besok, selasa 29 april 2008 zam akan sampai di jakarta. mungkin dia akan mengalami shock culture, meski hanya beberapa menit lalu akan penuh suka cita menyetubuhi kota yang masuk sepuluh besar kota termahal dunia ini.
jangan khawatir, masih ada yang murah. apa itu? harga diri.
selalu ada hal pertama. seperti pengalamanku dulu. pertama kali melamar kerja dengan membeli formulir, namun ketika tanggal penyerahan tiba, kantor di jalan pacenongan, jakarta pusat itu tutup.
pertama kali ingin main ke tempat teman, namun tak tahu arah dan wilayah. bertanya kepada kenek, polisi dan tukang teh botol di pinggir jalan, memperoleh tiga jawaban yang berbeda.
naik taksi mungkin pilihan agak tepat, namun baru aku tahu sekarang ini. hanya ada dua nama yang layak di pakai. yang berwarna biru dengan burungnya dan berwarna putih melati yang kecepatannya mirip kereta ekspress.
melewati kali sunter, tangan kanan memencet hidung terus. namun hanya tahan 10 menit. setelahnya makan mie ayam di pinggirnya. hmm… lapar ternyata bisa menawarkan bau busuk.
meski jakarta terkesan sangat tak manusiawi, kita masih bisa menyiasatinya. ketika kau ingin pergi tak punya ongkos, bicaralah baik-baik ke kenek. bisa jadi dia akan memaki. namun orang yang seperti itu hanya 1 persen. saya sudah membuktikannya.
ketika kau akan ngopi di starbuck namun kantong cekak, kita bisa datang di warung kopi bulungan. tempatnya tak kalah asyik, kita bisa cepat menyesuaikan. atau di bundaran hotel indonesia yang kini melegenda.
ketika uang kita tak laku di plasa senayan, ada sogo jongkok yang menawarkan kualitas tak kalah baik dengan yang di jual di mall. dan seterusnya dan seterusnya. jadi jangan pernah putus asa untuk terus meledek keangkuhan jakarta.
welcome to the jungle …


