hai… lihatlah sepatu baruku. begitu ia mengatakan dengan memelankan langkahnya yang menghasilkan bunyi ketokan lebih keras. tanpa sedemonstratif itupun, orang-orang tetap akan langsung memelototi.

 

sepatu adalah objek penting yang pertama kali dilihat seseorang ketika berpapasan. termasuk mereka yang kau temui di mana dan kapan saja, yang hanyai kau pandangi sekilas wajahnya.

bahkan lebih dari sekedar melihat. mereka mengamati sejauh-jauhnya. diam-diam, mereka akan bertanya-tanya, apakah merknya itu asli atau bajakan. beli di outlet resmi atau barang bs yang di diskon 99 %. atau jangan-jangan belinya di black market tanjung priok yang jualanya tanpa kardus pembungkus.

bukan sebagai pengaman jari kaki saja, sepatu akan menunjukkan siapa dirimu. jika ingin mendapat penjelasan, datang saja ke bank atau mal. meski tanpa kata-kata, kau akan bisa merasakan penjelasan panjang lebarnya.

makanya manolo blahnik tak bangkrut. sepatu mewah dan glamournya tak pernah ditinggalkan pelanggannya. mungkin dulu sebelum masehi, sepatu masih belum bagian dari lifestyle. konon di belanda ada museum sepatu terbesar yang pernah ada. silakan melongok ke sana barang sebentar.

berapa pasang sepatu yang kalian miliki? menurut artikel di majalah-majalah urban community, minimal harus mempunyai 3 sepatu kerja. ini bukan untuk gaya-gayaan. tapi memang tuntutan kesehatan. sepatu yang kita pakai tiap hari, akan menyebabkan sepatu lembab, berjamur dan bau.

saya sendiri lebih memilih sepatu casual bertali yang nyaman juga dipakai untuk berlari. bukan sepatu tik tok yang kaku. karena suka minimalis, punyanya cuman satu.

*image dari  http://www.kitmeout.com/img_assets/jhung_blog.jpg. bukan sepatuku :)