funkynya manager di pabrik kami
rabu (27/08/2008) seluruh tim di pabrik kami pergi ke dufan, ancol. berangkat dari kantor jam 10 pagi, pulangnya entah sampai jam berapa teman-teman merasa bosan. keluar kantor bareng itu biasanya berlanjut sampai makan malam. beberapa bahkan berlanjut ke karaokean.
libur? sangat tidak! kami tetap menyelesaikan pekerjaan seperti biasa. hanya saja pada waktu yang berbeda. kejadian seperti itu memang sudah tradisi sejak lama.
pernah suatu kali pergi ke pulau peucang. selain pantainya indah berpasir putih, daerah ujung kulon paling barat itu tak terjangkau sinyal. liburan 3 hari itu benar-benar sunyi dari gangguan pekerjaan.
manager kami itu orangnya funky abis. ia membebaskan waktu kerja co-workernya. tak harus mulai jam 8 dan selesai tak selesai, pulang jam 17:00. tak ada ritual pagi, mengucapkan selamat pagi setelah menggesekkan id card agar pintunya terbuka. "kualitas kerja tak ditentukan oleh lamanya berada di meja", katanya.
tak heran, suasana di ruang kerja itu muncul beragam adegan. mirip pasar malam. ada yang terburu-buru mengejar tenggat waktu, ada yang nonton dvd bajakan, main ps 2 dan tak jarang tawa cekakakan yang chating, browsing, blogwalking atau membaca postingan di milis.
(selain milis yang membahas pekerjaan, manager kami juga mengijinkan memakai server internal ini untuk milis lain. milis agratamplek untuk para pemain badminton, m2k untuk saru dan pornografi, jalan kesana untuk yang suka jala-jalan, sajadah untuk mereka yang gemar mengumpulkan pahala dan lainnya.)
ia menempatkan dirinya sebagai teman. ia menolak dipanggil pak, mas apalagi paman. namun tentu masih saja ada orang baru yang melanggarnya. dan dengan becanda ia menjawab, "mas… mas…, namaku bukan thomas.
yang paling kusuka darinya, ia sering mentraktir makan malam tanpa alasan yang jelas. "traktir ya traktir aja, tak harus dalam rangka tertentu saja kan? pulangnya kami melewati rute sama yang menuju ke rumahnya di bintaro. dan aku pun sering menumpang, dan meminta mengantarkan sampai depan kontrakan.
puncaknya, ketika teman-teman lain berisik minta pelatihan Java, Ruby, dan bahasa bahasa mesin lain, aku meminta kepadanya mengambil les yang beda. pelatihan yang tak ada hubungannya dengan pekerjaan. entah bagaimana ia mengajukan proposalnya. yang jelas aku bisa ikut les menulis. gratis, seperti mereka.
suka berbicara apa adanya. bagi yang belum terbiasa, mungkin akan shock meski sebentar saja. namun semua itu demi kebaikan bersama. seperti yang selalu ia katakan, "no company loyalty, no boss loyalty, be loyal to your profession".
sekarang dia sedang pergi, mencari ilmu lagi.


