tips menyiasati kondisi pasca bbm naik
keadaan saat ini sudah benar-benar gawat. kenaikan bbm 28% sungguh petaka bagi kebanyakan orang macam saya. daya beli runtuh ke titik lebih terendah, yang sebelumnya telah rendah.
apalagi upah, uang makan dan transport tak/belum naik. maksud saya mengalami penyesuaian. (toh dari dulu upah buruh tak pernah naik bukan?) ulah pemerintah sejak 23 mei ini mengacaukan seluruh sendi-sendi kehidupan personal saya.
menambah satu lubang lagi, andai tiap hari memakai gesper kulit-kulitan yang dibeli di bawah pohon rindang depan masjid pondok indahpun tak cukup. namun saya tak takut lagi.
saya harus beradaptasi dengan keadaan buruk yang tiba-tiba ini. yakni menyiapkan jurus pamungkas menangkal keangkuhan pemerintah yang semena-mena.
demonstrasi? andai belum banyak yang mati (tentu ini tak ada yang berharap), keputusan itu tak akan pernah dikoreksi. jadi saya hanya akan melakukan pertahanan diri. caranya entah mencari sampingan sana sini. yang pasti tak mencuri, karena tak punya nyali.
memangkas anggaran mungkin ini lebih masuk akal. sehingga aku tak akan lagi:
- sering jalan tanpa tujuan jelas. apalagi nongkrong di warung kopi. lebih baik langsung pulang sore hari
- online harus hati-hati. tentukan tujuan, pastikan apa yang di cari. jangan sampai tersesat di belantara internet. klak klik klak klik tanpa menyadari tiba-tiba sudah pagi. ini penting: blok semua gambar/ images banner di browser. tak perlu chatting di Mirc dan memakai webcam.
- hanya membeli buku bagus. tak terpengaruh pereview yang rata-rata berisi pujian. atau menghabiskan buku-buku yang baru tersentuh dua tiga lembar. meminjam ke teman? datang ke perpustakaan? ok juga
- komunikasi via sms saja. singkat padat dan jelas meski tanpa ekspresi. mirip mesin tapi tak apa asal pesan sampai.
- mengabaikan semua diskon di mal maupun toko online yang harganya telah diupgrade sebelumnya.
- tak lagi naik taksi meski dini hari. terlalu riskan memang. kemungkinan terburuk, paling cuman mati. maksud saya penjahatnya. sembunyi-sembunyi telah kusiapkan pisau lipat di saku kiri.



naek motor aja, mas
pisau sih tetep dibawa…
Comment by edy — May 27, 2008 @ 7:22 am
metromini dah naik 500 perak, cuma busway aja nih yg belum naik msh tetep pagi 2000 perak sore 3500 perak, kyknya sih tunggu saatnya aja.
dan kemarin angkot di cinere pada mogok, tapi ada enaknya juga jalanan jadi sepi lengang. apalagi di pasar pondok labu lancarrrrr….
Comment by evi — May 27, 2008 @ 7:33 am
aku termasuk yg kena efek BBM nih, kl misal gak dijemput suami, perjalanan pulang yg biasanya 6500 skrg jadi 8000. kl sehari aja sih blm berasa, lha kl sebulan, dua bulan, setahun ??? berasa juga kan ???
Comment by pinkina — May 27, 2008 @ 7:50 am
mangkanya nikah lho? tambah ruwet ya
Comment by iway — May 27, 2008 @ 7:57 am
eh…kalo penjahatnya baca blog ini gimana?
Comment by endang — May 27, 2008 @ 8:01 am
tips hemat BBM lainnya : kalo dulu beli rokok mahal yang suka pasang iklan di koran dan tipi, bergantilah ke rokok murah yang ga pernah ngiklan di tipi ato koran…[kaya sayah, yang pindah dari starmild yang 8000 rupiah isi 16 batang berganti ke penamas atau bokormas atau sukun, atau ares, atau merek2 lainnya [semuanya rokok filter]yang cuman 3500 rebu isi 12 batang] ga usah malu dan gengsi, wong yo podo ada asapnya, bungkusnya juga ga kampungan, apik, ga kelihatan rokok murahan[tapi yang terbaik ya tetep ga udud, hehe]
walah sayah ngomong ngelantur…maaf maaf
Comment by nothing — May 27, 2008 @ 11:02 am
jadi ngga bisa sering2 jengjeng nich
Comment by funkshit — May 27, 2008 @ 12:02 pm
Ah..BBM lagi.
Gak perlu disiasati. Hidup ini bukan 1+1=2 Atau 2-1=1, tapi hidup ini 1+1= berkah. Biarkan Tuhan yg menghitungkan, kita tinggal bekerja dan berusaha. Jadi tetep nongkrong mas…:))
Comment by pasarsapi — May 27, 2008 @ 12:21 pm
pakai ilmu kudu aja kalau ketemu pejahat..
Comment by iman brotoseno — May 27, 2008 @ 12:34 pm
tidur aja mas…
Comment by nurussadad — May 27, 2008 @ 1:03 pm
nikah aja.. minimal hidup terjamin (mertua)
Comment by nindityo — May 27, 2008 @ 2:01 pm
yah, pinter2nya kita aja lah, mas. kebutuhan hidup (yg primer) mestinya gak gitu2 amat. yg bikin pengeluaran ancur2an kan karena kita sering nurutin keinginan yg sebenernya gak ada pun ga akan bikin kita mati. ya toh ya toh?
Comment by venus — May 27, 2008 @ 3:44 pm
ya nikmati sajalah, klo nda gitu mo gimana lagi? paling berasanya sebulan atau 2 bulan lalu abis itu akan terbiasa seperti yang lalu-lalu klo ada kenaikan
Comment by daniel — May 27, 2008 @ 5:24 pm
Ya sekarang kalo online nyari gratisan aja(bukannya dari duku juga gitu??), deketin teman yang sama2 perokok(jadikan bisa minta,hehehe), beli motor 4 tak yang keluaran tahun2 lawas(pasti ngirit bensin tu)...apalagi ya??
Comment by Tukang Nggunem — May 27, 2008 @ 5:42 pm
komunikasi via sms saja. singkat padat dan jelas meski tanpa ekspresi. mirip mesin tapi tak apa asal pesan sampai
sebenernya komunikasi pake sms itu ga efektif, kecuali untuk membunuh rasa bosan waktu rapat
Comment by latree — May 27, 2008 @ 5:59 pm
naek sepeda mas kekantor, klo gak kaya sayah, nginep di kantor…
Comment by suprie — May 28, 2008 @ 9:08 am
sedihhh bacanya…...hiks
terbayang saudara2 dan teman2 yg sudah sulit hidupnya dan sekarang semakin ngenes
Comment by wieda — May 28, 2008 @ 11:48 am
saya ga pke bensin….
jadi ga terkena imbas…
uang..???saya punya pohon yg daunnya terbuat dr uang..
bakar duit kertas
Comment by escoret — May 28, 2008 @ 12:04 pm
mulai ngonthel aja mas, disini jg mulai naek semua, tapi nggak separah indonesia. Ikut prihatin
Comment by kenny — May 28, 2008 @ 1:03 pm
naek sepeda deh atau inline skate, pegangan ama pantat mobil he..he.he..jangan lupa masker biar ga keisep asap knalpot. one more, sambil ke kantor dagangin makanan2 kecil/snack, lumayan kan nambah2 uang saku.
Comment by krisna — May 28, 2008 @ 1:54 pm
hehehe…hebat juga ya…
bisa bikin posting sepanjang itu diakhiri hurup “i” semua. mirip nonadita yang berkicau, tapi tak kacau. iramanya tak meracau, malah ga bikin galau…
ah…mumet…nasi pecel langganan saya naik 1000.
Comment by caktopan — May 29, 2008 @ 7:13 am
aaaaa…
gali lobang tutup lobang sayah mah kayaknya
Comment by nonadita — May 29, 2008 @ 11:03 am
komunikasi via sms saja ?? waakkss ini malah yang menjebak mas.. Tagihan bulananku 60-70 persen krn sms.. gak sadar ternyata saya sdh menggunakan sms buanyakk bngt… ini gara2 mindsetnya : sms lbh murah, padahal gak juga…
Comment by susan — May 29, 2008 @ 11:24 am
hehehe kalo saya emang ndak pernah naek taksi, terus tempat kerja deket,PP saya cuman 4000 rupiah perhari. paling yang harus diakalin belanja sembako na…dan yahh gaji saya sebagai buruh juga statis ndak naek. masih untung pabrik masih bertahan.. ;p
Comment by ika — May 29, 2008 @ 2:05 pm
Houses are quite expensive and not everybody is able to buy it. But, loan was invented to help different people in such hard situations.
Comment by PauletteBates26 — August 28, 2011 @ 9:42 pm
Articles like this make life so much spimler.
Comment by Ivalene — November 15, 2011 @ 1:03 pm
LS7xbk uistjcifitzp
Comment by flllwnwj — November 16, 2011 @ 1:35 am
T0cMWs vfhcqjeguuar
Comment by tqwgjppjwu — November 17, 2011 @ 2:06 am
dO65Kv , [url=http://wksmnbvvxbwg.com/]wksmnbvvxbwg[/url], [link=http://tvhvakgwaahm.com/]tvhvakgwaahm[/link], http://yeoekeigiwmg.com/
Comment by hxkika — November 18, 2011 @ 9:18 pm