menjadi golongan putih, apakah masih merupakan pilihan menarik untuk tahun 2009? di beberapa daerah, jatim misalnya orang-orang yang bersikap netral (tak memilih) lebih banyak dibanding yang mendukung pemilihan gubernur.
orang-orang sudah sampai pada tahap apatis. nyaris tak mempedulikan lagi siapa yang akan menjadi presidennya kelak. karena memang, siapapun presidennya, rakyatnya pasti tetap kelimpungan menghadapi masalah-masalah primer. beras, minyak, sekolah yang mahal.
dan muka muka lama pun masih tetap berseliweran berkampanye. wajah-wajah yang sudah sangat di hapal masyarakat itu bertaburan di tv di spanduk dan koran. megawati, wiranto, sby, sutiyoso dan lainnya. mereka sebenernya sudah paham, masyarakat sudah ingin sekali mengganti foto yang dipasang di dinding ruang tengahnya.
maka diguyurkanlah rayuan-rayuan, janji-janji dan angin surga. sayang semuanya sudah sampai terdengar klise karena dia yang berjanji dia pula yang mengingkari. masyarakat ternyata lebih cerdas daripada yang mereka perkirakan.
mendengar sesuatu yang klise itu sebagian besar masyarakat jengah.
momen ini lalu dimanfaatkan mereka yang mengerti apa yang masyarakat mau. rizal malarangeng dan sutrisno bachir misalnya. isu yang mempersoalkan usia tua muda mencuat. selain tentu saja isu perubahan.
ada suasana segar, ada wajah-wajah cool diantara wajah-wajah keriput. ibu-ibu muda senang dengan kehadiran mereka. juga anak-anak muda karena mereka bisa langsung berinteraksi melalui facebook atau blog. namun kelompok ini masih kecil jumlahnya.
bagi mereka yang masih menjadikan televisi sebagai media informasi utamanya, mereka akan bertanya-tanya? sia dia, kok tiba-tiba nongol. akankah dia benar-benar mengusung aspirasi rakyat, atau seorang oportunis kesiangan?
belum teruji. waktu yang akan membuktikan.



saya pilih ndorokakung for president!
eh kok balik ksini lagi, mas?
Comment by edy — August 8, 2008 @ 2:20 pm
lama gak nulis, sekalinya nulis kok ttg politik…hehehe…
Comment by pinkina — August 8, 2008 @ 4:01 pm
saya milih sampeyan mas. KW untuk Presiden BHI [mas bah, sampeyan siap siap lengser yo.. 2009 kan ada pemilu BHI]
Comment by nothing — August 8, 2008 @ 6:14 pm
Keluarga saya cuma masang foto Gus Dur.. sampe sekarang, fanatik soalnya
Comment by Nazieb — August 8, 2008 @ 6:35 pm
Mereka yang sedang nyari job sampingan…
Setidaknya ntar buat acara HUT daerahnya gak perlu nyari yang lain, biar mereka yang jadi bintangnya… Lumayan menghemat APBD
Comment by nurussadad — August 8, 2008 @ 8:49 pm
ah golput sampai mati!
Comment by Hedi — August 8, 2008 @ 9:00 pm
golput. I trust no one.
Comment by venus — August 9, 2008 @ 8:10 am
Sik, tak ngitung benik sik
Comment by Dony — August 9, 2008 @ 7:31 pm
memilih pemimpin juga punya tanggung jawab yg besar lho…
Comment by Adam Sundana WeBlog — August 9, 2008 @ 11:00 pm
no one alias golput saja ah….
Comment by Fikar — August 10, 2008 @ 1:20 pm
nunggu hari H aja…........Habsen..!
Comment by gambarpacul — August 10, 2008 @ 7:34 pm
GOLPUT….saya ndak peduli mau jadi apa bangsa ini…
Comment by Kesambet — August 10, 2008 @ 9:07 pm
aku milih iwan fals wae dadi prisiden…kekekke
Comment by escoret — August 11, 2008 @ 3:29 pm
saya pilih yang muda, murah senyum (bibirnya tidak tertarik gravitasi bumi)dan tahu dengan benar bagaimana memimpin negeri ini dengan segala potensi yang dimiliki….
Chaiyo…
Comment by nessy — August 11, 2008 @ 8:06 pm
Hualaah, selalu begitu dari pemilu satu ke pemilu berikutnya. Ada kompartemen yang menarik dan analogis. Kampanye dan kebodohan. Kampanye yang secara teknis selalu sama dari tahun ke tahun, hanya muncul dalam berbagai versi. Yang berbeda mungkin di kompartemen yang kedua. Kebodohan. Kukira bangsa kita terlalu pintar untuk terus-terusan dibodohi. Apa iya kalo yang menggagas ingin menjadi presiden masih wajah-wajah lama dengan kosmetik yang sedikit dipoles, bangsa kita masih terbengongbengong dan menjura? Kita lihat nanti. Golput bukan berarti tidak memilih. Tapi memilih untuk tidak memilih, begitu kata orang bijak…
Comment by Rabindra'Sahara — November 27, 2008 @ 10:29 pm