat, aku pulang cepat. tak ada buka bersama hari ini. aku akan langsung pergi ke tempat kost. dari angkot aku turun di jalan deplu raya bintaro, sekira dua ratus meter sebelum pertigaan pertemuan antara jalan veteran dengan jalan rempoa raya. sebelum pizza hut dari arah lebak bulus.
telah dua puasa ini, tak ada pembagian buka puasa gratis di jalan itu. biasanya, menjelang magrib disela-sela kemacetan, seorang remaja laki-laki 17 tahun membagi-bagikan kolak gratis.
tak hanya diperuntukan pejalan kaki, semua yang melintas, pengendara motor, sepeda atau para pengendara mobil dipersilakan mengambil kalau mau. namun aku memilih tak meminta.
aku terharu melihat pemandangan itu.
aku menuju ke sebuah warung di dekatnya. membeli kolak pisang, kolang-kaling dan ubi seharga dua ribu lima ratus rupiah. sebelumnya aku lebih memilih minum aqua gelas.
di jalan rempoa raya, sekitar dua ratus meter dari pizza hut kearah gintung ciputat, di sebuah ruko kiri jalan berdampingan dengan bank niaga terdapat spanduk besar berukuran 2x1 meter warna biru bertuliskan "buka puasa gratis" dengan huruf kapital warna putih.
entah siapa penyedia makanan itu. di ruko itu tak ada plakat atau sesuatu yang mengindikasikan sebuah nama,perusahaan atau partai politik. dan aku belum menanyakannya juga. tempat kostku berada di belakang ruko ini.
aku akhirnya makan di depan tipi. dan seperti biasa sambil melamun. pernah suatu kali aku merasa makanan ini tiba-tiba habis dan merasa belum kenyang.
namun kali ini aku tiba-tiba aku menghentikan suapan yang mestinya belum berakhir. aku teringat sesuatu.

