
benarkah seorang penulis itu selalu gelisah, mempertanyakan semua hal dan irit bicara? andai pertanyaan ini kau sampaikan kepada adi toha, ia akan menjawab tegas, iya.
menurutnya dalam hidup ini selalu saja ada ketakutan-ketakutan, kegelisahan-kegelisahan, dan hal-hal yang membuatnya tak berdaya. misalnya takut gagal, tak bisa membahagiakan orang tua, tak berguna di lingkungan masyarakat. dan yang paling mengerikan, terlupakan, seolah tak pernah dilahirkan.
karena itu, untuk memberikan jejak bahwa dirinya pernah ada, ia menulis. tujuan laki-laki dari pekalongan ini menulis adalah untuk merekam ingatan akan peristiwa dan ide-ide yang melintas-lintas. selain itu juga untuk untuk menambal ruang-ruang kosong dalam kehidupan . dengan menulis ia ingin berdialog dengan diri sendiri.
menurut adi toha yang pernah berbisnis buku ini dengan menulis ia bisa menciptakan dunia alternatif yang menawarkan banyak kemungkinan. sewaktu dia mencipta cerita dengan setting dan karakter tertentu, apa yang ia ciptakan itu seperti kenyataan dalam imajinya.
andai terus-menerus dan tak hati-hati aku khawatir lama-lama ia tak bisa membedakan antara reality dan imaji. apakah ini ciri-ciri seorang penulis sekaliber nobel? mungkin.
ide-idenya bermunculan ketika ia sedang jatuh cinta atau paling tidak menghasratkan sesuatu. entah itu sebuah peristiwa atau materi. contohnya ketika di warnet ia melihat sebatang flashdisk bermerk namira.
dari peristiwa itu, mengalirlah sebuah cerita pendek dengan judul yang sama. cerita yang hanya perlu waktu dua jam untuk menyelesaikan itu muncul di suara pembaruan minggu. puluhan cerita pendeknya tersebar di banyak koran nasional.
ia sangat berterimakasih kepada dua orang penulis yang secara tak langsung memantapkan jalan karirnya. yakni anwar holid dan muhidin m dahlan yang fenomenal dengan novelnya, tuhan, ijinkan aku jadi pelacur.
seno gumira ajidarma, danarto, iwan simatupang dan kafka juga mempengaruhi kepenulisannya. pertemuanku pertama kalinya terjadi pada sebuah perjalanan ke pesta blogger 2008.
dalam waktu yang kurang lebih 90 menit itu, kami lebih banyak diam. aku teringat pada seorang konsultan hukum perdagangan internasional. saat bertemu kliennya, kata-katanya sesakti mantra. dan mantra itu lalu berubah menjadi dolar.
laki-laki berbintang virgo dan kadang libra ini mengaku dari sananya pendiam. bukan juga disebabkan ia tak fasih melafalkan huruf abjad ke 18. atau tak mau berbagi tips menulis.
penampilannya sungguh artis. maksudku sangat khas seniman. tampang kurus, rambut panjang dikuncir, memakai kaca mata minus, merokok dan agak tak peduli dengan tubuhnya sendiri karena sibuk terus menangkap ide-ide yang berseliweran di sekitarnya.
awal tahun depan, ia akan melaunching novel pertamanya yang bergenre epik fantasi. mirip cerita lord of the ring. namun ia merasa cita-citanya belum tercapai. ibarat berjalan menuju jakarta dari jatinangor, ia baru sampai di jalan tol cileunyi.
laki-laki yang suka pergi ke tempat asing ini masih menyimpan banyak obsesi. mendirikan perpustakaan kecil di kampungnya misalnya. harapnya ia bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat. minimalnya untuk masyarakat di sekelilingnya.
rumah adalah tempat yang selalu dikangeninya. menurutnya rumah itu sama dengan ibu, ibunya yang berpikiran sederhana dan tak neko-neko. saat ini ia sedang mencari pacar. sosok perempuan tpenya adalah shirakawa kaedeia dalam novel trilogy klan otori.
belum pernah membaca novel itu, begini gambarannya: ia setenang dan sedalam laut, liar seperti badai. kongkretnya ia menginginkan perempuan yang pintar, cerdas, suka membaca buku, penulis, punya sense of survival, bukan korban mode dan fashion dan tentu saja tidak pendiam.
oh ya, adi toha tak pernah sekalipun mensyaratkan cantik. ![]()


