
kebijaksanaan hanya bisa dicapai setelah mengalami penderitaan. penderitaan terjadi karena kesalahan. kira kira kesadaran seperti itulah yang dialaminya beberapa bulan lalu.
ia bersyukur telah mengalami pencerahan. menurut memed, panggilan medina wulandari yang asli jogja itu, salah satu alasan kenapa ia hidup sampai sekarang, ia ingin jiwanya belajar.
ia merasa, kegagalan pada masa kehidupannya yang lalu dikarenakan belum maksimalnya ia dalam mencapai pemahaman kebenaran. sehingga ia sekali lagi terlempar ke planet ini beberapa puluh tahun lalu.
ia bertekad tak hendak mengulang kesalahan. Ia ingin jiwanya selalu sukses belajar di setiap kehidupannya, bertransformasi menjadi jiwa yang lebih baik lagi sampai pada level tertinggi, manusia sempurna.”
hanya saja, untuk sampai ke sana itu sangat sulit. hambatan terbesar adalah ketergantungannya pada benda-benda yang dianggap bisa memberikan kebahagiaan. padahal kebahagiaan tidak datang dari luar diri.
sudah sampai level mana ia sekarang? ia sedang belajar, berusaha menyebarkan energi cintaNya. ia ingin menjadi telaga buat orang lain. tempat orang merasa damai di dalamnya.
pilihan pertama menjadikannya blog sebagai salah satu cara menyalurkan spirit positip itu. memalui blognya, ia selalu berusaha memenuhi komitmentnya dalam setiap posting.
aku tertarik berbincang dengan beliaunya karena postingannya yang berjudul sukrelawan bonbin.
idenya sungguh menarik. suatu kali ia pernah melihat karyawan supermarket yang membuang buah-buahan tak layak jual, namun belum busuk. melihat itu, perempuan yang penyayang binatang ini teringat gembiraloka.
ia lalu menyusun sebuah rencana. pertama, ia menyebarkan ide ini melalui blog, milis yang akan dilanjutkan dengan menulis surat pembaca ke semua media konvensional. langkah berikutnya menghubungi pihak supermarket dan mengkoordinasikan dengan pengelola kebun binatang.
optimis, gerakannya itu akan didukung oleh banyak orang.
kini bersama "sahabat hati dan jiwanya" menyiapkan sekira 2500 polybag yang siap disemaikan bibit. kebetulan mereka mempunyai minat yang sama tentang lingkungan.
rencananya, kelak bibit pohon buah-buahan dan pohon lainnya itu akan di tanam di sekitaran daerah aliran sungai. sampai sekarang memang belum tahu pastinya karena belum mensurvey.
kegiatan-kegiatan itu adalah bentuk komitmenya untuk selalu menyalurkan semangat berbaginya ke orang-orang di sekitarnya.
ia sudah siap memperoleh reaksi negatif jika memang ada. Namun ia tak khawatir. ia tengah belajar berdaulat atas jiwanya sendiri.
menurutnya, berbagi itu tak bisa ditunda lagi, tak perlu membuat syarat-syarat tertentu. kita bisa melakukan kalau mau, sekecil apapun langkah awalnya.
sejak mengenal blog setahun lalu, ia merasa senang bisa melampiaskan kegemarannya sejak lama: menulis. perempuan yang mengaku introvert itu merasa mendapatkan tempat yang pas.
bergabung dengan komunitas, kopdaran, traffic dan menjadi seleblog seperti sekarang ini adalah di luar ekspetasinya. menurutnya para blogger itu menyimpan kekuatan yang tersembunyi. “mereka adalah agent of change”.
pembicaraan terpotong. tampak di layar tv pak quraish shihab memberikan ceramah singkatnya menjelang buka puasa. entah kapan perbincangan menarik itu akan tersambung kembali.



Inilah Memet, siraman air sewindu di kala panas.
Comment by Herman Saksono — September 22, 2008 @ 12:50 am
horeeeeee
Comment by arya — September 22, 2008 @ 1:08 am
smoga sukses buat memed dan “sahabat hati dan jiwanya”
Comment by Fany — September 22, 2008 @ 4:10 am
“sahabat hati dan jiwanya”
itu momon ya?
Comment by bangsari — September 22, 2008 @ 8:33 am
belum kenal, tapi sering denger namanya. hai, med! salaman
Comment by venus — September 22, 2008 @ 8:39 am
kenalan juga salaman
Comment by iway — September 22, 2008 @ 9:17 am
iki bojone pepeng eskopret?
Comment by gus pitik — September 22, 2008 @ 9:50 am
mbak memed ini idenya sungguh brilian. Kepeduliannya terhadap lingkungan bukan koar2 semata. Talk less, do more
salute!! angkat gelas
Comment by nonadita — September 22, 2008 @ 10:07 am
ikut kenalan juga salaman boleh sambil pelukan juga?
Comment by mikow — September 22, 2008 @ 10:09 am
bagi yang minta pelukan.. harap menyiapkan diri dari tebasan gobang tribal .. .
eh.. mbak medina keliatan kaya bu dokter
)
Comment by funkshit — September 22, 2008 @ 10:17 am
iya med, selamat berbahagia loh kalian berdua peng
Comment by suprie — September 22, 2008 @ 10:27 am
medina, adalah gadis yang lembut dan baik hati..
ia rajin dan sukarela menjemput saya di hotel, di tempat saya kerja, ketika saya di Jogja..
Ya, Medina adalah gadis yang baik
Comment by iman brotoseno — September 22, 2008 @ 12:34 pm
Heran, keduanya jadi tambah bijak semenjak jadian… nyungsep
Comment by Gun — September 22, 2008 @ 2:30 pm
semua tidak dapat diprediksi
Comment by Adams — September 22, 2008 @ 2:50 pm
cuma memed yang bisa bikin keplek2 pepeng
Comment by Hedi — September 22, 2008 @ 2:56 pm
hihi…
kamu gemuk sekali di foto itu med
tapi tenang… rahasiah itu tetap aman kok
*mimik es blewah
Comment by wiwikwae — September 22, 2008 @ 5:36 pm
mbak memet kayak ibu kartini.
huehueue… lop yu mbak.
Comment by ocha — September 23, 2008 @ 10:37 am
Memed jadi nyaleg dari partai apa ya?
ngumpet dibalik polybag
Comment by annots — September 23, 2008 @ 11:55 am
Wahhh, another super women neh. Saya juga kagum sama mbak satu ini. walaupun belum pernah bertemu, dan hanya beberapa kali mengunjungi blognya, saya sangat sepaham dengan pola pikirnya.
Saya juga setuju pendapat mbak memed bahwa ketika melakukan blogwalking, membaca skiming2 itu hanya akan menunjukkan kalau kita tidak tulus, dan hanya meninggalkan komentar seadanya, supaya mendapatkan kunjungan balasan.
Termasuk semangatnya untuk menjadi sukarelawan bonbin. Wah, acung jempol deh pokoknya.
Sukses yah mbak memed.
Salam hangat,
Silly
Comment by Silly — September 24, 2008 @ 10:21 am
aju kok tertarik sama memed setelah baca postingan ini
Comment by masciput — September 25, 2008 @ 3:34 am
salut…
Comment by latree — September 25, 2008 @ 4:11 am
Ku doakan sukses buat misi mulia memed ya?
Salut deh…...keep move ya…...
Buat mas kw kamu memang jeli dengan hal hal baik
Comment by anny — September 25, 2008 @ 2:17 pm
hebat, indonesia ternyata tidak kekurangan pejuang-pejuang ikhlas yang makin menyuburkan tanah negri ini
Comment by artja — September 25, 2008 @ 2:45 pm
Cantik yach… ?
eh.. minal aidin walfaidzin mas KW, mohon maaf lahir bathin, mungkin ada kata-kata saya yang pernah menyinggung sampeyan mulai dari nol lagi yach…
Comment by parta — October 7, 2008 @ 6:21 pm
ayu yo…
Comment by yuswae — October 7, 2008 @ 10:03 pm
dearest wulan : miss u so much…..
u already become a real woman…. wise n pretty…
Comment by sukma — October 9, 2008 @ 12:45 pm
lam kenal med..
kamu memang hebat!
Comment by elly.s — October 9, 2008 @ 11:12 pm
Weis jiaaan! Wes Ayu, pinter maneh! Kumplit plit!
Comment by -=«GoenRock®»=- — October 11, 2008 @ 10:53 am
salute buat mbak medi..
Comment by hanggadamai — October 16, 2008 @ 1:37 am
keren.
two thumb up buat mbak medina, semoga semakin menginspirasi banyak orang
Comment by septy — October 16, 2008 @ 2:16 am
nderek bungah ae lah….
Comment by Ndoro Seten — October 17, 2008 @ 1:35 pm
Saya harap medina harus belajar agama khususnya pemahaman tauhid karena dari tauhidlah amalan dibangun. Insya Alloh jika tauhid kita beres, amalan lainnya pun bisa beres
Comment by abdul malic — October 20, 2008 @ 12:44 pm
intinya belajar dari pengalaman kan ??
Comment by okta sihotang — October 21, 2008 @ 9:17 am
spechless
salute
Comment by dadan — October 21, 2008 @ 4:31 pm
memed…selalu tersenyum, memang bener kalau dia itu seumpama telaga. Kalo lihat dia suejuk
Comment by unai — October 23, 2008 @ 8:50 am
cantik yaks….
Comment by abeeayang™ — October 24, 2008 @ 7:04 pm
fotonya asli yah?? bukan “diperagakan oleh model” ??? hihihi4
Comment by wewenk — November 6, 2008 @ 2:57 pm
mb. memed…makin cantik ajah
dirimu wanita yang hebat..
gw kangen ni…
Comment by prita — April 6, 2009 @ 9:03 am