melupakan orang yang kau cintai itu seperti mengingat seseorang yang belum pernah kau ketahui. kalimat itu agak tepat dengan apa yang pernah dialami adit. untuk tidak melupakan perempuan-perempuan yang pernah dicintainya ia menyimpan kenangan itu disebuah buku sketsa.
kebisaanya membuat sketsa-sketsa itu juga muncul saat ia jatuh cinta. sebelumnya ia mengaku tak bisa menggambar sama sekali. namun ketika ia kasmaran, ia bingung apa yang harus ia berikan kepada perempuannya. waktu itu di sakunya tak ada uang selembar pun. yang ia punya hanyalah lembaran-lembaran kertas A3 dan pensil.
sejak saat itu, pada saat cinta ia selalu membuat sketsa wajah perempuan yang disukainya. dalam membuat sktesa tak selalu langsung jadi. namun ia bisa mengulangnya sampai sketsa yang dihasilkannya sempurna. sketsa yang menurutnya terbaik itu ia berikan sebagai tanda cinta. selebihnya ia simpan.
sampai sekarang, di buku sketnya telah tersimpan lima sampai enam wajah perempuan. "ini rahasia kang", katanya. "kalau pacarku ngerti ndak dimarahi nanti", ia menambahkan. baiklah dit. kepada kalian yang membaca postingan ini, jangan bilang kepada siapapun ya? apalagi kepada pacarnya.
sampai kapan akan menyimpan sketsa-sketsa itu? ia agak bimbang menjawab. "sampai kapan ya kang, gak ada yang tahu kan kang". menurutnya, ia tidak tahu kapan rindu itu akan datang. ketika rasa itu melandanya, ia akan menatap sketsa-sketsa yang pernah ia buat.
di matanya, gambar-gambar itu bisa berbicara. bercerita kepada dirinya tentang kenangan di masa lalu. juga tentang jatuh cinta itu sendiri. "cinta itu membiarkan waktu berjalan. cinta itu membebaskan", terangnya. sosok perempuan yang disuka haruslah perempuan yang mengerti dirinya. dan tentu saja tidak egois.
ia mengaku egois. seberapa besar keegoisannya kita bisa membaca di blognya. sengaja laki-laki bertinggi tubuh 175 cm memilih nama gerimis karena menurutnya gerimis itu cengeng. seperti dirinya. bentuk kecengengannya itu diwujudkannya dalam puisi. kadang-kadang juga menangis (dalam hati).
ia sangat ngefans dengan sapardi djoko damono. penyair lainnya adalah Ihsan Abdus Salam. ia ingat betul judul bukunya, seikat kata untuk hati yang beku. sayang entah di mana buku itu menghuni raknya sekarang. kepada sahabat adit yang meminjamnya, ia berharap buku itu dikembalikan.
jika kalian ingin menemui laki-laki yang menyebut pantai sebagai rumah keduanya itu jangan pernah pada malam hari. karena ia harus sudah berada di rumah ketka jarum jam menuding angka sepuluh. bukan karena takut dengan ibu kota yang tingkat kriminalnya tinggi. juga bukan karena macet dan amburadulnya lalu lintas di jakarta.
"ketika di jalan, orang berubah menjadi binatang, tegasnya.
suatu sore ia terjebak kemacetan di tanah kusir dengan menumpang taksi biru. namun tiba-tiba seorang pengendara motor menikung tajam ke depan taksi. entah setan mana yang merasukinya, pengendara itu langsung memaki sarma, si sopir taksi. tak cukup, ia malah mengajak berantem keluar. ingin membunuhnya.
untuk mengatasi keribetan lalu-lintas yang mirip banjir itu ia punya solusi. bak menteri perhubungan, ia menjabarkan. begini: pemerintah
harus bisa menaikkan pajak kendaraan bermotor setinggi mungkin. dengan begitu, pertumbuhan jumlah kendaraan bisa ditahan.
masih menurut dia, dalam sehari ada paling gak berkas 1000 mobil dan 5000 motor baru di jakarta. ia yakin mereka yang mendaftarkan berkas itu pun membeli kendaraannya dengan cara kredit. di matanya, orang-orang itu belum mampu membeli, namun memaksakan karena gengsinya tinggi. selain alasan buruknya transportasi umum yang panas, berjubel dan kotor.
semua orang ingin membeli kendaraan, mobil atau motor. menurutnya sangat wajar. hal itu merupakan akses dari keadaan yang ribet. pemerintah, polri, dllajr semua punya kepentingannya masing-masing. dan semua itu muaranya ke masalah uang. menurut prediksinya, dalam lima tahun ke depan jakarta akan menjadi lautan mobil dan motor.
namun adit lebih suka mengendarai sepeda. sejak beberapa waktu lalu ia bergabung dengan bike to work. komunitas yang mengajak orang-orang memakai sepeda ke kantor. tujuannya, selain mengurangi kemacetan juga mencegah pemanasan global.
selain mendukung bike to work, dia juga selalu aktif dalam kampanye free car day sepanjang jalan sudirman – thamrin yang diadakan setiap hari minggu dari jam 05 -14:00.



suruh adit jadi menteri aja
Comment by hedi — April 16, 2009 @ 7:25 am
hihihihi..nuwun kang, sudah terpending entah brapa lama tulisan ini..
Comment by aditya sani — April 16, 2009 @ 9:59 am
orangnya lagi duduk di sebelahku, menggambar sketsa wajah perempuan ketujuh nyalain kompor emmm, tapi URL gerimisnya itu… errrr… sebenernya… (*adit mau nyogok gue berapa sebelum gue bongkar?*)
Comment by hanny — April 16, 2009 @ 9:59 am
@hanny: ih..cicing ah cicing..
Comment by aditya sani — April 16, 2009 @ 10:01 am
@adit: mana sogokannya, buruan. cuma punya waktu 5 menit. kalo belum ada langsung kujapri mas karmin!
Comment by hanny — April 16, 2009 @ 10:03 am
@hanny: gw udah njapri duluan. yee!
Comment by aditya sani — April 16, 2009 @ 10:07 am
huahua… jd gelar tiker
liyat hanny vs adit..
btw sketsanya kapan selesai dit?
Comment by omith — April 16, 2009 @ 12:23 pm
sisi mistik dan kleniknya adit ,..nggak dibahas ??
Comment by Iman Brotoseno — April 23, 2009 @ 12:18 pm
kenapa nggak diulas bagian kekomohan adit?
Comment by ndoro kakung — April 24, 2009 @ 8:52 pm
@imanbr: itu sama saja dgn membahas persahabatan ndorokakung dgn RS dong mas..haha
Comment by aditya sani — April 25, 2009 @ 11:27 pm
belom pernah liyat hasil corat-coretannya adit
Comment by goenrock — April 28, 2009 @ 11:00 am
wedew kok lama bgt yah g posting lg, kpn posting lg????
Comment by polar — May 7, 2009 @ 11:12 am
terus enake piye yo?
Comment by Ndoro Seten — May 11, 2009 @ 1:22 pm
bijaksana sekali dirimu, man…......
Comment by mas8nur — May 18, 2009 @ 1:16 am
bikin sketsa juga tho?
Comment by dilla — June 1, 2009 @ 9:30 pm