ayat-ayat yang disembunyikan ulama
nabi: akan datang sesudahku penguasa. di atas mimbar memberi petunjuk bijaksana. namun bila turun dari mimbar menipu dan mencuri. hati mereka lebih busuk dari bangkai (hr ath thabrani)
pengkhianat paling besar adalah penguasa yang memperdagangkan rakyatnya.(hr ath thabrani)
sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu binasa, karena mereka membebaskan orang mulia yang mencuri, dan hanya menghukum pencuri yang lemah. (hr. bukhari, muslim, tirmidzi, nasa’i, abu daud, ahmad, dariini, dan ibnu majah)
“sesungguhnya Allah lebih melindungi negara yang menegakkan keadilan walaupun ia kafir, dan tidak untuk negara yang tiran meski ia muslim”. (mutiara i dr ali ibn abi thalib)
mungkin sekarang momen yang tepat, (seratus tahun kebangkitan indonesia) para ulama kharismatik itu memompa kesadaran umatnya untuk kelak tak menjadi koruptor, pembalak liar dan penipu sesama.
saatnya para ustadz menjadikannya gerakan itu menasional sampai ke masyarakat bawah. sehingga menciutkan nyali koruptor untuk menjarah uang rakyat lebih banyak lagi.
melihat perayaan di televisi kemarin sungguh perayaan nasional yang megah. namun cemen. mirip peringatan 17 an tingkat rt yang hanya sekedar meramaikan suasana, tanpa ada esensi mendasar sama sekali.
aku bayangkan di tengah-tengah stadion gelora bung karno itu, di undang para koruptor. sediakan sebilah samurai, badik atau pistol kaliber 22. perintahkan mereka harakiri jika masih punya harga diri.
atau seret mereka, penggal kepalanya dan prosesnya disiarkan live di semua channel televisi. tentu ini lebih heroik. dan indonesia benar-benar bangkit untuk kedua kali.



aku kemarin itu dpt surat tugas untuk menghadiri acara di senayan itu tp males, mendingan mudik
Comment by mikow — May 22, 2008 @ 8:58 am
ah, perayaan 100 th kebangkitan yang basi kemaren itu… rame-rame gak jelas,nari-nari pake kostum harimau, hiu, apa coba? apalagi yang terjun payung..maksudnya apaaaa??
Comment by dilla — May 22, 2008 @ 9:33 am
ada yang lebih esensial dari sekedar seremoni
Comment by balibul — May 22, 2008 @ 9:35 am
sepertinya korupsi memang tak akan pernah mati.
salam kenal
Comment by sekotak sereal — May 22, 2008 @ 10:28 am
ah acara di senayan kemarin justru bikin rumput rusak dan buang2 duit pula…hidup Golput
Comment by Hedi — May 22, 2008 @ 10:40 am
Iya hed, jadinya malu-maluin waktu dipakai menjamu Oliver Kahn
. Stop kegiatan non olahraga di stadion olahraga!
Comment by Nayantaka — May 22, 2008 @ 1:04 pm
merdeka!
mas kw for president! tak link ya mas
Comment by iway — May 22, 2008 @ 1:35 pm
Banyak cara orang memaknai kebangkitan nasional, ada seremoni ngabisin duit seperti di gelora bungkarno, ada yang touring moge ngabisin bbm hingga nyawa melayang, ada juga yang melintasi sabang-merauke dengan layang-layang bermesin, wempi mendukung aja jika itu memang bisa memupuk rasa nasionalisme. salam kenal dan sukses selalu bwt yang punya blog.
Comment by Wempi — May 22, 2008 @ 2:49 pm
mas KW ternyata lebih kejam daripada ibu tiri ya…tapi ga apa apa biar para koruptor pada takut mas:D
Comment by daniel — May 22, 2008 @ 4:53 pm
prihatin.
Comment by latree — May 22, 2008 @ 5:35 pm
itulah…
kenapa MUI nggak pernah mengeluarkan fatwa haram bagi koruptor…
Comment by iman brotoseno — May 22, 2008 @ 7:55 pm
mudah2an acara kemarin tidak disponsori oleh para koruptor
Comment by Totok Sugianto — May 22, 2008 @ 8:25 pm
judulnya dahsyat. kerennn. hehehe. dua paragraf terakhir apalagi.
Comment by hanny — May 23, 2008 @ 9:51 am
waduuuh… idenya sadis kang, bukankah kita negara hukum ? tapi kalo buat para koruptor memang keenakan untuk di penjara, harusnya hukum gantung aja kali ?
Comment by Parta — May 23, 2008 @ 10:25 am
harakiri menurut saya tidak ada hubungannya dengan harga diri
berlebihan… eneg… g ada intinya
perayaan memperingati akan naiknya BBM kah itu kemaren?
Comment by datum — May 23, 2008 @ 11:20 am
lha wong ustadz-e aja gontok²an teros gitu!
liat salah satu partai keislaman yg pecah & gontok²an itu
Comment by thuns — May 25, 2008 @ 2:05 am
wah… sebutannya hampir mirip..
kalo kk Kw.. kalo aku Kv
Comment by Kv — May 25, 2008 @ 1:19 pm
wah….. udah mo ndobel jadi ustadz ya?
Comment by mr.bambang — May 27, 2008 @ 3:52 pm
weih…quote keren! upppsss…maap, hadis ya?
)
selama ini hanya terpana dengan kata2 wiji tukul hingga che guevara, ternyata tak tau ada yang kayak gini. sapa mas yang nyembunyiin? ulama? hihihi…
Comment by yati — May 28, 2008 @ 9:07 pm
sayang kalo rumput senayan hancur…persija bisa gagal berprestasi dunk bwat liga super nanti…
Comment by enak banget — June 25, 2008 @ 1:51 am