aku mengenalnya beberapa tahun lalu, di sebuah kantin pabrik. di deretan meja panjang itu aku memelototinya tanpa sengaja. bukan pada orangnya, tapi pada piring yang di hadapannya. juga jari jari gembul yang memegang sendok.
saat itu aku menunggu menu yang aku pesan. mungkin karena aku ingin cepat makan saja, fokus mataku hanya kepada nasi dan setumpuk lauknya. hebat sekali perempuan ini. keyakinan yang sering aku dengar, gembrot tak selalu berhubungan dengan asupan makanan, berantakan.
"mas, liatnya kok gitu, gak sopan", katanya ketus. "kalau naksir ngomong langsung aja, teman yang lain menambahkan.
aku tak bermaksud meremehkannya. bukan. aku juga tahu konon big is beautiful. namun bukan karena bentuk fisik yang membuat aku agak mempertanyakan diriku sendiri. meski aku belum ke psikolog, aku yakin bukan pengidap oudipus complex.
"oh maaf mbak, saya lagi melamun kok. melihat peristiwa itu teman-temanku bercekikikan yang tertahan. kedua perempuan itu berlalu. dan semua kembali baik-baik saja.
sampai sorenya kira-kira pukul empat, perempuan itu mengulurkan tangannya di depanku. dia mengenalkan dirinya. rupanya ia yang akan mengurusi masalah kekaryawanan di sini. sambutanku cukup dingin dan datar. celetukan teman-teman di seklilingku bergemuruh.
tepat saat itu dia berada di depan layar televisi 24 inch. lewatlah iklan mobil toyota avanza yang seri gajah aja bisa masuk. makin meledaklahh tawa kami bersama. ia menyadari tempat baru ini tak menyambutnya riang.
sejak saat itu, aku menduga, dia diam-diam menyemai bibit permusuhan.
terbukti, dia membuat kebijakan-kebijakan yang kurang masuk akal. menegaskan jam kerja harus tepat waktu misalnya. juga mempersulit urusan buruh. salah seorang sedang apply kredit rumah.maksud teman saya itu meminta surat yang menjelaskan penghasilan totalnya. ia menolak.
"saya ini manager, saya berpikir secara konseptual", ia berang.
makin hari, hubungan kami makin memburuk.

wehhh lanjut mas.. lanjut, tak tunggu cerita lanjutane, [menebak, pasti nanti BT, hehe]
Comment by nothing — April 23, 2008 @ 7:01 pm
Lanjut juragaaan, cendol ijo2 siap menyambut
Comment by -=«GoenRock®»=- — April 23, 2008 @ 7:16 pm
Hmmm..komunikasi adalah kunci penyelesaian masalah, menurut saya. Sayang saja. Harusnya, banyak kemudahan yang bisa dimanfaatkan justru dengan mendekati beliau, si wanita berpipi bakpaw itu.
Anyway, pipi saya juga mirip bakpao
Comment by Echi — April 23, 2008 @ 7:43 pm
musuhan karo manager?? wah repot
Comment by kenny — April 23, 2008 @ 8:23 pm
jadi teringat kisah masa laluku…gajah masuk avanza…huahahahaha
)
Comment by jabluk — April 23, 2008 @ 8:39 pm
LHa, gimana ceritanya itu, Mas?
Comment by Echi — April 23, 2008 @ 10:19 pm
pilihan kata2 nya bagus nih, saya suka
Comment by antown — April 24, 2008 @ 4:15 am
lanjuuutttt…..
Comment by evi — April 24, 2008 @ 7:17 am
kakakaka, berat badan adalah masalah yang sensitif untuk perempuan. be carefull!
Comment by dewi — April 24, 2008 @ 8:28 am
dilanjutin aja, mas…barang aja bisa direparasi, hubungan juga bisa dong…
Comment by Hedi — April 24, 2008 @ 8:40 am
sebagai wanita bertubuh indah (big is beautiful)
maksa mode onsayah kira emang begitulah seperti yg dibilang mbak dewi. hehehehehe. tapi masak segitunya si wanita itu. ga pede ama badannya tuh. segitu doang lgs emosi. (_),v
Comment by ocha — April 24, 2008 @ 8:52 am
Fat Feminisme !!
Comment by balibul — April 24, 2008 @ 10:13 am
dilanjut gan…
Comment by mikow — April 24, 2008 @ 11:25 am
hehehe… menarik ceritanya bro..
coba skalian bilang.. “itu piringnya ga dimakan mb?”
Comment by ijal — April 24, 2008 @ 11:26 am
waduh.. jadi ngikutin cerita bersambung nih
kalo orangnya baca blog ini, urusan bisa tambah panjang
Comment by mpokb — April 24, 2008 @ 1:22 pm
hey pipiku juuga seperti bakpao isi kacang ijo
, ceritanya bagus, lanjutinnn
Comment by unai — April 24, 2008 @ 1:37 pm
heee?piye iki?dadine kowe yang2an karo menejer HRD?kowe penggemar setulegi (setengah tuwo lemu ginuk-ginuk) juga?wah…podho karo om mbilung ki…
Comment by gus pitik — April 24, 2008 @ 2:34 pm
halaaah…, masih nyambung toh.?? jangan lama-lama ach jadi penasaran endingnya
Comment by Parta — April 24, 2008 @ 2:43 pm
siap-siap lari ke penerbit nih
Comment by adams — April 24, 2008 @ 9:35 pm
hahahahaa…..aduh sy jd kekeh2 baca ceritanya. gara2 avanza…hihihiih….
lanjut lanjut…....
Comment by zee — April 27, 2008 @ 2:40 pm
ada postingan “perempuan berpipi bakpao (3)” ?
Comment by ronggur — April 27, 2008 @ 10:56 pm
hwaaaaaaaa pipi gue juga katak bakpaw
Comment by dian — April 27, 2008 @ 11:15 pm
terus???*sambil ngraba pipi*
Comment by stey — April 29, 2008 @ 9:29 pm