khutbah paling baik sejak telinga saya bisa mendengar terjadi di lantai ketiga sebuah gedung plat merah. dari atas mimbar, khatib yang aksen jawanya tebal itu mencerahkan secara universal.
aku datang 5 menit sebelum doa sebagai akhir ritual itu di ucapkan. sengaja nelat. aku gagal mengalahkan kebosanan mendengar gemuruh khutbah amarah yang disampaikan bapak bergamis jumat jumat sebelumnya. rasanya, datang ke masjid hanya menambah akumulasi kejengkelan.
kejengkelan itu menyingkir siang itu saat dia mengatakan, orang yang beriman di mata Tuhan itu bukan mereka yang menganut agama-agama tertentu. namun mereka yang melakukan kebaikan lebih banyak.
meskipun tidak ikhlas!
andai kalian membaca postingan yang sempurna bagusnya sampai kau enggan memberikan komentar namun tanganmu tetap ngeklik tombol "leave a message" dan menuliskannya, kau adalah blogger yang sabar. blogger yang telah sanggup mengalahkan egonya.
sebabnya mayoritas blogger akan merasa senang memperoleh komentar. meskipun singkat seperti "wah panjang juga ya", atau "makan-makan!"
lalu apakah keimanan seseorang itu di tandai dengan banyaknya ayat yang telah di bacanya berulang? atau banyaknya jumlah sujud sehari semalam? atau seringnya mencium batu hitam di tanah suci, atau kerapnya ia memberi nasehat kebaikan di depan banyak orang (namun diam-diam ngedumel ketika di buka jumlahnya sedikit)?.
panjangnya janggot, menghitamnya jidat, banyaknya isteri muda, banyaknya kupluk, tasbih, kafiyeh yang dipunyai, atau aksi brutalnya menumpas warung remang-remang pelacuran? atau tindakan biadabnya menyerang kelompok lain hanya karena berbeda ide?



kalo yang beginian aku ga melu-melu ah….
btw, dirimu ikutan yang mana? jenggot panjang, jidat item, atau banyak istri?
Comment by evi — June 3, 2008 @ 10:46 am
yo kalau nggak ikhlas namane belum melakukan keabikan kang!
nggak bisa dipecah-pecah dong pengertiannya..
Comment by Ndoro Seten — June 3, 2008 @ 11:00 am
Abot tenan Mas!
Aksi anarkis karo Jihad carane mbedakke piye yoh?
Comment by -=«GoenRock®»=- — June 3, 2008 @ 11:36 am
lho, mas kw juma’atan tah ngacirrrr
Comment by iway — June 3, 2008 @ 11:41 am
hubungan vertikal dan hoorisontal mas. vertikalnya saya dan dia saja yang tau.
Comment by dewi — June 3, 2008 @ 11:42 am
Jadi ingat testimoninya Ahmad Wahib,...
” Aku bukan Kristen, bukan Buddha, Bukan Hindu, Bukan Komunis, Bukan Nasionalis,..
Mudah mudahan semua ini yang disebut Islam ”
Comment by Iman — June 3, 2008 @ 1:00 pm
mmm… jarang ada khutbah jum’at yang bagus akhir akhir ini
Comment by suprie — June 3, 2008 @ 2:16 pm
ayo indonesia bersatu padu.. tunjukkan kebhinekaanmu.. tapi tetap tunggal ika… halah…
Comment by Anang — June 3, 2008 @ 3:51 pm
ealaaaaah untuk bisa ke tahap ikhlas itu ya suseeeeh
Comment by theloebizz — June 3, 2008 @ 6:29 pm
yang penting kita jangan apatis n sinis..
masih bnayak yang baik didunia ini….
Comment by elly.s — June 4, 2008 @ 3:30 pm
masih punya pegangan aja lupa diri, coba gak punya pegangan…pasti lebih dari itu….
gitu aja kalau ngliat orang(gak cuman yang ngaku muslim) berbuat yang bikin manusia lain sebel…jadi apapun perbuatannya pasti sakit kalo pantatnya dibool pake botol xixixixi….
Comment by oon — June 4, 2008 @ 5:06 pm
gak bisa diliat sepotong2 mas…..banyak kebaikan tapi tidak menjalankan ibadah agama, juga sulit untuk dibilang beriman…...
Comment by endang — June 4, 2008 @ 5:34 pm
kyaknya Mas KW yang banyak istri
merujuk komen pertama
Comment by nurussadad — June 5, 2008 @ 8:43 am
“kejengkelan itu menyingkir siang itu saat dia mengatakan, orang yang beriman di mata Tuhan itu bukan mereka yang menganut agama-agama tertentu. namun mereka yang melakukan kebaikan lebih banyak.” masa dia bilang gitu mas?. Iman itu bukannya berhubungan langsung dengan agama ya?
Comment by ronggur — June 5, 2008 @ 1:10 pm
saya sepakat dengan fanabis. Sulit nyari mesjid yg khatibnya ngasih khutbah yang damai dan sejuk. Kebanyakan mengumbar kemarahan, apa karena sang khatib juga frustasi, jadi membagi kefrustasiannya kepada para jama’ah agar sama-sama frustasi, entahlah. Hari ini Jum’at, nyari tempat jum’atan lagi. Kalau nanti malah hanya ketemu khutbah yang isinya hanya kemarahan dan provokasi kebencian, mending saya langsung keluar saja dari mesjid.
Comment by Mahdi Jamalullail — June 6, 2008 @ 11:29 am
duh..padahal saya baru mau mulai
Comment by peyek — June 6, 2008 @ 8:05 pm
ne orang punya semangat keduniawian yang tinggi..
beda hitam dan putih itu jelas mas..
beda orang yang paham dan tidak paham itu jg jelas..
Comment by Anonymous — June 19, 2008 @ 12:26 am
hm…menarik!!
Comment by Ade — July 6, 2008 @ 1:34 pm