sebenarnya kita bisa hidup tanpa makan sama sekali. tak masuk akal? mari kita tengok kesadaran orang-orang tentang makanan. pada jaman batu, orang lapar makan apa saja yang penting kenyang. belum ada pemahaman tentang gizi, vitamin dan seterusnya.
manusia berkembang, lalu kesadaran tentang makan pun meningkat. orang-orang makan tak lagi berdasarkan banyaknya porsi. namun sudah memikirkan kualitasnya. sehingga dengan porsi yang lebih sedikit, semua gizi yang diperlukan tubuh terpenuhi.
ternyata ada kecenderungan keinginan manusia modern yang berfikir maju dan sadar akan hakikat makan selalu ingin mencari unsur yang lebih halus dan ringkas dari sebuah proses makan.
adanya teknologi, memungkinkan manusia memahami, ternyata ada yang lebih lembut lagi. misalnya materi yang biasanya diformulasikan ke dalam cairan infus atau susu bayi seperti AA, DHA, Spyngomyelin dan sejenisnya.
andai kita hanya mengkonsumsi zat-zar superhalus itu setiap hari, tentu gigi kita lebih awet. waktu makan siang yang kadang sering bingung mau makan apa, bisa dipakai untuk melakukan hal yang lebih keren.
asyiknya lagi mungkin tak perlu toilet yang berderet-deret seperti yang ada di salah satu pom bensin pantura yang mencatatkan rekor muri sebagai pom bensin yang terbanyak toiletnya.
konon Sosrokartono, kakak kandung RA Kartini ini adalah salah satu orang yang bertahun-tahun tak pernah makan. hanya sesekali makan secuil cabe rawit atau sesendok santan. konon lagi, ia adalah orang yang mampu menyerap nutrisi langsung dari alam yakni air.
tanpa sadar, ternyata kita berendam dalam air yang sangat halus. kita seperti ikan yang berenang di dalam lautan oksigen. kita mahfum, O2 adalah bagian ikatan yang lembut dari komposisi H2O.
lalu bagaimana caranya untuk bisa "menyerap" nutrisi yang terkandung dalam udara? dengan teknik pernapasan. menurut mas dodhy, pada prinsipnya sama dengan mengunyah makanan biasa. harus diperhatikan jangan sampai asal-asalan dan tersedak.
pada gerakan nafas, setiap aktivitas seperti marah, senang atau sedih akan berdampak langsung ritme pernafasan kita. andai aktifitas itu sampai mengacaukan irama nafas, maka ketidakstabilan ini mirip orang makan yang dak di kunyah dengan benar. meski mengandung banyak gizi, akhirnya tetap saja merusak peralatan tubuh: ginjal, jantung dan teman-temannya.
senin orang islam mulai puasa ramadan. sebenarnya perintah puasa itu seakan-akan setiap hari. coba saja gabungkan ajakan puasa nabi Muhammad untuk puasa senin kamis digabung dengan puasa nabi dawud ditambah tiga hari puasa tengah bulan, puasa awal dan akhir bulan sepereti Syawal, Rajab, nisfu sya’ban.
andai semua menerapkan, bisa jadi tak akan pernah ada istilah wisata kuliner saat ini.
andai mau beli printer, sebaiknya tengoklah situs resmi
selama ini banyak beredar persepsi, memakai printer refil lebih hemat dibanding tinta original HP. apalagi kalau bukan karena harganya yang murah. memang, kenaikan harga-harga turut mendorong daya beli masyarakat ke titik lebih rendah. namun mengurangi bajet untuk pembelian tinta, tentu keputusan yang keliru.

