
seperti ayahnya, ia lekat dengan dunia pesantren sejak kecil. zannuba ariffah chafsoh rahman wahid, perempuan mantan staff kepresidenan sby ini berencana mengenalkan blog kepada kiai di seluruh nusantara.
pernyataan itu terlontar ketika hadir pada muktamar blogger kedua di bundaran hotel Indonesia jumat malam lalu. Menurutnya hal itu tak mudah. ia harus mencari idiom-idiom yang mirip dengan apa itu blog.
“blog masih merupakan kata asing yang belum mereka kenal. jangan-jangan para kiai akan berfikir, blog akan lebih banyak membawa mudharat”.
ia sadar trend ke depan, blog akan menjadi kekuatan baru. seperti yang terjadi di amerika serikat. kemenangan obama tak lepas dari peran blog sebagai media baru.
seberapa besar kekuatan blog di indonesia untuk berpolitik? ia menjawab, hal itu tergantung seberapa besar kaum urban menggiring opini ke publik.
menurutnya sekarang ini kaum urban cenderung apatis terhadap politik. karena mereka selama ini melihat, politik itu adanya berantem melulu, melelahkan dan tak bisa dimengerti. sehingga belum apa-apa sudah sebel duluan.
malam itu, ia datang pada muktamar blogger kedua yang dihelat di bundaran hotel indonesia. dengan memakai kerudung putih. ia membaur di trotoar di tengah-tengah muktamirin yang riuh.
di samping itu beberapa media menyerbu. dengan tetap berdiri, perempuan yang sempat menjadi wartawsan itu melayani banyak pertanyaan. aku takzim mendengarkan. sekali-sekali bertanya hal-hal yang tak penting.
misalnya tentang munculnya kartun yang menghina nabi. ia memaklumi andai umat islam marah, karena mereka punya keterikatan yang sangat kuat dengan nabi muhammad.
sehingga siapapun tak akan bisa menerima tindakan seperti itu, termasuk dirinya. dia setuju menununtut pelakunya secara hukum jika upaya di luar hukum tak bisa menyelesaikan.
tentang sosok presiden mendatang, begini katanya. "presiden kedepan harus berani membuat perubahan. saat ini kita terlalu di tindas oleh asing.
yenni menyetujui rencana gus dur sewaktu menjadi presiden yang berusaha membuat aliansi baru di asia. andai jepang, china dan india bersatu kita tak perlu amerika.
jadi kapan targetnya menjadi presiden? sambil tersenyum ia menjawab, menjadi presiden itu bukan target. ia lebih ingin bagaimana berperan bagi masyarakat terutama menurunkan kemiskinan.
ia juga memaklumi sikap golput yang kemungkinan akan meningkat. menurutnya hal itu adalah bentuk “civil disobedience”. dan di bolehkan andai system yang ada tak jalan. lalu ia menceritakan kisah gandhi saat melawan colonial inggris.
direktur wahid institute ini juga mendukung kegiatan sosial yang telah di lakukan oleh komunitas blogger bundaran hotel indonesia. bukti konkretnya ia langsung menyumbang gerakan seribu buku. juga malam itu membagi-bagikan buku “hajatan demokrasi” dan “ragam ekspresi islam nusantara” ke seluruh muktamirin.
dia berada di bundaran hotel indonesia kurang lebih dua jam. selama itu pula, ia tak disuguhi minum, karena memang di muktamar itu tak ada protokoler pemberian minunam.
namun tetap saja ia “melayani” ajakan foto bareng dengan para muktamirin. sekali-sekali fotografer harus lebih sabar menunggu karena berseliwerannya orang-orang yang lewat di trotoar.
sebelum pulang ia berpesan, ia meminta kepada blogger untuk tidak bersembunyi di dunia maya saja. kembangkan sikap tidak takut bersuara apa adanya. meski tak ada sensor, ia berharap apa yang disampaikan itu bisa di pertanggungjawabkan.
menurutnya, kekuatan blogger itu ada pada wacana. andai ide itu kuat, teruji dia akan terus bergerak, mempengaruhi banyak orang. sehingga blogger menjadi kekuatan besar untuk melakukan perubahan.
“oh ya, jangan sampai ada muktamar blogger luar biasa ya, katanya sambil masuk ke mobil hitamnya.



raiku kok di pajang?
ngumpet belakang mbak yenni
Comment by gus pitik — November 25, 2008 @ 10:20 am
bilang ke Mbak Yenni, Gus Dur dulu aja disuruh ngeblog, nanti kyai ikut semua
menjadi o
Comment by Hedi — November 25, 2008 @ 10:50 am
ingat-ingat, syukuranku nanti insya allah akan diadakan di WI.
apa nanti BHI ndak disangka sebagai underbond-nya Gusdur ya?
Comment by bangsari — November 25, 2008 @ 10:52 am
syukurannya mau dimana saja asal gratis wong2 BHI mesti teko
Comment by mikow — November 25, 2008 @ 12:33 pm
yah… muktamar memang bukan kejahatan…
kumpul kumpul ama wong pinter di BHI atau di WI jelas ga ada ruginya…
`orang pinter kumpulono` kata sebuah lagu
Comment by nothing — November 25, 2008 @ 2:08 pm
waktu poto ini diambil aku dimana ya berfikir
Comment by Anang — November 25, 2008 @ 6:13 pm
kapan ya SBY bisa datang ke BHI ??
Comment by Totok Sugianto — November 25, 2008 @ 11:12 pm
huaaaaaaaaaaa…rambut’e pitek dadi tambah saru..ekkekke
Comment by escoret — November 26, 2008 @ 6:31 am
mas ipul,
kapan syukurannya….? ojo lali aku yo?
loh ga nyambung ama postingan, biarin aja ah
Comment by evi — November 26, 2008 @ 8:14 am
mas, minta foto saya sama mbak yenni ya.. nanti buat dikirim ke kampung..
Comment by Nazieb — November 26, 2008 @ 10:20 am
@bangsari : emang kalo BHI disangka underbondnya GD kenapa? Dan sejak kapan BHI bisa diunderbond-kan. GD tidak pernah mengakuisisi mas…seringnya malah pada menyerahkan diri untuk diakuisisi,dan GD tidak merasa perlu mengakuisisi siapa pun dan apapun. Biarkan saja hidup sendiri2, manfaat dan mudharatnya silakan diambil sendiri…gak repot kog mas!
Comment by ainun — November 26, 2008 @ 11:00 am
sungguh cerdik cara yenny ‘berpromosi’, hanya dengan hadir tidak lebih dari 5 jam lamanya di acara tersebut, tapi promosi dan efek domino nya bisa tersebar keseluruh pelosok blog di Indonesia dengan sukarela.
mantab .. mantab ..
sarana buat promosi murah meriah dalam persiapan pemilu 2009 nih kayaknya .. hehehe …
Comment by yudhiapr — November 26, 2008 @ 11:00 am
Mantap kalau Mbak Yenni mau menyebarluaskan blog kepada para kyai. Sebenarnya ada juga beberapa santri (kalau nggak mau disebut kyai) yang sudah ngeblog seperti Pak Kurtubi di http://santribuntet.wordpress.com.
Comment by Moh Arif Widarto — November 26, 2008 @ 7:02 pm
satu lagi postingan PB yg ikin iri..
hiks…
Comment by elly.s — November 27, 2008 @ 5:39 pm
Yenni Gus Dur, Khofifah I P, dan Marissa Haque itu adalah tiga kembar dempet sesungguhnya. Coba diperhatikan deh. Karakter mereka bertiga itu mak pleg sama tenan. Ndak mudah gugur semangatnya. Terus kalau sudah yakin terhadap perjuangannya, maju terus walau tembok setinggi zoo diragunan harus dilompati.
Comment by Radia — December 2, 2008 @ 8:00 am
ah fotoku pas jadi background mbak yenni kok gak ada ya…. hehehehe
Comment by kyai slamet — December 3, 2008 @ 11:08 pm
ada foto saya. makasih mas
Comment by antown — December 6, 2008 @ 4:43 pm
diriku di pameri antown, tak turuti nyeklik link ini biar dia seneng wehehehehhehe
Comment by cebong ipiet — December 6, 2008 @ 4:51 pm
Ngapunten Mas, untuk awalan “di” yang setelahnya tidak menunjukkan “tempat” maka tidak dipisah.
seperti “di lakukan”, mestinya, “dilakukan”.
Ngapunten,
Matur nuwun
Comment by zz — January 10, 2009 @ 1:32 am
Baru tahu kalau mbak Yeni ngeblog juga. Kalau yang politisi ada yang ngeblog nggak ya? kebanyakan didaerah saya seorang caleg baru muncul ke publik kalau dekat-dekat pemilu aja?
tanya kenapa
Comment by alhakim — January 28, 2009 @ 7:01 am
teruskan perjuangan mbak yenny,semoga tuhan membantu kita semua
Comment by yosmi hendra — April 26, 2009 @ 5:43 pm