
2 september tepat setahun lalu bebek pergi, ke tempat yang hanya kita bisa menyusulnya. meski ia tak bermaksud berangkat lebih dulu, namun kekuatan ombak samudera hindia memaksanya meninggalkan semuanya. tanpa lambaian tangan, apalagi ucapan selamat tinggal.
perpisahan yang tak pernah terduga. ajakannya untuk ngobrol sampai pagi aku tolak. aku menduga masih akan banyak waktu selain malam itu. dari aceh, dia sudah mempersiapkan segudang cerita. tentang kampung tiro yang belum terekspose, perempuan aceh dengan jilbabnya juga makananya.
ia sempat pula berjanji, sepulangnya dari jakarta, ia akan segera mengirimkan kopi dan dodol aceh yang konon "berbumbu". tentu saja masih banyak rencana yang ia susun yang tak pernah ia ungkapkan.
sayang sekali, ia gagal bernegosiasi dengan Tuhan. mungkin tak cukup alasan bagi Tuhan untuk menunda kematiannya.
memang kematian bisa di tunda? bisa. tergantung seberapa keren usaha kita untuk mewujudkannya.
selama ini banyak orang meyakini, lahir jodoh dan mati itu urusan Tuhan semata. kita seolah tak punya peran sama sekali pada prosesnya. padahal tak seperti itu. buktinya sekarang kelahiran bayi sudah bisa di rencanakan tanggal dan jamnya. aku yakin jodoh dan kematian pun kita sangat bisa berperan untuk menentukannya.
caranya, kita harus memahami mekanisme kerja tubuh dan alam. agar tak cepat rusak, kita harus merawatnya dengan baik. agar tetap sehat dan fit, selain olahraga tentu harus menjaga asupan makanan. bukankah tingkat kematian di negara maju lebih rendah dibanding negara miskin?
oh ya selain itu aku masih mengingat kata-kata seseorang yang pernah bertemu denganku. dia menceritakan kisah nabi ibrahim yang berjumpa dengan malaikat kematian.
malam itu, malaikat kematian mengabarkan, salah satu murid/sahabat nabi ibrahim, anak muda yang akan menikah itu akan mati besok pagi. namun sampai umur 70 tahun ia masih sehat.
nabi bertanya kepada malaikat, apakah dia berbohong waktu itu? malaikat kematian menjawab, dia memang akan mencabut nyawa anak muda tersebut, namun Tuhan menahannya. karena, menjelang pernikahannya, anak muda tersebut menyedekahkan separuh kekayaannya.
happy deathday buat bebek. selamat berpuasa, nanti petang buka bersama dimana?



dia salah satu cerita sedih dari HI. semoga diterima dengan baik disisi-Nya
Comment by bangsari — September 2, 2008 @ 8:50 am
mantabs .. ada birthday yang diperingati setiap tahun, maka deathday seharusnya diperingati juga .. tapi siapa yg mau dikasih kado dan yang meniup lilinnya nanti ??
hiii syereemmm :p
Comment by yudhiapr — September 2, 2008 @ 10:16 am
oh, udah 1 tahun ya…? tak terasa
Comment by evi — September 2, 2008 @ 10:54 am
what a perfect way reminiscing someone…
Comment by latree — September 2, 2008 @ 11:19 am
saya tak hendak bernegosiasi, tapi minta kalo boleh (dikabulkan) dipanggilnya setelah tanggung jawab saya sama anak selesai dan jangan terlalu tua, takut jadi beban buat yg lain.
Comment by pasarsapi — September 2, 2008 @ 1:27 pm
ngeri jg…...hhe
Comment by Fikar — September 2, 2008 @ 2:07 pm
selamat jalan.. jasadmu hilang.. tapi namamu tetep dikenang…..
Comment by Anang — September 2, 2008 @ 4:15 pm
Namanya bebek yaa tadinya kirain bebek beneran mas…..Lagi renungin tulisan tentang kematian yang dapat di atur…....
Comment by Rita — September 2, 2008 @ 7:05 pm
saya sepakat…. kematian adalah takdir… maksudnya manusia itu ditakdirkan PASTI MATI….
***turut mendoakan kan bebek***
Comment by Kyai Slamet — September 3, 2008 @ 1:02 am
Hmmmm turut berduka, semoga arwahnya tenang di sana
Comment by utchanovsky — September 3, 2008 @ 6:36 am
aminn
turut berduka karena si cita
Comment by nurussadad — September 3, 2008 @ 10:18 am
i hup yu fain, bebek ….
Comment by bahtiar — September 6, 2008 @ 12:55 pm
..sayang sekali, ia gagal bernegosiasi dengan Tuhan…
...memang kematian bisa di tunda? bisa. tergantung seberapa keren usaha kita untuk mewujudkannya…
keren seali kalimatnya mas..
Comment by susan — September 12, 2008 @ 2:23 pm
heya, maz bebek! yg paling tak inget… traktiran hit choco sama es krim di olala sarinah. and i never see you again afterward.
dem, usia tuh yah.
Comment by mPitzky — October 10, 2008 @ 7:27 pm