
tak ada hal apapun di tengah jalan kecuali sebra cross dan kecelakaan mematikan. namun bagi edy caplang jalanan adalah tempat suci yang harus diziarahi untuk mewujudkan kepuasannya. sejak memutuskan sebagai biker, ia menjadwalkan minimal setahun sekali ia melakukan touring.
menurutnya, perjalanan disebut turing andai dilakukan berombongan dengan jarak tempuh minimal 500 km. kalau kurang dari jarak tempuh itu namanya baru manasin motor mas, katanya.
dengan mengendarai vitri, nama motornya ia melakukan turing ke berbagai daerah. sampai sekarang tempat paling jauh yang pernah ia datangi adalah sabang. pulau terbarat yang dimiliki indonesia. tahun ini ia akan berencana ke lombok.
kenapa harus memakai motor, bukankah travelling juga bisa memakai bus, kereta atau pesawat? menurutnya yang paling mengasyikan itu adalah perjalanannya itu sendiri bukan tujuannya. laki-laki yang mengaku gagal menjadi pembalap itu sangat menikmati bagaimana ia bisa rebahan di setiap tikungan tajam.
selain itu ia ingin bisa lebih bersosialisasi dengan para biker di daerah-daerah tempat pemberhentiannya. dengan atribut yang ia pakai, biker lain akan mudah mengidentifikasi. entah itu melalui sticker atau jacket. dia merasa disetiap melakukan turing ia merasakan arti persaudaraan yang sesungguhnya.
waktu itu desember 2006. setelah melakukan persiapan yang cukup ia berangkat dari cileduk , rumahnya. tepat tengah malam. dengan teman-teman seklubnya, TC125 (Thunder125 community) yang berjumlah lima orang. tujuannya ke sabang. beruntung ada sponsor dari sebuah perusahaan otomotif sehingga tak perlu membeli bensin.
sampai di pekanbaru ia tersesat. tak tahu jalur keluar kota lewat mana. padahal sudah pukul sepuluh malam. tiba-tiba sebuah motor tiger mengejarnya dan menyuruh berhenti. gawat. penyuka novel musashi dan senopati pamungkas belum pernah sekalipun berhadapan langsung dengan pencoleng. apalagi ini di luar kota yang tak tahu arah dan lika-liku jalanannya.
rupanya, teman-teman biker jambi sudah memberitahu biker pekanbaru untuk menyambut rombongan biker yang dari jakarta itu. malam itu ia bersama lima orang temannya beristirahat dengan tenang. tentu lengkap dengan makan malamnya yang gratis.
di sabang, selain menikmati keindahan laut dan ombaknya, ia juga melihat-lihat bekas bencana tusnami. alasan lain ia suka melakukan perjalanan karena ia menyadari, alam indonesia sangat indah.
untuk ritual suci itu ia mempersiapkan dirinya selama dua minggu. edi yang memahami manajemen turing ini menservice motornya, menyiapkan spare part seperti kabel gas, kopling, lampu, kanvas rem, satu set toolkit. ia menyarankan untuk turing jangan memakai motor yang dimodifikasi. namun selama memodifikasinya penuh itungan tidak masalah. beruntung, sampai sekarang ia belum pernah mengalami kerusakan motor ditengah perjalanan turing.
sengaja hanya berlima ia menempuh perjalanan sekitar 1000 km itu. tujuannya agar lebih bisa mengontrol dan mengawasi rombongan. 5 motor per klotur (kelompok turing) itu termasuk ideal. menanggapi arogansi para rombongan biker yang suka memakai asesoris sirine, strobo, lamp stick…atau menstop pengendara lain seenaknya ia juga merasa jengkel.
karena ulah mereka kadang-kadang timbul generalisasi, semua pengendara motor itu brengsek. meski ia mengakui memang sebagian besar iya. apalagi di jakarta. untuk itu ia ia bersama rsa akan mengadakan pelatihan bagaimana cara berkendara dengan baik.
namun ia sudah mulai mengkampanyekan berkendara itu melalui blog. kegiatan penyuka basket ini ia lakukan sejak dua tahun silam. keasyikannya ngeblog selain mengasah otak agar tak tumpul, ia juga belajar pemrograman. sekaligus ingin bersapa ria dengan komunitas lain. saat ini ia bergabung dengan komunitas kbbc juga bhi.
entah kebetulan atau tidak ia menamai blognya, caplang. seperti mewakili tatapan matanya yang setajam elang. dia adalah seorang company man. begitu loyalnya, kemana-mana ia akan mempromosikan tempatnya bekerja. belum ada kepastian, kapan dia akan menyudahi petualangan turingnya.


