witing tresno jalaran soko kukilo*, kulino maksudnya sudah banyak terbukti, bahkan saat ini sedang menjadi bahasan paling panas di blogsphere. dan tukang kopi yang satu ini juga sangat meyakini.

namun seperti yang di tuliskan di blognya, untuk sementara ia ingin sendiri, lagi malas bikin komitmen lagi.

tukang kopi, atau yudis ini seorang idealis dan perfeksionis. sekarang ini, dengan ratu kopdar (versi dagdigdug) sedang menyelesaikan novelnya yang sudah di tunggu penerbit.

karena ingin tulisannya sempurna, yudis sering mendapat “omelan” dari pasangan nulisnya karena sudah tak sabar ingin meneruskan kisah selanjutnya.

model penulisan ini cukup keren. mereka nulis bergantian seperti dialog. bab satu yudis yang nulis, bab dua ratu kopdar, terus begitu. sampai sekarang sudah kelar kira-kira 75 persen.

sejak sebelum kuliah, yudis yang ternyata arema ini sudah jau-jauh mempersiapkan diri untuk tak mau menjadi pegawai. ia ingin menjadi pengusaha. dan mulailah ia mewujudkannya dengan mendirikan chicken first.

setiap pagi mulai jam 3 ia harus keluyuran ke pasar, bergelut dengan ayam-ayam potong yang lalu di setorkan di supermarket-supermarket. kenapa tak malu, padahal kalau mau ia bisa bekerja di tempat yang orang lain anggap lebih elit, tanya pegawainya.

ia menjelaskan, ia sedang belajar. mengikuti tokoh favoritnya mario teguh, "loncatlah dari gedung tinggi dan tumbuhkan sayapmu di perjalanan". intinya tak usah mikir terlalu lama.

yudis, pebisnis muda yang baru punya pengalaman bisnis ternak ayam kampung di bandung itu sayapnya patah.

karena salah manajemen dan client yang nakal ia harus menjalani kehidupan pada titik yang paling rendah. usaha itu bangkrut dan ia harus menanggung beban hutang puluhan juta.

hebat, menghadapi itu semua, ia tetap berpikir positip. “Tuhan masih sayang sama saya, itung-itung pengalaman hidup” katanya.

sejak saat itu idealismenya roboh. ia menjadi tukang kopi di sebuah gerai. dan di sinilah ia jatuh cinta pada perempuan temannya. sayang cintanya menabrak ruang kosong.

entah apakah ini alasannya untuk memilih tak sedang ingin membuat komitmen lagi. menurutnya dengan blog barunya ia ingin memulai mengenalkan personal brandnya yang baru: lelaki yang agak brengsek.

entah apa alasannya, laki-laki yang berulang tahun di bulan november itu sebenarnya orang yang begitu baik, santun dan sholeh. buktinya, ia saat ini mempunyai adik asuh yang sudah kuliah.

saat ini, ia sedang bekerja di pabrik pengeboran minyak di negeri ini. namun hal itu tak membuatnya nyaman, ia mentargetkan, dua tahun lagi ia akan berhenti dan memulai bisnis baru.

pendapatnya mengenai suka dukanya menjadi pegawai dan pengusaha ia menjelaskan singkat. “menjadi pegawai itu egois, mikirin gaji buat sendiri. kemungkinan untuk menolong orang hanya sebatas besaran gaji.

kalau jadi pengusaha otomatis harus memikirkan orang lain. dan yang lebih penting harus  selalu tawakal, tabah dan berani. di sini campur tangan Tuhan sangat lebih terasa.

sangat manis bukan?

(*kukilo:burung

blogger lain