sudahkah kalian mendengar kabar ini? masyarakat sedang sakit. aku yakin setelah melihat perilaku mereka yang tinggal di samping rumah (kontrakan), di koran, tipi, radio dan lainnya.
mereka itu nyaris semua mempunyai masalah yang sama: ingin memperoleh uang dengan cara instan. mereka tak sabar, tidak mau melewati proses yang semestinya, dan malas bekerja cerdas. sehingga cara setakmasuk akalpun akan mereka tempuh. logika mereka seolah hilang.
telah ratusan kali aku mendengar penipuan berkedok undian. temanku, buruh di sekuritas memperoleh sms yang mengabarkan dia menang undian mobil keren. syaratnya dengan membeli pulsa dan mengirimkan digit angka sandinya sebanyak enam puluh kali @ 100 ribu.
dan undian bukan penipuan pun selalu sukses, baik via kuis sms, mengirimkan label produk dan seterusnya.
masalah seperti ini konon hanya ada di negeri-negeri yang masyarakatnya masih saja antri saat beli nasi. di negeri yang nenek moyangnya matahari, dagangan kuis-kuisan yang spekulatif ini jeblok.
banyak uang memang menggiurkan. namun adakah cara yang benar-benar isntant? kalau pun ada berapa besar kemungkin terwujudnya? banyak beredar memang tawaran yang memikat melalui seminar-seminar cara cepat menjadi kaya. melalui buku-buku yang mengusung tema revolusi financial. bahkan pernah aku liat di tv, cenayang yang akan mengirimkan manteranya agar cepat kaya via sms .
mental masyarakat kita tak pernah berubah. sejak dulu kala era babi ngepet sampai internet. ini bukan soal keterbelakangan masyarakat atau kurangnya pendidikan. andai lupa, aku ingatkan peristiwa penggalian di situs bersejarah di bogor oleh menteri agama. atau perburuan mitos harta karun di bank-bank swis.
banyak yang telah menjadi korban. namun aku yakin, peristiwa tragis itu akan tetap terus berjalan.


