
cool, calm and confident, ini bukan iklan rokok yang sekarang tak beredar lagi. namun bisa mewakili sosok yang semua blogger telah mengetahui multi bakatnya. sebagai alumnus teknik elektro yang pintar mendesain web, fasih bicara politik, piawai menulis dan hobi kuliner.
Karena terlalu luas range pengetahuan yang tersimpan di kepalanya, mari kita membicarakan tentang apa saja ketakbisaanya. menurutnya ia tak memahami musik. "aku buta 100% terhadap musik", katanya.
maksudnya bukan tak tahu. kalau desainer web dan menulis, ia merasa mempunyai skill, namun soal musik ia murni sebagai pendengar saja. semua jenis musik ia bisa nikmati. dari operanya puccini sampai r & b. apalagi musik klasik dan jazz. alasannya, keduanya tak kebanyakan "noise". saling melengkapi dan tak mengganggu.
satu nasehatnya, musik klasik itu harus dinikmati dari awal sampe akhir.
namun ia tak suka mozart. ia lebih nyaman mendengarkan meditation del thais-nya massenet atau corcovado-nya jobim. dan favoritnya adalah boleronya ravel. bukan tanpa alasan, pertama kali mengenal komposisi itu dari guru musiknya. musisi tua, botak, yahudi yang tampangnya mirip jeffrey katzenberg . namanya thomas.
pada saat itu ia kebagian alat musik perkusi. analisa laki-laki yang dipanggil momon ini, gurunya sangat paham dia bukanlah calon musisi berbakat. ia dipercaya "hanya" memegang alat musik yang paling tak terdengar, perkusi.
sebelumnya, sewaktu masih di sekolah dasar ia sempat belajar gamelan. pada waktu itu dia kebagian alat musik gender. kecewa, mungkin saja. namun diam-diam ia ingin menjadi dalang wayang kulit. ia sempat mengumpulkan wayang kulit kecil-kecil untuk dipentaskan.
sampai sekarang ia masih fasih menceritakan tokoh-tokoh pewayangan. menyukai arjuna, meski tanpa punya alasan tertentu. kenapa wayang pelan-pelan di tinggalkan, karena dalang terlalu mengikuti pakem.
"aku melihat sebenernya wayang kulit bisa berkembang. caranya harus dirombak pakemnya. tak lagi mengikuti pakem yang 3 jam pertama harus begini, 3 jam kedua harus begini dan seterusnya".
dia menambahkan, "menurutku kesenian itu harus terus menerus dirusak". soalnya kalau tidak, dia akan stuck mentok dan basi”.
kesenian sering bercerita tentang norma-norma yang berlaku di masyarakat. ketika aku tanya apakah mau juga akan merusak norma, ia yang trauma dengan polisi berseragam itu menjawab antusias, “sangat tertarik.
rencana pertamanya adalah mengubah kebiasaan melepas sepatu ketika bertamu. ia juga menyatakan, tangan kiri itu lebih cocok untuk memegang makanan. karena lebih private. berbeda dengan tangan kanan yang justru menyentuh ratusan tangan-tangan lain, yang kita tak pernah tahu telah memegang apa saja.
berbincang dengan momon itu menyenangkan. laki-laki yang mengaku mempunyai skill motorik lemah yang mengakibatkan ia sering jatuh ketika naik sepeda itu sangat sensitive dengan hal yang menurut orang lain remeh. dari ekspresi, pilihan kata yang diucapkan, ia akan segera tahu seberapa klise teman bicara yang dihadapinya.
“seharusnya pertanyaan ramah tamah ketika bertemu orang bisa lebih kreatif. juga ketika berkomentar. coba saja tanya, si p itu orangnya gimana? pasti jawabannya selalu baik, lucu, pintar. basa basi yang klise bukan?
masih banyak contoh lain yang ia temui di kesehariannya. namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut. takut ada yang tersinggung. misalnya ketika berhadapan dengan kebiasaan yang harus menghormati orang yang lebih tua, siapa pun itu, ia memilih gerakan menjauh. “kalau itu impactnya sangat serius nantinya, jawabnya.
mungkin itu salah satu alasan kenapa ia bisa menikmati hidupnya di jogja. menurutnya hidup itu cuma ruang tunggu yang banyak hiburannya.

salut sama herman saksofon.. lhoh.. maap maap mon..
Comment by Anang — May 6, 2008 @ 1:06 pm
ugh….si sintal dari jogja?? hai, Mon!
Comment by venus — May 6, 2008 @ 1:43 pm
ooo ini tho si momon yg kondang kawentar itu hehehe…klo liat fotonya, wah urban bgt dan bener kata simbok venus, sintal hhaha. salam kenal bos. kapan2 ngopi di senayan city yuk
Comment by mumu — May 6, 2008 @ 1:51 pm
Momon.. momon…
Comment by Nayantaka — May 6, 2008 @ 1:53 pm
Hai Mon…
hahaha…..
Comment by evi — May 6, 2008 @ 2:02 pm
Coba nek aku isoh ketemu karo Momon, pasti bakal banyak menimba ilmu dari dia. Heibat wong kuwi
Comment by Dony — May 6, 2008 @ 3:37 pm
wei tulisan mu keren kali ini mas KW. momon muka cina logat jogja
Comment by balibul — May 6, 2008 @ 3:53 pm
coba momon itu suruh belajar nyetir mobil
Comment by Hedi — May 6, 2008 @ 3:54 pm
asli, fotonya keren..
Comment by diorockout — May 6, 2008 @ 4:16 pm
Baru tahu kalau tangan kiri itu untuk memegang makanan. Terus, bagaimana kalau habis ke belakang kemudian makan.
Comment by Edi Psw — May 6, 2008 @ 4:55 pm
Baru tahu kalau tangan kiri itu untuk memegang makanan. Terus, bagaimana kalau habis ke belakang kemudian makan.
Comment by Edi Psw — May 6, 2008 @ 4:58 pm
memang manusia ga ada yang sempurna
Comment by ario dipoyono — May 6, 2008 @ 5:58 pm
momon itu bloger serius. tenan. ra lucu blas.
huahahaha
Comment by arya — May 6, 2008 @ 5:59 pm
oh ini yang namanya momon. aku suka baca blognya loh. bagus. kenalan dong …
Comment by ndoro kakung — May 6, 2008 @ 6:14 pm
celana kami beda 2 nomer
Comment by Mbilung — May 6, 2008 @ 7:35 pm
omaigat… mas KW,sampeyan abis diapakan sama mas Herman Saksomon???
Comment by chiw — May 6, 2008 @ 8:09 pm
tampak cool memang
Comment by wennyaulia — May 6, 2008 @ 8:26 pm
eh itu yang suka jalan bareng tika bukan sih? menyelinap di kerumunan masa
Comment by annots — May 6, 2008 @ 9:03 pm
momon itu bloger serius tenan..
apalagi kalo becanda, serius pisan
Comment by leksa — May 6, 2008 @ 9:35 pm
blm bisa komen jauh, soale blm kenal momon.
kl kesan pertama sih, anaknya baek, lucu, pintar.
Comment by restlessangel — May 6, 2008 @ 9:59 pm
aaaaaahhh..!!
!
momon ndak sekeren ituuuuuhhh..!!
itu semua dustaaaa…
ngikik di belakang
Comment by -tikabanget- — May 7, 2008 @ 6:23 am
tulisanmu selalu keren…kapan gliran akyu hik *kedipkedip
Comment by unai — May 7, 2008 @ 8:53 am
selain serius, luci baik dan pintar,,.. momon itu bloger pelupa . .
jadi klo kenalan musti berkali2
Comment by funkshit — May 7, 2008 @ 10:40 am
kapannn akyu
*ngarep
Comment by unai — May 7, 2008 @ 11:03 am
momon = serius
momon = sintal
momon = oy
Comment by zam — May 7, 2008 @ 11:22 am
cihuy
Comment by unai — May 7, 2008 @ 11:53 am
jadi pengin tau….
Comment by latree — May 7, 2008 @ 1:03 pm
loh? mas momon tu ndak bisa nyetir to?
Comment by dil — May 7, 2008 @ 1:08 pm
Ahhh, semakin pensaran sama sosoknya momon ini…
Comment by silly — May 7, 2008 @ 2:19 pm
kok mirip Cempluk ya?
Comment by jeng endang — May 7, 2008 @ 5:22 pm
ckakakakkakakakakak
Comment by bakulsempak — May 7, 2008 @ 6:21 pm
momon?
serius lucunya
Comment by Fany — May 7, 2008 @ 6:26 pm
Nyari foto itu butuh 3 jam loh
Terimakasih untuk Fanabis atas artikelnya yang telah menelisik dalam ke hal-hal yang tidak umum
Comment by herman saksono — May 7, 2008 @ 6:27 pm
ndak disebutin dia itu temen sekerdus siapa?
Comment by -tikabanget- — May 7, 2008 @ 6:33 pm
ya ampuuuunnn…momoooonnn?? saya sering lho baca blog dia! keren. Mon, kenalan dooooongggg
!
Comment by yati — May 7, 2008 @ 6:40 pm
ohh ini tho temen sekardusnya si kebangeten itu
Comment by kenny — May 7, 2008 @ 7:20 pm
U’r a good writer not like me…
Comment by daniel — May 7, 2008 @ 7:36 pm
yg kusuka dari momon….nama anjingnya itu loh.!
Comment by gambarpacul — May 7, 2008 @ 9:10 pm
si P itu orangnya gimana sih?
Comment by adams — May 7, 2008 @ 11:41 pm
belom pernah ke blognya..mampir aaah liat2
Comment by icha — May 8, 2008 @ 5:55 am
oh itu tah si momon itu.. yg temennya si ituh
Comment by Totok Sugianto — May 8, 2008 @ 5:49 pm
wuih dijadiin profil…
Comment by doc_wong — May 8, 2008 @ 5:56 pm
ah apapun yang dikatakan orang mengenai momon, bagiku momon adalah herman saksono yang ituh
pake bedak, nyisiran, pake minyak sinyongnyong terus klik YM nya momon
ekekekekkekek
Comment by nonadita — May 9, 2008 @ 4:44 pm