suami perempuan itu lebih jelek dari pacar-pacarnya
pertemuan tak sengaja di ruang resepsi. perempuan yang lama tak ada kabarnya itu datang dengan seseorang yang aku pikir pak dhe nya. agak terperangah saya mendengar dia mengenalkan.
pengalaman ini meyakinkanku, suami para perempuan itu lebih "jelek" dari pacar-pacarnya. kali ini selain lebih tua dan tambun, ia juga tak funky. tampak dari kemeja formal garis-garis dengan celana bahan dan sepatu hitam mengkilat.
di banding pacar-pacarnya dulu, laki-laki yang beruntung itu memang lebih settle. dari bisik-bisik yang aku dengar suaminya memimpin perusahaan multinasional. sepintas, hanya ini kelebihannya.
diam-diam aku berpikir. tentang cinta, perempuan ini tak ada "idealisme" sama sekali. kenapa ia memilih laki-laki itu menjadi suaminya. padahal dulu dia perempuan favorit para lelaki.
mengutip mcndobos.com, itu "mekanisma purba" saja. ada keperluan untuk menjamin kelangsungan hidup keturunan. pada hewan, bentuk fisik dan kekuatan yang menyebabkan betina mau dikawini. ujung-ujungnya sama, kelangsungan hidup keturunan".
baiklah, saya agak paham sekarang. ini bukan tentang salah benar, baik buruk. dan juga bukan masalah cinta. memang dari "sana"nya naluri itu datang. yang dia lakukan mulia sekali: menyelamatkan kelangsungan kehidupan di bumi.
namun saat ini ketika perempuan sudah "sejajar" dengan laki-laki, kenapa naluri itu masih tetap dipelihara?



cemburu mas?
Comment by mikow — April 21, 2008 @ 1:18 pm
laki juga kayak gitu, kalo pacar2nya cakep maka istrinya enggak. ada temenku yg kayak gitu
Comment by Hedi — April 21, 2008 @ 2:09 pm
emang kenapa dnegan “naluri” itu, mas? bentuk ketidaksejajaran yah?
Comment by dewi — April 21, 2008 @ 2:14 pm
kemarin saya syuting sama Deasy Ratnasary,..saya tanya Des kamu nggak ikut Pilkada ( mengingat teman temannya Dede Yusuf, Rano Karno ikutan )..
Jawabnya ” Ah saya mah mau jadi OKB saja..cari uang ”
Jadi kesejajaran harus bisa memberikan keuntungan finansial, konon begitu
Comment by iman brotoseno — April 21, 2008 @ 2:32 pm
kalo boleh comment : mungkin itu sudah namanya jodoh mas… bukan soal pasangannya lebih kaya, lebih cakep (lebihjelek), atau apapun, termasuk soal kesamaan agama. Kalau sudah jodoh,,susahhh diatur-atur. gak cuma perempuan, sama lelaki pun berlaku kok…
Comment by susan — April 21, 2008 @ 2:38 pm
lha kok sewot, idealisme-nya dia kan mungkin beda sama idealisme-nya sampeyan mas, jadi ya sah-sah saja tho, lagian belum tentu yang cakep dapet jodoh yang cakep juga, kasian nanti yang jelek jadi lestari jeleknya
Comment by iway — April 21, 2008 @ 2:49 pm
Kata Danarto: Dalam Soal Uang, Agama Semua Orang Sama…
Comment by yuswae — April 21, 2008 @ 2:52 pm
perempuan yg pinter milih itu brati, memilih untuk hidup terjamin
Comment by kenny — April 21, 2008 @ 3:21 pm
lha ya ndak apa2. suka2 dia aja, huehehehe…
Comment by venus — April 21, 2008 @ 3:26 pm
sudah betul itu sikap perempuan itu. ya tentu saja tak ada yang mau diajak hidup susah.
buat laki laki, itu tandanya bisa beristri banyak. hahahaha
soal era emansipasi, itu kuno. kalo memang sudah sejajar, ngapain perempuan minta didahulukan duduk di angkutan umum? ngapain wanita ngga dapat tambahan 12 kali cuti haid dalam setahun? toh haid pun masih ngga masalah bekerja? persamaan hak malah lebih banyak menguntungkan wanita daripada laki laki. gimana tuh?
Comment by bangsari — April 21, 2008 @ 3:26 pm
ralat: “ngapain wanita ngga dapat tambahan 12 kali cuti haid dalam setahun?”
harusnya:”ngapain wanita dapat tambahan 12 kali cuti haid dalam setahun?”
Comment by bangsari — April 21, 2008 @ 3:40 pm
realistis aja, mana ada yang pengin hidup susah.
mungkin si A ganteng/cantik, tapi ga punya kerjaan apa mau? klo aku sih ga mau hehehe….
bukan berarti matre, tidak.
dan cinta saja tidak cukup.
Comment by evi — April 21, 2008 @ 3:59 pm
itulah letak keadilan tuhan mas, kalo yang ce cantik, yg cowok ganteng kasian dunk ama yg jelek2….kagak laku nantinya heheheh…Salam kenal ya mas..
Comment by beruangputihf — April 21, 2008 @ 4:34 pm
Bukankah memilih pasangan yang bisa menjamin kelangsungan hidup juga merupakan “idealisme” mas? Mana yang lebih pokok : urusan perut tambun apa perut lapar mas?
Ben kw tambah ra wani kawin…huahaaa
Comment by matahati — April 21, 2008 @ 5:31 pm
[baiklah, konon memang takdir itu tak bisa di ubah. dan dengan mengatas namakan takdir, jodoh da kehendak Tuhan diskusi menjadi nabrak, lalu berhenti. namun aku meragukan, aku ingin mencipta takdirku sendiri….. kekekkekek ]
anda bisa kok menciptakan takdir anda sendiri. karena itu seperti anda berada di stasiun Gambir, anda sendiri yang menentukan tujuan. apakah itu mau naik KRL ke bogor, atau balik ke depok, atau malah naik sembrani menuju stasiun gubeng ke surabaya. atau bahkan cuman diam disana lihat para orang-orang yang datang.
btw, hidup yang singkat mari kita rayakan
[saya pengen bikin kaos dengan tag ini, (kalo sempat) bolehkah??]
Comment by nothing — April 21, 2008 @ 6:48 pm
jantan juga memilih betina macam apa yang “pantas” melahirkan anak-anaknya. kesetaraan sudah ada dari sononya, lantas diutak-atik. Soal naluri, he he, ajari saya cara membunuhnya … kalau sudah ketemu.
Comment by Mbilung — April 21, 2008 @ 8:08 pm
realistis aja. gak bisa makan cinta doang.
waktu pacaran mumpung belum ada tuntutan financial, puas-puasin ama yang ganteng-ganteng. kalo udah nikah, prioritasnya bukan itu….
Comment by latree — April 21, 2008 @ 9:42 pm
huekekekekeke… yang penting bisa hidup
Comment by adams — April 21, 2008 @ 11:16 pm
jd inget dulu temenku… sebelum nikah sama suaminya.. bilang besedia hidup sederhana … tp kenyataannya setelah beberapa waktu menikah…sang istri akhirnya kabur dr suaminya..dan memilih tinggal dgn orang tuanya yg kaya raya…
memang susah… lagian jaman skrg..rasanya kekayaan jauh lbh pentiing dr cinta
Comment by icha — April 22, 2008 @ 2:50 am
kata dosenku “orang cantik dan ganteng itu ciptaan Tuhan,tapiiii orang jelek itu juga bukan ciptaan setan”, jadi yhaaaa kl sudah jodoh yhaaa mo gimana lagi ???
Comment by pinkina — April 22, 2008 @ 8:22 am
itu kan dorongan gen untuk pelestariannya saja…sama juga dengan laki2 (aku setuju dengan om mbilung) akan mencari wanita yang bisa menurunkan gen-gennya, seperti yang susunya besar,ini menjamin anak2nya/gen2 keturunannya akan mampu bertahan hidup, jadi melihat susu besar laki2 akan tertarik secara naluri…dan itu bukan hal yang salah..hehehe
Comment by gus pitik — April 22, 2008 @ 10:04 am
maka bersyukurlah mas, jadi lelaki gak perlu modal ganteng, keren & modis kan?, walau buruk rupa yang penting duit tebal, ngebul terus dan jaminan hidup sejahtera untuk wanita itu bukan jaminan cinta yang bisa basi loh..
eh salah ngomong gak sih ?
Comment by Parta — April 22, 2008 @ 3:40 pm
salah satu cara bertahan hidup mas..
Comment by stey — April 22, 2008 @ 4:20 pm
uhmmm… jd kesimpulannya, laki2 yg “jelek” itu, banyak duitnya?
wah, berarti yg merasa “jelek”, ga perlu merasa minder lg donk skrg?
dijitak
Comment by Juminten — April 22, 2008 @ 11:12 pm
tampang bukan lagi satu2nya bahan seleksi alam tho?
Comment by vendy — April 23, 2008 @ 2:22 pm
wah, jangan cari pacar yg cantik deh kalo gitu.. ntar istrinya jadi jelek deh!
Comment by deekz — April 23, 2008 @ 5:10 pm
dah takdir kali
Comment by sluman slumun slamet — April 24, 2008 @ 12:44 am
Waduhduh…jangan-jangan temen-temen cowokku bilang “tuh cewek lo jelek amat
”
Kalo dia aku tembak, buat perbaikan genetik…biar keturunanku cakep-cakep…wakakakak…
Comment by Juliach — April 24, 2008 @ 3:20 am
ppl change. Kalo dulu seleranya yang funky, siapa tau skarang berubah selera jadi yang settle. Dan sapa yang bisa men-judge apakah itu cinta atau bukan, selain dirinya sendiri.
Comment by eve — April 24, 2008 @ 10:17 am
spt nya bukan naluri, tp realistis.. hehee..
tp org kan beda2 cinta nya, ada yg pilih ganrteng nya, duitnya, hati nya, ya macem2..
ini bukan berlaku buat prempuan, laki2 jaman skrg juga sama..
heheee..
Comment by novee — April 25, 2008 @ 7:07 am
menjaga kelangsungan keturunan. secara naluri manusia mencari gen terbaik untuk diturunkan. biasanya itu terdapat pada apa yang biasa disebut Bad Boys. itulah kenapa pada usia muda, cowok yang jadi idaman cewek tu tipe seperti itu.
tapi. saat harus settle. sudah memiliki keturunan, yang bisa membantu kelangsungan hidup keturunannya lah yang dipilih.
saran, jadilah bad boys yang settle.
Comment by damien — May 16, 2008 @ 9:05 pm