aku tak ingin menghuni keraknya neraka
kiamat akan datang pada hari jumat. abu hurairah z meriwayatkan dari nabi muhammad. jumat hari ini belum, kita masih bisa posting, blogwalking dan flirting. jumat minggu depan? bisa jadi juga belum. andai iya,…..
di sebuah blog, sebuah postingan meributkan kehalalan sebuah produk makanan yang rasanya enak, berkelas dan sangat populer. tentu sikap yang bijak, mereka sangat aware, tak sudi secuil pun barang haram masuk ke dalam tubuhnya.
meski mereka mendasarkan putusannya hanya pada selembar kertas label halal dari sebuah organisasi yang paling paham soal keimanan dan moral. aku ingin meneladani sikap mereka itu.
namun aku ragu apakah bisa, karena aku tinggal di jakarta. aku masih suka membeli pasta gigi di carefour yang konon keuntungannya dipakai untuk mendanai perang melawan islam.
berangkat kerja, naik jialing buatan orang-orang china yang tak bertuhan. blogging menggunakan operating system windows (bajakan) yang semua orang paham kepunyaan paman bill yang berdarah yahudi.
di kantin, di depan lift, di mall, di antrian tiket film, begitu banyak belahan dada dari perempuan yang dibungkus baju transparan yang terpaksa tak bisa dilewatkan.
belum lagi masih hunting ke glodok mencari dvd film-film dan software bajakan buatan orang-orang di negeri "gila" dimana persetubuhan liar orang berkelamin sama disyahkan.
aku tak ingin menjadi penghuni di keraknya neraka. tolonglah. aku harus bagaimana?



Ngeblog ae Mas…..
Halal Kok….suwargo katut neroko pek’en dewe….
Comment by pema — June 20, 2008 @ 11:11 am
hihi terpaksa toh mas… :p saya juga deh kepaksa…
Comment by suprie — June 20, 2008 @ 11:12 am
nge-blog jg haram lho, aku udah tanya ke ustad2 di eramuslim dan hidayatullah. hihihi
Comment by mumu — June 20, 2008 @ 11:17 am
Justru itu kan masalahnya? Selamat di dunia dan akhirat yang di cari. Gimana caranya, ya TUHAN dah ngasih semua tools nya. Silakan cari sendiri dan yang cocok di mulut-hati-pikiran. Selanjutnya biarkan TUHAN yang menentukan. Do the best!
Comment by pasarsapi — June 20, 2008 @ 12:56 pm
sampeyan masih nyadar dan rumongso, berarti sampeyan bukan (calon) penghuni neraka…
Comment by Hedi — June 20, 2008 @ 1:07 pm
yeah…pokoknya berusahalah
Gusti Allah tau niat kita baik kok
Comment by evi — June 20, 2008 @ 1:59 pm
kl sekedar pake produk buatan lain agama (atau tak beragama) gapapa kan? yang pengting bukan najis…
kl sudah menyadari hal2 yang kira2 bikin dosa mustinya sadar juga untuk ninggalin kan…
Comment by latree — June 20, 2008 @ 4:15 pm
Yang penting itu kan niatnya..
Innallaha ma’asshabirin..
Comment by Nazieb — June 20, 2008 @ 7:21 pm
tobat yuk, tapi nanti..kalo dah pgn
Comment by balibul — June 20, 2008 @ 8:45 pm
waduw, trus gimana donk?
brarti pake pulpen yang buatan china juga dilarang…pake hengpong buatan finlandia ato amerika juga gak boleh…huhu..kembali ke jaman batu
Comment by wennyaulia — June 21, 2008 @ 5:27 am
Sound system di Mesjid Harram Makah juga buatan orang kapir. Arsitek Istiklal juga bukan Muslim, jadi urusan yang begitu ga usang pusing, aku juga pernah jadi SVP projeck pembangunan Gereja.
Comment by ubadbmarko — June 21, 2008 @ 8:29 am
kok ruwet banget to?
Comment by dilla — June 21, 2008 @ 9:55 am
wakakakakakak…..
tambaaaaah pusiiiiing nih… sering-sering baca Alquran, di pahami dan diamalkan mas biar gak salah arah… (sok tau banget gak sih)
Comment by Parta — June 21, 2008 @ 11:00 am
andaikan manusia tidak mengenai perang, apa yang terjadi?
Comment by quelopi — June 21, 2008 @ 3:40 pm
ya jangan berpikiran sempit.. yang penting niat kita aja.. kita kan bukan berniat untuk menghancurkan negara or agama kita dengan membeli produk mereka kan?? tapi kalo ada alternatif produk buatan muslim, ya kita usahakan untuk memilih produk itu..
Comment by ridu — June 21, 2008 @ 10:26 pm
ah…..jalani ajalah sebaik2nya yg bisa kita pikir…....
Comment by endang — June 23, 2008 @ 11:02 am
wahhhhhhhh…......... no comment ahh..
Comment by susan — June 24, 2008 @ 1:01 pm