siang di gedung aldevco, jalan warung buncit 75 jakarta, aku bertemu dia untuk pertama kalinya. memakai baju warna hijau tosca dan berkacamata. wow, ternyata dia lebih cantik dari yang tampak di televisi.
marissa haque fawzi, orang mengenal dia sebagai aktris yang sekarang menekuni politik. setelah tersingkirkan dari partai moncong putih, kini dia hijrah ke partai bergambar kabah. tak banyak yang tahu, dia adalah seorang guru tuna rungu.
keterlibatan beliau diawali pada 1998. saat kerusuhan mei itu, kantor perusaan filmnya hancur, dibakar dan di jarah. perusahaannya bangkrut. saat itulah ia mulai mengajar anak-anak yang mempunyai kekurangan khusus.
alasan lainnya,sekolah khusus tuna rungu belum mendapat perhatian pemerintah. sedangkan sekolah biasa( normal) saja keadaanya masih belepotan.
dari pengalaman mengajar itulah ia makin bisa mensyukuri nikmat Allah setiap saat. karena mempunyai anak-anak yang normal. dan dari situlah ia melihat ternyata ada banyak kekasih Allah yang bertebaran di muka bumi. kekasih Allah itu adalah para ibu yang mempunyai kesabaran luar biasa dalam menerima dan mendidik anaknya yang tuna rungu.
ketotalannya dalam membantu anak-anak yang kurang beruntung itu ia buktikan dengan menerbitkan dua buku untuk mereka: aminah dan bahasa kasih yang di terbitkan oleh rosda karya bandung. seluruh penjualan buku itu ia sumbangkan untuk anak-anak tuna rungu.
di kelas itu ia makin sensitif, baik pendengaran maupun perasaannya. karena setiap hari ia harus bisa dengan jelas mengartikulasikan kata-kata dengan benar. misalnya pejabat dengan penjabat.
kalian mungkin ragu arti yang sebenarnya. benar. sesuai tesaurusnya eko endarmoko pejabat itu sinonim dengan atasan, kepala, pemimpin, penguasa. sedangkan penjabat adalah kata benda yang searti dengan akting.
perempuan yang suka berkebun ini, sepanjang perbincangan yang nyaris dua jam itu selalu memakai pilihan kata yang teduh, santun. sekali-sekali mirip seorang ustadzah meski tidak berlebihan.
nada bicaranya tegas dan sering memakai istilah-istilah hukum yang aku tak pahami. ia sadar lalu menerjemahkannya dengan bahasa yang lebih sederhana.
selain kebisaannya yang telah di ketahui publik sebagai aktris, model, penulis skenario, produser, dan dosen dia juga pintar bermain piano dan mendadani orang.
kesibukan lain mbak icha panggilannya, ia ikut bergabung pada 8 organisai. salah duanya adalah hkti dan ikadin. ia juga menjadi duta wwf untuk badak bercula satu dan duta kb mandiri.
saat ini ia sedang fokus pada pemilihan caleg ppp untuk daerah pemilihan kota bandung dan cimahi dengan nomor urut 2. ia cukup optimis namun juga menyadari daerah tersebut bukan basis massa ppp.
andai gagal, rencana berikutnya adalah kembali menekuni dunia film. sekedar mengingatkan, dia adalah produser yang pertama kalinya yang mengangkat hoakkiau (peranakan cina) ke dunia entertainmen. dialah yang mengorbitkan ferry salim dan ida isha dalam film kembang setaman.
perempuan yang suka berlatih kungfu ini mengaku menyukai metafora. ide itu muncul karena melihat indonesia merupakan negeri yang beraneka macam budaya. dan jauh sebelum banyak orang membincangkan tkw, ia telah membuat filmnya "di bawah purnama aku berdoa".
doktor bidang pengelolaan sumberdaya Alam dan lingkungan hidup ini mengakhiri perbincangan ketika jemputannya sudah datang. tak lupa ia yang menyebutku dengan "adik kita" ini mengundang untuk bermain ke rumahnya. yuk…



wah sampeyan ki jan top tenan, ketemu wong penting terus. siap ikut ke rumah mbak icha
Comment by Hedi — November 27, 2008 @ 6:44 pm
saya pas di jakarta ketemu dia beberapa kali, pas liputan sidang nya dengan ratu atut, dan saat dia sowan ke kantor ketemu bos dan berdiskusi
orang nya cantik, meski dah 45 tahun tapi tetep cantik
Comment by nothing — November 27, 2008 @ 8:34 pm
ayu tenan pancen arek iku…
Comment by yuswae — November 27, 2008 @ 11:04 pm
iya cantik banget…
subhanallah!
Comment by elly.s — November 28, 2008 @ 7:31 am
kalo ini emang idola saya semenjak dulu, ayu pinter ga neko-neko
dulu sempat ngumpulin poster2 dia di majalah ato koran. sekarang kalo inget jadi geli, nggilani banget.
Comment by evi — November 28, 2008 @ 8:23 am
aku melu kalo ke rumahnya..aku mau mau kenalan sama anaknya…hehehehe*mupeng*
Comment by gus pitik — November 28, 2008 @ 10:23 am
Saya mau juga jadi calon anak mantu Marissa Haque dan Ikang Fawzi. Biar ikutan top dan baik hati… tenanan…
Comment by Radia — December 2, 2008 @ 7:52 am
wah… ternyata dia lebih hebat dari yang kubayangkan!
kau juga hebat mas, bisa ngobrol dengannya…
Comment by latree — December 11, 2008 @ 7:24 pm
Saya tadi pagi jumpa Teh Marissa Haque di Unpad Fakultas Ekonomi bersama Prof Dr. Sule, dia ngajar mata kuliah Ekonomi Syariah. Saya heran sama Ibu satu itu, apa sih yang dia tidak bisa? Dan manis senyumnya itu lho. Semua mahasiswa FE Un pad jadi rajin masuk kuliah. semoga kami bisa sepintar dia kelak. Hatur nuhun telah memuat berita dan cerita tentang Ibu Dosen kami dari FE Unpad Mas.
Comment by Miranda Girsang — December 19, 2008 @ 3:45 pm
semoga menang melawan Atut
Comment by de — December 20, 2008 @ 11:08 am
Manusia Sebenarnya Sedang Tidur
Manusia Sebenarnya Sedang Tidur
oleh: Marissa Haque Fawzi
December 4th, 2008
Dalam sebuah perenungan panjang, tatkala kutatap lalu lalang manusia yang menyemut dalam sebuah perjalanan panjang Bintaro ke Jakarta Pusat, terbayang wajah-wajah banyak manusia melangkah dengan mata terpejam. Ah, mereka sedang tidur!
Annemarie Schimmel, seorang wanita keras hati namun halus budi yang dititipi Allah kecerdasan diatas rata-rata dengan kemampuan verbal yang sangat lancar, adalah salah seorang role model ku didunia Sufisme/Tasawuf. Dalam salah satu buku tulisannya yang berjudul Jiwaku adalah Wanita, didalam paragraf pembukanya diceritakan sebuah kisah tentang seorang guru India yang sedang berkunjung ke Damaskus, Syria. Buku yang diceritakan tersebut adalah sebuah buku tua terbitan 1872 dengan judul Padmanaba dan Hasan.
Disana sang guru India tersebut memperkenalkan awal langkah misteri kehidupan spiritual kepada seorang anak laki_laki yang bernama Hasan yang membawanya kesebuah ruang bawah tanah. Ada sebuah keranda yang berdampingan dengan bekas singgasana Raja teronggok, dikelilingi sekumpulan harta benda ratna mutu manikam yang tak ternilai. Pada keranda tersebut terpatri kata-kata “…sebenarnya manusia itu semua sedang tidur, ketika mereka meninggal dunia, pada saat itulah mereka sebenarnya terbangun.” Schimmel kemudian baru menyadari belakangan bahwa ternyata sepenggal kata-kata yang terpatri tersebut adalah hadis Rasulullah Muhammad yang amat disukai dikalangan para Sufi dan penyair dunia Islam.
Didalam konteks posisiku sebagai anggota DPR terpilih periode 2004-2009 melalui partai Politik PDI Perjuangan, aku merasakan sepotong tulisan yang saya kutip diatas dari buku Annemarie Schimmel, adalah sebuah metafora pula dari penggalan lain langkah kehidupanku dalam kaitan dengan dunia politik. Betapa kehidupan singkat manusia ini hanyalah sepenggal mimpi pendek bunga tidur yang akan menentukan sebuah kehidupan abadi lainnya setelah alam dunia ini. Betapa sesungguhnya mimpi pendek ini sangat silau dengan tipu daya yang menjerumuskan. Alangkah kita nantinya akan menyesali ayunan langkah kehidupan yang telah kita lakukan, saat kita menyadari bahwa dikala mati kelak tidak satupun harta dunia akan terbawa.
Menjadi seorang anggota DPR, merupakan amanah sekaligus ujian dan jebakan yang nyata, yang akan menguji apakah dipenghujung langkah hidupku kelak aku layak menjadi kekasih Allah dan sahabat Rasulullah. Dimana kebutuhan transendental merupakan intrinsik atau innate property yang membuat setiap manusia itu cinta Illahi—apapun agama yang dipeluknya—dan ingin bersatu dengan Nya dikehidupan abadi kelak. Saat itu adalah saat dimana manusia sudah benar-benar bangun dari tidurnya. Namun sekarang masalahnya. Apakah manusia mengetahui bahwa sebenarnya mereka itu sedang tidur pada saat mereka sedang melakukan aktifitas kesehariannya? Wallahualam bisawab.
Semoga Allah SWT membimbing pada jalan keselamatan didunia dan di akhirat, dan mengumpulkan kita semua kelak didalam tempat yang sejuk serta penuh dengan cahaya cinta kasih abadi.
{ Sumber Tulisan : http://www.marissahaque.com Jakarta, 12 Juli, 2004 Oleh Marissa Haque Fawzi, Untuk Majalah Noor edisi September 2004 }
Oleh marissahaque – 20 Desember 2008 – Dibaca 0 Kali – 0 Tanggapan.
Diposting pada kategori Tulisan Lama Marissa Haque Edit |
Comment by Majalah Noor — December 20, 2008 @ 4:37 pm
:D
Comment by Paluhlimbuy — January 19, 2009 @ 8:11 am
tergila-gila ya mas … hehhe
Comment by Kaka — January 19, 2009 @ 9:46 am
wah.. marissa haque ya??
eh, eh, yg mana sih? hehe..
Comment by sazka — January 20, 2009 @ 7:47 pm
Senyumnya penuh pesonaya Mas
Comment by yoana — January 22, 2009 @ 11:30 am
Semalam di Metro TV ada 10 artis yang masuk jadi tervaforit dan akan dipilih rakyat Indonesia. Rieke Pitaloka kedua dan beda tipis adalah Marissa Haque. Keduanya ibarat bibit jatuh ditempat salah yang terus balik kerumah asal leluhur mereka. rieke Dyah Pitaloka adalah anak dari Penggiat CGMI singkatan dari Central Gerakan Mahasiswa Indonesia, dimana ayah Rieke adalah Ketua Cabang Garut. CGMI ini adalah onderbow langsung dari PKI (Partai Komunis Indonesia), sehingga tidak mengherankan bilamana gerakan Rieke selama ini yah seperti kader komunis sejatinya. Rieke sendiri merasa kecewa di PKB yang ternyata memaksa dia memakai jilbab dan bertengkar terus dengan para kyai NU di PBNU, disamping dia merasa bahwa kader keturunan komunis lainnya tidak lebih banyak didapatkan di PKB kecuali Nursyahbani Katajsungkana anak salah seorang pentolan PNI saat lampau di Jatim. Nah, menengai Marissa Haque agak unik. Masih ingat saat di meneriakkan Allahu Akbar, merdeka! yang lalu membuat sakit gigi Pramono Anung Wibisono dan antek kiri lainnya di PDIP pasca selesai adu ngotot dengan Angelina Sondakh dari Demokrat? Kita semua dibuat kebingungan, yang Kristen dan baik hati ada di Partai demokrat malah yang Islam ada di PDIP dan bersikap seperti preman perempuan. Minggu lalu saya ketemu Teh Marissa Haque tengah sosialisasi dipasar Cicadas, Kota Bandung. Saya agak pangling karena dia sangat hijau dan senyumnya semakin manis. Badannya juga tampak lebih langsing tidak seperti saat dia baru pulang sekolah dari Amerika Serikat dimana dia gembrot dan menyebalkan karena jilbaban namun temannya PKI semua. Saya jadi jatuh hati sama Marissa Haque kali ini, dan bertekad akan mendukungnya agar semakin masuk kedalam dunia pergerakan Islam dikota Bandung dan Jabar. Marissa Haque yang semakin hijau adalah saudariku hari ini. Selain dia keturunan NU, dia bukan sembarang NU namun keturunan langsung dari salah seorang pendiri Nahdatul Ulama asala Pulau Madura di Bankalan. Dia juga memiliki seorang ibu dengan darah ningrat Jawa Timuran bergelar Raden Ayu. Setahu saya dia juga bertalian darah 0 bersaudara dengan Jendral Raden Hartono pendiri PKPB pendukung Jendral soeharto itu. Karenanya saya berbahagia sekali begitu menyaksikan semangat tinggi yang luar biasa dari ananda Marissa haque kembali kepangkuan Bunda Pertiwinya di golongan rumah Islam Hijau PPP. Allahu Akbar! Hidup Petilu…....
Comment by Koboi ITB Tea — April 6, 2009 @ 12:55 pm