masih saja, blogger dipandang remeh. mereka, para blogger itu meski postingannya sekeren nominator nobel sastra, seinspiratif chiken soup atau seremeh cerita anak playgroup tetap saja dianggap bukan penulis.
penganganggap itu merasa perlu menasehati kepada para blogger itu agar menseriusi tulis menulis dan menjadikanya karir. sehingga kelak menjadi penulis profesional. seperti dokter misalnya.
harapannya, para blogger itu tertarik dengan tawarannya untuk ikut les menulis dan menerbitkan buku dan mendapatkan uang. dia lupa, hakikat sebenarnya siapa blogger itu.
mereka adalah orang-orang yang sedang merayakan kegembiraan seolah ucapan terimakasihnya kepada teknologi yang telah menjadikan menulis menjadi mudah, murah dan fun. tak perlu sensor dan ribet dengan urusan keredaksionalan yang statis.
blogger seolah melawan dan meledek aturan yang di buat oleh sekelompok komunitas yang menyebut dirinya penulis. blogger bebas mengekspresikan apa yang di rasa dan pikirkan. dengan bahasa tidak baku dan suka-suka si pemilik blognya.
justru di situlah kekhasan sebuah blog. beda! ide, cara menuturkan dan style nya tak pernah bisa ditemukan di media konvensional yang tertib, rapi namun dingin dan datar.
dan sebagian besar mereka berorientasi bukan uang. meski sebagian kecil ada yang memang berburu. namun lebih banyak yang andai blognya bisa mendatangkan uang itu adalah bonus.
jadi email yang dia kirimkan di sebuah milis itu ibarat menggarami laut. para blogger itu sedang berpesta, tak ingin dibebani apa-apa.



setuju!! kalau di blog, orang bisa baca tulisanku asli sli sli….
dan itu lebih memuaskan.
meskipun ga bisa bikin orgasme
Comment by latree — June 24, 2008 @ 6:24 pm
amin. nge-blog itu pilihan! dan pilihan yang sangat menyenangkan!
Comment by hanny — June 24, 2008 @ 6:24 pm
Bloger memang bukan penulis, Kang.. tapi pengetik
Comment by Nazieb — June 24, 2008 @ 6:45 pm
Yang jelas, bukan trend sesaat!
Comment by doc_wong — June 24, 2008 @ 7:02 pm
“dia” itu “peduli” sekali ya ma blogger?
Comment by nadya — June 24, 2008 @ 7:41 pm
wah2 …. ada apa ini?
Comment by Luthfi — June 24, 2008 @ 8:44 pm
oo… siapa dia? sakkarepku to, arep nulis mutu atau gak mutu. justru karena aku gak bisa menulis di media konvensional, maka bloglah yang jadi pilihan
Comment by Nayantaka — June 24, 2008 @ 10:24 pm
ntar namanya bukan blogger lagi dong ya klo terlalu banyak aturan nulis
Comment by kenny — June 24, 2008 @ 10:25 pm
blogger dipandang remeh, tapi justru tulisannya sering dijiplak buat bikin buku…jadi, siapa yang remeh sekarang?
Comment by Hedi — June 24, 2008 @ 10:30 pm
hehehe walaupun belum bisa disebut sebagai sebuah tulisan, tapi seru bisa nulis di blog.
walaupun dibilang cuma karna ngikutin trend tapi yang penting nulis. mo di baca ato nggak ma orang juga cuek. di situlah serunya ngeblog menurut saya.
huhuhuhuhuhu
salam.
Comment by bedh — June 25, 2008 @ 3:40 am
saia selalu belajar dan melatih menulis di blog. menikmati mengetik kata demi kata yang tersusun hingga menjadi sebuah tulisan yang menurut saya sendiri sering belum puas. hingga akhirnya terus menulis dan menulis lagi.
salam hangat,
eriek
Comment by Eriek — June 25, 2008 @ 7:16 am
ooooooooooh…....hmmmmm…..ya…....
Comment by endang — June 25, 2008 @ 8:20 am
oh ya..jadi ingat ada yang bilang, jadi blogger perofessional dan nulis dimana mana, pendapatannya bisa 2 digit..
Lha sebenarnya yang nganggap blogger itu penulis khan kebablasan..blogger cuma orang curhat he he
Comment by iman brotoseno — June 25, 2008 @ 9:37 am
Blogger emang belum tentu penulis…..;
tukang ngetik tp
Comment by Fikar — June 25, 2008 @ 10:26 am
kepedulian pada blogger pemula tugas siapa ya?
isu semacam inilah yang ‘membunuh’ kawan2 pemula itu
belajar mengasihi sesama blogger gampang kan
dan besar pahalanya . . .
Comment by ebeSS — June 25, 2008 @ 10:31 am
blog bukannya diary online?
jadi nulisnya suka – suka ga suka ya harus suka kalo ga suka ya ga komen heueheeu
Comment by leah — June 25, 2008 @ 11:07 am
setuju, Kak
hidup blogger =P
ak jg senang nulis blog, even sekedar hal-hal kecil aja c.. meluangkan uneg2 dan inspirasi, informasi =)
berbagi ke yang lainnya
Comment by Priscilla — June 25, 2008 @ 12:26 pm
lha piye sih? blogger kan memang bukan penulis. kalo satu saat jadi penulis beneran, ya itu cuma bonus. halah sing penting seneng lah bisa curhat dan nambah temen
Comment by venus — June 25, 2008 @ 3:47 pm
yah yg pengen nulis dooang sih ta akuin blogger. nah kalo yg blognya udah dijadiin buku trus posting di blognya mandek, bukan blogger lagi. komersil…...
Comment by oscar — June 25, 2008 @ 8:45 pm
ngeblog ituh sebuah terapi jiwa
:D
Comment by sluman slumun slamet — June 25, 2008 @ 11:46 pm
kalau blogger yang penulis gimana? yang menganggap blog adalah sisi lain dari tulisan-tulisannya yang biasa serius? mikir
Comment by cK — June 27, 2008 @ 7:28 am
(satu ide dengan cK)
Karya tulis saya sehari2 di pekerjaan beda buanget lhooo dengan tulisan di blog2 sayah…
Ngeblog itu.. dokumentasi proses pencarian.
Comment by nonadita — July 1, 2008 @ 8:01 pm