mungkin kau sudah sering melihat di channel national geographic seekor antelop yang tertatih belajar berjalan, namun dari rimbunan semak, cheetah menerkam lalu mencabiknya. induknya hanya bisa menguik menatap dari kejauhan.

tak lama lagi aku juga akan mengalami. perpisahan yang tak diharapkan, perpisahan yang dipaksakan. hanya karena lemah dan tak ada pilihan lain yang orang-orang menyebutnya sebagai proses alam.

membincangkannya mungkin tabu. tapi aku tetap harus mempersiapkan sebaik-baiknya. bukan dengan membeli kain mori sepanjang tujuh meter atau menggali liang kubur yang dindingnya dilapisi marmer dan mengisinya pasir.

pagi seperti ini, dia biasa duduk di teras menghadapi segelas teh manis dan beberapa sisir pisang rebus, klepon atau semangkok bubur yang isinya hanya beberapa sendok.  

sengaja dia memilih menghadap ke timur karena ia ingin berjemur. namun sebenarnya ia ingin melihat sesekali orang yang lewat. raut mukanya tampak senang ketika ada yang menyapa dan tersenyum kepadanya.

beruntung kalau ada yang menghampiri, semangatnya menyala kembali. bicaranya berapi menceritakan kejayaan masa mudanya tanpa henti.  usia yang menggerogotinya memaksa lawan bicaranya untuk selalu mengulang apa yang disampaikan lebih keras sampai putus asa.

satu-satunya cara terbaik yang bisa dilakukan adalah mengambil buku dan spidol, menuliskannya besar-besar dan menyodorkan kepadanya. baru dia mengangguk-anggukkan kepalanya.

rutinitas itu telah ia lakukan setahun belakangan ini. kanker prostat yang memaksanya hanya bisa berada di sekeliling rumah. selalu sendirian karena semua anaknya pergi. hanya sesekali menengoknya.

ya hanya menengok saja. berbincang sebentar dan ditinggal pergi lagi. tak lebih akrab dan intim di banding berjumpa teman lama sd dulu. aku tak tahu kenapa bisa begitu.

aku telat, baru menyadari setelah aku pergi.  seorang ayah kadang memang tak pernah mengatakan bagaimana menghadapi hidup.  namun ia membiarkan ku melihat sendiri apa yang dia telah lakukan.

sayang aku tak bisa melambatkan laju gerak matahari.  dan sampai sekarang pun aku tak tahu bagaimana memperlakukannya untuk mengisi sisa waktunya. kecuali mengingat, jumat paing besok adalah hari kelahirannya.