keinginan besarku yang sulit terwujud adalah menjadi pengkutbah. cuap-cuap di atas mimbar, di kangeni ibu-ibu muda dan pulang di sangoni amplop. makanya dulu aku sempat ikut kelompok pengajian di sekitaran jl radio dalam, jaksel.

sayang, baru pertemuan pertama, aku diusir. terlalu banyak bertanya alasanya. cita-cita muliaku terempas dan putus tapi tak di rundung malang.  (kan masih ada blog)

padahal tak akan banyak yang ingin aku sampaikan. singkat saja. makin lama makin banyak mudharatnya, hanya akan melenakan jamaah terkantuk-kantuk, yang lain ingin segera makan siang. apalagi yang shalat jumat di basement tak ber ac.  karena tak pintar beretorika, aku akan mengatakan apa adanya.  

1. jangan pernah mengemis, apapun bentuknya agar dunia tampak lebih indah. tak ada lagi ibu-ibu berjilbab membawa map yang siap mencegat di pintu keluar di pameran buku, kantin, mal, jembatan penyeberangan, halte dan di teras kost.  mengemis itu lebih hina dari "melacur".

celakanya belum ada satupun tempat pelatihan bagi para calon pengkhutbah yang mendoktrinasikannya.

2. kepada kalian para pemuda calon penghuni kampung surga sivana, lebih baik melakukan kegiatan atau aktivitas yang nyata. mengajar anak-anak gembel membaca, memberi pinjaman kepada tukang gorengan atau  membersihkan got misalnya.

tak perlu ikut kegiatan yang tak masuk akal dan tak real: pelatihan teknis menghadapi kaum salibis, seminar cara instant menuju makrifat atau dzikir massal dari satu lapangan ke masjid raya lainnya. cara memuliakan Tuhan tidak dengan hanya duduk, bergumam dan menangis.

kau maki pun, Tuhan tak akan kehilangan sedikit juga kemahaannya.

3. kepada pra isteri dan saudari,  tak usahlah membungkus rapat auratnya andai hatinya telanjang. sehingga tak ada lagi postingan blogger yang kecewa karena memperoleh salam jari tengah  atau  perempuan berjilbab yang tak mau menggeser pantatnya sesenti pun di metromini .  

4. dan yang terpenting, (meski kita sudah paham) yakni melenyapkan sifat egois, mementingkan diri sendiri. lepaskan keyakinan yang selama ini terlalu berbau aku: ajaranku yang paling benar, hanya kelompokku yang masuk surga dan seterusnya.