diam-diam ada seseorang yang dari jauh memperhatikanku. seksama. siang ini ia mengirimkan kupon untuk di tukar dengan eye messager. baru tahu, ternyata ada alat pijat refleksi mata. senangnya tentu saja. dia paham, mataku telah terlalu lelah terus-menerus memelototi yang tak semestinya.
tak ada pemberitahuan atau kabar sebelumnya. dan tak ada konfirmasi juga apakah kirimannya sudah sampai dengan selamat atau aku langsung membuangnya ke ke kali. tentu saja ini bukan dalam rangka filrting seperti duga temanku.
saya tahu siapa dia, tapi tak/belum kenal sama sekali. jangan-jangan ini salah orang saja? jelas tidak. nama dan alamat yang diterakan persis alamat yang aku pakai dalam surat menyurat konvensional, lengkap dengan kode posnya.
untuk kamu yang telah ngirim saya ucapkan banyak terimakasih.
seminggu sebelumnya peristiwa serupa tejadi juga. kali ini aku menerima buku yang belum pernah kubaca. jumlahnya enam. saya tahu pengirimnya, bahkan sering chat setelahnya. seorang asistant editor penerbitan di jogja.
kenapa kau bersusah-susah mengirim buku? dia menjawab, "buku itu selalu ada jodohnya". "dan aku pikir, buku buku ini ( kite runner, kota-kota imajiner, toto chan, choclate, satu buku puisi, dan yang terakhir lupa, tulisan n riantyarno) cocok buat kamu.
hiya… kok dia mirip cenayang yang dengan tepat meramal, aku suka membaca? bukan, dia memang tahu. dia mengaku membaca blog ini sejak lama. oh ya? iya. bahkan ia sangat teringat dengan salah satu postingan yang membuatnya merasa bersalah.
entah kenapa ia merasa nyaman dengan postingan-postingan yang kadang cukup asal. meski saya nulisnya sudah berusaha sebagus yang saya bisa. meski juga kadang-kadang posting kejar tayang.
sejak lama, saya selalu kagum pada orang-orang baik.


