nabi: akan datang sesudahku penguasa. di atas mimbar memberi petunjuk bijaksana. namun bila turun dari mimbar menipu dan mencuri. hati mereka lebih busuk dari bangkai (hr ath thabrani)

pengkhianat paling besar adalah penguasa yang memperdagangkan rakyatnya.(hr ath thabrani)

sesungguhnya orang-orang sebelum kamu itu binasa, karena mereka membebaskan orang mulia yang mencuri, dan hanya menghukum pencuri yang lemah.  (hr. bukhari, muslim, tirmidzi, nasa’i, abu daud, ahmad, dariini, dan ibnu majah)

“sesungguhnya Allah lebih melindungi negara yang menegakkan keadilan walaupun ia kafir, dan tidak untuk negara yang tiran meski ia muslim”. (mutiara i dr ali ibn abi thalib)

mungkin sekarang momen yang tepat, (seratus tahun kebangkitan indonesia) para ulama kharismatik itu memompa kesadaran umatnya untuk kelak tak menjadi koruptor, pembalak liar dan penipu sesama.  

saatnya para ustadz menjadikannya gerakan itu menasional sampai ke masyarakat bawah. sehingga menciutkan nyali koruptor untuk menjarah uang rakyat lebih banyak lagi.

melihat perayaan di televisi kemarin sungguh perayaan nasional yang megah. namun cemen. mirip peringatan 17 an tingkat rt yang hanya sekedar meramaikan suasana, tanpa ada esensi mendasar sama sekali.

aku bayangkan di tengah-tengah stadion gelora bung karno itu, di undang para koruptor. sediakan sebilah samurai, badik atau pistol kaliber 22. perintahkan mereka harakiri jika masih punya harga diri.

atau seret mereka, penggal kepalanya dan prosesnya disiarkan live di semua channel televisi. tentu ini lebih heroik. dan indonesia benar-benar bangkit untuk kedua kali.