
untuk bisa fun, tak harus mahal. aku telah membuktikannya kemarin. dengan biaya seporsi kopi yang bergelas kertas, aku bisa menikmati pemandangan alam yang memberikan sensasi fenomenal.
sabtu subuh kami bertiga berangkat ke situ gunung, sukabumi jabar. dari kabar yang berseliweran, tempat ini begitu banyak direkomen orang. dari terminal lebak bulus kami menumpang bus agramas sampai di baranangsiang. dari sinilah sebenarnya petualangan wisata itu telah berawal.
kami naik colt 70an yang sudah kusam, catnya terkelupas berganti warna karat. rupanya angkutan rakyat ini yang ke sana belum banyak. minibus ini mengangkut lebih banyak dari kursi yang di sediakan. aku terpaksa memangku anaknya ibu-ibu, cukup lama.
pak sopir yang berjaket jean warna biru terus menyerocos memakai bahasa sunda yang aku agak susah memahami maksud kata-kata selain, aing, budak dan nyatu. berbarengan dengan itu asap terus mengepul dari mulutnya yang membiru.
perjalanan selama 3 jam an itu benar-benar memacu adrenalin melebihi ketika aku ke ancol naik kora-kora atau niagara. pada jalan naik turun itu, pak sopir terus memacu laju kecepatan mobil yang mirip rongsokan gerobak itu.
suara derit, keriyet dan hentakan yang entah dari bagian mana menambah suasana lebih seru. aku sempat bertanya-tanya, inikah jalan lempang menuju surga itu? benar andai salah satu rem atau gasnya putus di atas jalan yang lekak lekuknya tajam dan di sebelah kirinya jurang.
seperti orgasme, kami bertiga sampai juga di pintu gerbang situ gunung. melihat sekeliling yang ada hanya hamparan pepohonan hijau yang daunya tak bisa ditembus matahari. ada dua tempat objek yang biasa dikunjingi: situ gunung dan curug cinumpang.
untuk sampai kesana, ada tukang ojek yang akan mengantar. namun kami lebih baik jalan kaki, menyusuri jalanan (trekking) sambil menatap pepohonan dan tetumbuhan unik lebih menyenangkan. suara-suara burung, serangga dan hewan alam lain terdengar.
di situ yang berada di puncak gunung itu kami bisa mendayung dan melepas pandangan ke tengah danau. tampak beberapa keluarga sedang lesehan, sebagian lain tiduran. beberapa pasangan membentuk kelompok-kelompok yang tiap anggotanya berjumlah dua orang.
kami melanjutkan ke situ sawer yang berada di daerah cinumpang. rute trekingnya lebih menantang. jalan menyempit dengan tetumbuhan yang lebih pekat dan lebih jauh. di curug setinggi nyaris 50 meter inilah kami menikmati percikan air terjun yang telah berubah menjadi uap.
sayang aku masih malu telanjang, sehingga tak bisa berendam di air yang beningnya secemerlang kristal. masih ada dua curug di atasnya ini. air terjun kembaar dan air terjun yang belum di dibuka untuk umum.
kapan-kapan kami akan kesana, menginap dengan menyewa rumah-rumahan yang berada di kawasan perkemahan. atau bermalam dengan tenda di pinggir kali, sambil mencatat kelebatan inspirasi yang lewat.



dgn kondisi spt itu, sepanjang jalan ndak muntah2?
Comment by Luthfi — July 6, 2008 @ 1:21 pm
untung selamet kowe
Comment by Anang — July 6, 2008 @ 1:28 pm
biasanya yg ke situ pake rombongan motor, mas. aku udah sekali. btw, yg kamu pangku udah abg ya?
Comment by Hedi — July 6, 2008 @ 1:37 pm
wah terakhir kesini itu tahun 93 pas ada acara technicamp
Comment by mikow — July 6, 2008 @ 1:48 pm
Sejak kapan kamu malu telanjang? Katanya mantan fotomodel majalah Playboy?
Comment by ndoro kakung — July 6, 2008 @ 9:20 pm
How can i forget this place..remembering when we kissed softly…
Comment by iman brotoseno — July 6, 2008 @ 10:43 pm
antownholicontest#3 sudah dibuka. Gratis…tis…tis, semuanya bisa ngikut. Please visit my blog.
Comment by antown — July 7, 2008 @ 2:42 am
kayaknya asyik banget….....
Comment by evi — July 7, 2008 @ 7:19 am
wah….kayak ceritane Joko Tarub mwngintip Nawang Wulan mandi di telaga…
Pada air ia berkaca,
Membayangkan kekasih,
Bersandar pundak di sampingnya,
Terdengar air memercah,
di dalam lingkaran air…..
Comment by Ndoro Seten — July 7, 2008 @ 8:13 am
aku kemaren ke parangtritis mas…
Comment by latree — July 7, 2008 @ 8:40 am
wohh…
insting ndoyokku terusik!!
msaukkan waiting list
Comment by zam — July 7, 2008 @ 10:13 am
>> sayang aku masih malu telanjang..
Set dah… pake celana pendek aje kaga apa2 kali mas!
Comment by nonadita — July 7, 2008 @ 10:20 am
aku seneng air terjuuuuunnnnnnnn …..
mupengggggggggg….....pengennnn….....
/*baca commentnya mas iman, kok gimanaaaa gitu
Comment by pinkina — July 7, 2008 @ 1:15 pm
eh..mas…itu di fotonya yg lagi mandi siapa? bukan bidadar yg turun dri langit kan?
Comment by susan — July 7, 2008 @ 5:49 pm
tanggung kang wis tekan nggone ora nyemplung..
Comment by gambarpacul — July 7, 2008 @ 8:39 pm
keknya perlu waktu agak lama deh disana… untuk inspirasi novelnya
Comment by mr.bambang — July 7, 2008 @ 11:41 pm
hiyaa…. liat fotonya jadi pengen ke sana.
dari baranang siang langsung turun di depan gerbang?
Comment by artja — July 8, 2008 @ 11:38 am
Life is beautiful
kukira deket, trnyata masih jauh bang
Comment by sagung — July 8, 2008 @ 4:19 pm
dari bogor ke sukabumi 3 jam? macet buanget tah?
menderita amirrr
Comment by wieda — July 9, 2008 @ 6:22 pm
yang penting melihat yg hijau2 bisa menghilangkan stress
Comment by Adam Sundana WeBlog — July 10, 2008 @ 5:19 pm
Sonriendo ante la vida, usted se sentirá mundo realmente buena!
Comment by coach stores — December 13, 2010 @ 10:29 am
Youre on top of the game. Thanks for sahrnig.
Comment by Sugar — July 3, 2011 @ 10:14 pm
7JZo7U obnnytjrxvsm
Comment by eeijelgd — July 7, 2011 @ 5:37 pm
A7sCuw , [url=http://ehdhhrtjqlek.com/]ehdhhrtjqlek[/url], [link=http://agivljmtblrv.com/]agivljmtblrv[/link], http://nczoqhgmxqbc.com/
Comment by brebiu — July 8, 2011 @ 9:05 pm
One acknowledges that humen’s life is expensive, however different people require cash for various stuff and not every person gets big sums money. Therefore to receive quick loan or term loan would be a right solution.
Comment by Payne28Ruby — August 31, 2011 @ 9:23 pm