duh, tiba-tiba tak tahu mau ngapain.
sejak menarik kursi dan memencet tombol power komputer, mata terus memelototi binar layar monitor. membuka email, mensortir spam dan mendeletnya, membaca seperlunya dan membalas yang seharusnya.
belum kelar benar, tak sabar langsung membuka browser rubah api yang default url nya blog ini. mencek jumlah komentar, membaca dan menjawab andai ada pertanyaan. lalu membuka blog salah satu dari mereka yang belum masuk agregator. menyisipkan link jika belum ada di kategori "teman".
link-link yang bertautan, mengharuskan tak cukup membuka satu browser. secara reflek jari jari memencet mouse kanan dan terbukalah jendela baru.
berbarengan itu, aku raih headpun, mendengarkan cinema paradiso (josh groban), tentang kita (peterpen), introitus requiem (mozart) dan tanah airnya ibu sud. aku sudah pastikan tak ada lagu hip-rock nya Saint Locco. tentu saja semuanya bajakan.
tanpa di undang, para messanger bermunculan di chatroom ym. dari orang asing yang menanyakan cara membuat donat kentang, ada juga yang ingin kenalan, teman yang curhat. celakanya kadang aku ingin ngobrol dengan seseorang, sayang dia tak pernah tampak online.
sambil ngemut permen, mulut pun sekali-sekali menjawab pertanyaan teman dari meja sebelah. atau berkomentar, nyeletuk ketika ada gelas yang jatuh atau ada kelebat sosok yang datang kelewat telat.
semua itu di tambah lagi harus menyelesaikan pekerjaan harian. kadang ada hal baru yang mesti di cari solusinya. karena blog ingin update terus, sesekali melintas-lintas juga mencari ide untuk bahan posting hari ini.
belum lagi teringat ikan koi yang kelaparan karena tadi pagi terburu-buru pergi, mengejar waktu. "hadiah apa buat keponakan laki-laki yang ulang tahun minggu ini?".
begitu banyak aktivitas yang berlangsung bersamaan dalam satu waktu. tangan, mata, kuping dan otak "berpindah-pindah", meloncat dari aktivitas mendengar, menulis, berbicara dan mengunyah. kecuali mata yang terus tak berkedip dan punggung yang tiba-tiba kaku.
parahnya, keasyikan filrting, gelagapan sewatu di tanya pekerjaannya sudah kelar atau belum. bukan karena tak sengaja menelantarkan, tapi semata-mata karena lupa.
bagaimana caranya memanaj pikiran agar bisa menangani seabreg masalah yang berbeda dengan baik? mungkin ada pelatihan/workshopnya?


