aku menjadi salah satu orang yang terpilih memperoleh fasilitas kartu xxx dari sebuah bank. itu kata perempuan dari seberang sana. bukan kartu kredit, namun kartu yang bisa dipakai belanja yang cara membayarnya dengan cicilan tetap. tanpa bunga dan berlaku seumur hidup.
entah sudah beredar kemana saja identitasku. sebelumnya juga pernah ada yang menyodorkan paket liburan yang konfirmasinya hanya via telepon. benarkah aku memang membutuhkan?
saat ini para kapitalis itu mirip teroris. tiap hari mereka mencipta kebutuhan baru. mendesakkan ke orang-orang untuk memakai produknya. mereka mengepung dari seluruh arah.
di televisi, di radio, di koran, di majalah, di tabloid, di selebaran. di billboard, di spanduk, di poster di kanan, kiri, melintang di sepanjang jalan. di lift, di sms hp, di telepon langsung, di milis, di yahoo messanger.
kita benar-benar kesulitan untuk berpaling. sehingga kita dengan suka rela membenarkan persepsi mereka lalu mengikutinya takzim.
untuk kebutuhan toiletris misalnya. sabun mandi saja tak cukup satu. kulit di pantat berbeda dengan kulit wajah, maka tambah satu lagi kebutuhan untuk untuk membersihkan wajah dengan sabun khusus.
untuk membersihkan gigi, dengan pasta saja belum cukup. kita masih perlu produk kumur untuk menyempurnakannya. untuk bercukur tak hanya butuh silet, namun masih perlu "foam" dan after shave. dan seterusnya dan seterusnya dan seterusnya.
kita dipaksa untuk menghamburkan uang untuk sesuatu yang mungkin kita tak membutuhkan.



Ya itu sebenar2nya teroris…..
Nyepam terus tuch orang kapitalis itu…
Comment by pema — June 13, 2008 @ 8:37 am
hidup di tengah hutan aja kang, paling terorisnya cuma kethek sama celeng
Comment by Nayantaka — June 13, 2008 @ 9:56 am
sing sabar mas, soale penawaran kayak gitu ga sekali dua kali tau-tau mereka tau info pribadi kita sampai ke no hp trus nawarin ini itu, kalo habis sabarnya cepet bludreg
Comment by iway — June 13, 2008 @ 10:51 am
sing sabar Mas….
tapi lama-lama nyebelin juga ya?
dah pokoknya tergantung dari kita sendiri terpengaruh atau tidak.
Comment by evi — June 13, 2008 @ 10:55 am
wong penjualan database marak dimana2
ya terjadilah penawaran2 gila mulai kredit ampe saham
payah
Comment by Ade — June 13, 2008 @ 10:57 am
masih untung kita cowo.. cuman bedain sabun mukasama sabun badan.. klo cewe.. musti ada pelembab pendingin pembersih weleh weleh
Comment by funkshit — June 13, 2008 @ 11:16 am
gak usah diikuti mas, pake yg perlu dan penting buat kita sendiri aja. gak usah ikut2an orang lain
Comment by pinkina — June 13, 2008 @ 11:25 am
caranya berpaling, gampang mas. jangan liat tipi! karena itu media paling membodohkan.
eh, sampeyan juga tak punya tipi kaya saya kok ya?
Comment by bangsari — June 13, 2008 @ 11:26 am
konon database pelanggan spt itu diperjual belikan
Comment by mikow — June 13, 2008 @ 12:47 pm
pake kacamata kuda aja…
Comment by latree — June 13, 2008 @ 1:47 pm
jangan nonton tivi. pusing sendiri
Comment by venus — June 13, 2008 @ 7:58 pm
Hehehe.. bisa-bisa kebutuhan primer ndak cuma tiga nih mas..
Repot memang menuruti yang namanya gengsi. Gengsi karena pakai produk terbaru.. Gengsi karena memakain produk mahal..
Ah, gengsi
Comment by Nazieb — June 14, 2008 @ 4:28 am
makasih yaa udah mampir =)
Comment by ShOFa — June 14, 2008 @ 10:51 am
Itu dia. Org bank klo minta data kita ngakunya ga akan diberitahu ke pihak lain, eh tnyt 3hr kemudian sdh ada bank lain yg nelpon. Mknya byk yg kabur ga mo bayar, wong gak butuh dipaksa apply. Ya kesempatan…hehehe….
Comment by zee — June 14, 2008 @ 6:38 pm
karena orang seperti sampeyan itu memang sosok pilihan, jadi terima saja status itu
Comment by Hedi — June 14, 2008 @ 8:26 pm
kalau soal dipaksa… ya jangan mau… free will itu kan ada di kita, bukan pada kendali orang lain.
menurutku yang njengkelin justru cara mereka bertukar info ttg jatidiri kita… apalagi diperjualbelikan… ini yang harus diperangi… ibaratnya kita diperkosa tuh… asli, harus ada undang-undang yang bisa menjerat tindakan ini.
Comment by ilalang — June 14, 2008 @ 8:27 pm
Waduh… walau mereka uda kaya teroris, semoga tidak sampai pecah perang ya mas hehehehe..
Salam kenal dan terima kasih sudah mampir
Comment by ipung — June 14, 2008 @ 8:41 pm
teroris, intel, jaksa, KPK, LSM, ..., sebenarnya arahan dari Allah yang maha melihat, thx dah mampir ke blog sy
Comment by Dwitagama — June 15, 2008 @ 8:51 am
biarkan sajalah mereka pasti bosen
Comment by bakulsempak — June 15, 2008 @ 5:51 pm
sekarang harus hati2 buat umbar data pribadi lho… masih untung hanya penawaran lha kalo tiba2 ada tagihan kartu kredit fiktif. setahu saya pihak ketigalah yang sering mencomot data pribadi kita bukannya bank, makanya hati-hati deh!
Comment by sluman slumun slamet — June 17, 2008 @ 1:14 am