
di dunia perkulineran, nama ini begitu populer. selain sebagai praktisi kuliner dan gizi, laki-laki purwokerto ini mengisi rubrik konsultasi pangan di tabloid peluang usaha, menjadi wartawan kesehatan dokter kita dan ngisi rubrik kuliner di beberapa media online.
meski sibuknya super, ia masih sempat menulis buku dan menjadi food stylist iklan produk makanan. sampai sekarang sudah lebih dari 30 buku gizi dan kuliner terpajang di toko buku. salah satu bukunya bahkan ada yang ditulisnya hanya dalam waktu seminggu.
dan ia masih rajin ngeblog di www.budiboga.blogspot.com. blog dipandangnya sebagai media yang pas untuk menjaring produsen untuk memakai jasa kulinernya. selain sebagai sarana promosi yang murah meriah. semua resep yang di ujicobakan di tampilkan di blognya yang telah dua kali terpilih sebagai blog terbaik.
"hanya resep terbaik dan lolos dapur uji yang layak disajikan untuk pembaca" katanya.
karena postingan-postingannya yang keren itu, beberapa kali di kopi paste oleh tabloid komersial. malahan baru-baru ini, fotonya yang dipajang di blognya dicomot dan dijadikan cover buku "nutrisi tanaman" yang ditulis k.a.wijaya.
seringnya menghadapi masalah serupa itu, ia nyaris pasrah. "sebenarnya apa susahnya ya minta izin? kan di blog ada alamat e-mail, juga Ym. atau budaya ‘mencuri’ sudah menjadi hal yang biasa di ngeri ini? tanyanya retoris.
tak ingin ribet, ia cukup mengambil tindakan sederhana: melupakan. kenapa ia tak memperpanjang masalah itu sampai ke pengadilan misalnya? ia menjawab pendek, "ngga lah. kasihan".
menekuni bidang kuliner sejak masa smk di purwokerto. alasannya sederhana. ia melihat peluang kerja saja. apalagi perkembangan industri pariwisata, hotel dan restoran begitu pesatnya. sampai sekarang alumnus unnes ini telah menekuni kuliner selama tujuh tahun. beragam hotel, restoran hingga mendalami kuliner asia di thailand pernah dijalaninya.
orangnya sangat terbuka dan welcome banget. jika kalian punya permasalahan seputar kuliner bisa tanya langsung via email budis1975@yahoo.com atau ym. seperti waktu itu ketika saya menanyakan langsung apa yang harus dilakukan untuk menambah aroma sup buntut agar lebih mak nyus? dia menyarankan untuk menambahkan pekak, bunga lawang, star anise.
sebagai praktisi kuliner profesional, ia selalu bereksperimen mencipta resep-resep baru. kalau hasilnya memuaskan, senengnya kaya lebaran pada masa bocah, katanya. menurutnya, resep yang bagus yang bahasanya mudah dipahami, disusun secara sistematis, mudah dipraktekan, ukurannya akurat dan di coba hasilnya maksimal yang meliputi rasa, penampilan, tekstur, warna dan penyajian.
kini, ia sedang mengembangkan budi daya umbi-umbian. ia menyayangkan bahan makanan nyaris punah dan tak ada yang mempedulikan. umbi-umbian ini sangat berpotensi mengganti bahan baku terigu yang selama ini di gunakan.
di lahannya yang ia enggan menyebutkan berapa hektar, pemantang daging dan lemak ini mulai menanam gembili, suweg, ganyong, talas, kimpul, angkrik dan lainnya. ia yakin sewaktu-waktu ia akan memerlukan bahan-bahan itu tinggal mengambilnya dari kebun.



ah…mas budi
aku banyak belajar dari dia soal kue-kue, sering nyontek resepnya bahkan membeli bukunya, klo ada problem tinggal imel pasti di bales.
jadi inget onde-onde ku yg digoreng mletus,dgn senang hati si mas ini memberikan solusi
Comment by evi — September 10, 2008 @ 7:00 am
Istri saya sering bikin masakan buatku juga nyomot dari resepnya mas budi kok, selain dari mbak astri atau alm inong. thanks buat semua blogger yang memiliki semangat tinggi untuk sharing.
Comment by Nayantaka — September 10, 2008 @ 9:19 am
sabar banget yo, wong iku
Comment by nurussadad — September 10, 2008 @ 9:21 am
aku juga suka nyomot resepnya
makasih mas budi
Comment by pinkina — September 10, 2008 @ 12:14 pm
yang komen di atasku ini banyak bikin kue, mbok aku diwenehi.
Comment by bangsari — September 10, 2008 @ 1:21 pm
kesungguhan mas budi memperhatikan umbu2an dgn menanamnya itu patut ditiru oleh kita semua. ayo, kita galakkan dan jadikan gerakan nasional.
Comment by mumu — September 10, 2008 @ 1:50 pm
kyknya pernah mmpir ke blogku..
klo ga salah lho ya
bos..mudik,,,mmpir yk..???
Comment by escoret — September 10, 2008 @ 4:15 pm
lha kapan kamu mau ngajak aku nyicipin sop buntut buatanmu?
Comment by Hedi — September 10, 2008 @ 5:52 pm
wajahe mirip sampean.
Comment by yuswae — September 10, 2008 @ 8:10 pm
wah… resep masakan yah? mauu… maen2 ke blognya ah..
Comment by dimas — September 11, 2008 @ 8:01 am
wah terlambat kenal aq..
ya udah ntar lebaran pulang aq carai2 ah bukunya…
btw URLnya salah nggak mas…
kok nggak bisa aq klik?
makasih infonya ya..
met puasa n menyambut lebaran
Comment by elly.s — September 11, 2008 @ 9:17 am
kayaknya aku pernah ketemu dimana ya..??
hm hm
Comment by iman brotoseno — September 11, 2008 @ 2:12 pm
masak, menjahit, rias… wanita bisa. tapi tetep pria ahlinya.
lha mas budi ini contohnya. aku beberapa kali ambil resep di blognya
Comment by latree — September 11, 2008 @ 10:10 pm
resepna mantaB..
Comment by omith — September 12, 2008 @ 12:19 pm
beruntung kali yang jadi istrinya, dimanjain ama makanana
Comment by kenny — September 13, 2008 @ 10:56 am
duh, jadi laper, pesan 1 porsi dong yang uenak-uenak
Comment by doom bloog — September 13, 2008 @ 4:54 pm
Terimakasih sudah posting profile saya, jadi tersanjung dan membuat saya semangat untuk terus posting di blog, salam.
Comment by budi sutomo — September 14, 2008 @ 11:31 pm
linknya ko ngga bisa di klik ya mas, saya pingin mengunjungi blognya mas budi.
Comment by dewi — September 14, 2008 @ 11:35 pm
lam kenal mas Budi..makasih banyak ya..resepnya banyak kucoba..setiap aku mau masak something pasti aku compar dengan resep mas Budi dulu..
so ni aku di Stillwater jadi pinter masak berkat resep mas Budi..thank you..:)
Comment by DEWI — October 25, 2009 @ 3:47 am