<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: bilangan fu: 0 dan satu</title>
	<link>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/</link>
	<description>hidup yang singkat, mari kita rayakan</description>
	<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 05:59:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: resti</title>
		<link>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6646</link>
		<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 15:50:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6646</guid>
					<description>bilangan fu bacaan yang berisi... walaupun ada beberapa bagian yang terasa terlalu berpanjang-panjang. Secara keseluruhan very recommended book. Membuka cakrawala cara berpikir yang bukan hanya satu cara pandang.  </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>bilangan fu bacaan yang berisi&#8230; walaupun ada beberapa bagian yang terasa terlalu berpanjang-panjang. Secara keseluruhan very recommended book. Membuka cakrawala cara berpikir yang bukan hanya satu cara pandang.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ayayay</title>
		<link>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6637</link>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 12:38:53 +0100</pubDate>
		<guid>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6637</guid>
					<description>gw malah kok jd krg respek ya ngliat resensi nya yg brusan d atas... soalnya dy mngannggp smw agma adl sama sih... it kn mbwt bleur kbnrn yg hakkiki... huhu :(
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>gw malah kok jd krg respek ya ngliat resensi nya yg brusan d atas&#8230; soalnya dy mngannggp smw agma adl sama sih&#8230; it kn mbwt bleur kbnrn yg hakkiki&#8230; huhu <img src='http://fanabis.blogsome.com/wp-images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: sicakep</title>
		<link>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6629</link>
		<pubDate>Wed, 05 Aug 2009 00:55:50 +0100</pubDate>
		<guid>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6629</guid>
					<description>om kata yg itu (bergoler-goler) itu dr bhs. sunda.. gogoleran=tidur-tiduran.

sy juga baca Bilangan Fu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>om kata yg itu (bergoler-goler) itu dr bhs. sunda.. gogoleran=tidur-tiduran.</p>
	<p>sy juga baca Bilangan Fu.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: baox</title>
		<link>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6593</link>
		<pubDate>Mon, 27 Apr 2009 10:46:18 +0100</pubDate>
		<guid>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6593</guid>
					<description>Aneh...tapi itulah jawaban mengapa karya sastra ini disebut sebuah karya...
dari SANGawam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Aneh&#8230;tapi itulah jawaban mengapa karya sastra ini disebut sebuah karya&#8230;<br />
dari <span class="caps">SAN</span>Gawam.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: cika</title>
		<link>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6587</link>
		<pubDate>Thu, 23 Apr 2009 06:52:32 +0100</pubDate>
		<guid>http://fanabis.blogsome.com/2008/07/13/bilangan-fu-0-dan-satu/#comment-6587</guid>
					<description>NOvel Ayu Utami memang selalu menawarkan pemikiran-pemikiran yang lebih, tidak sekedar hiburan dangkal yang muncul di permukaan.Seperti halnya Saman dan LArung, novel ini cukup pantas mendapat acungan jempol. Namun kalau boleh saya berpendapat, Ayu Utami beranggapan bahwa &quot;agama langit&quot; gagal menyelamatkan wajah bumi, karena Ia sendiri gagal memaknai agama &quot;langit&quot;. Ia menyamakan agama dengan &quot;dogma&quot;. Bagi saya, agama sama sekali bukan dogma. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>NOvel Ayu Utami memang selalu menawarkan pemikiran-pemikiran yang lebih, tidak sekedar hiburan dangkal yang muncul di permukaan.Seperti halnya Saman dan LArung, novel ini cukup pantas mendapat acungan jempol. Namun kalau boleh saya berpendapat, Ayu Utami beranggapan bahwa &#8220;agama langit&#8221; gagal menyelamatkan wajah bumi, karena Ia sendiri gagal memaknai agama &#8220;langit&#8221;. Ia menyamakan agama dengan &#8220;dogma&#8221;. Bagi saya, agama sama sekali bukan dogma.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
