hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyApril 30, 2008 3:48 pm

sebenarnya, siapa yang membaca blog kamu (ku)? tak ada!

ini bukan ledekan. penelitian paman jakob nielsen ini telah di publikasikan sepuluh tahun lalu. menurutnya hanya 16 persen orang yang membaca web (blog) kata per kata. selebihnya mereka hanya membaca secara scanning.

teknik membaca scanning bisa di ilustrasikan seperti kita membaca koran, mencari judul-judul atau topik berita yang dianggap menarik.

agar postingan kita lebih scannable, paman menyarankan untuk membuat kata-kata kunci lebih eye cathing, caranya dengan memberi variasi warna atau link. menurutku ini susah di lakukan dan akan membuat mata pembaca sakit.

saya lebih suka tips berikutnya: membuat postingan yang bernas. kriterianya sudah banyak yang nulis. misalnya to the point, singkat, memulai dari tengah, memilih sudut pandang, magnitude dan seterusnya.

satu paragraf hanya berisi satu ide. karena pembaca akan segera melompat begitu ada penambahan kata yang tak berhubungan dengan sebelumnya. atau bisa juga memakai list yang berupa bulatan-bulatan atau angka. 

jadi apakah kalian salah satu dari 79% yang disebut paman jakob, seorang konsultan usability untuk keperluan perancangan situs itu?

dailyApril 29, 2008 5:56 pm

ketika dia melihat orang banyak, naiklah dia ke atas bukit dan setelah ia duduk, datanglah para blogger kepadanya. dia pun mulai berbicara dan mengajar mereka.   katanya,

berbahagialah kamu yang telah mempunyai sebuah blog bahkan ada yang beberapa. meskipun kamu dianggap tak berhak  untuk menyampaikan informasi. apalagi pencemaran nama baik, seks, dan kekerasan.

berbahagialah kamu yang punya waktu blogwalking keduaratus blog setiap harinya namun tak berharap mendapatkan kunjungan balik. apalagi meminta dengan vulgar.

bersuka citalah kamu karena banyak fasilitas di blog yang bisa di maksimalkan meskipun diantara kamu ada yang memfilter dengan mengaktifkan moderasinya.

berbahagialah kamu yang bisa menyalakan ym dan berbalas pesan secara real time 24 jam sehari, meskipun kamu pasang status busy atau dilarang masuk sepanjang waktu itu.  

dan kabar gembira itu adalah kamu mempunyai benwit super kencang yang bisa menikmati aktivitas foto dan video meskipun kebanyakan yang kamu pasang adalah foto saat berada di luar negeri saja.

bergembiralah kamu masih bisa mengikuti banyak milis meskipun kebanyakan isinya hanya balasan sebaris kata, rilis sebuah produk, email-email sampah yang di forwad tanpa tahu apa isinya, joke, tips, tutorial basi yang telah kau baca berpuluh kali.

kamu adalah terang dunia. seluruh isi yang ada di kepalamu tak mungkin tersembunyi. lagi pula kamu tak akan menuliskannya di dalam diary yang terkunci. melainkan pada sebuah blog, sehingga cahayanya bisa menerangi semua orang.

dailyApril 28, 2008 10:35 am

 

besok, selasa 29 april 2008 zam akan sampai di jakarta. mungkin dia akan mengalami shock culture, meski hanya beberapa menit lalu akan penuh suka cita menyetubuhi kota yang masuk sepuluh besar kota termahal dunia ini.

jangan khawatir, masih ada yang murah. apa itu? harga diri.

selalu ada hal pertama. seperti pengalamanku dulu. pertama kali melamar kerja dengan membeli formulir, namun ketika tanggal penyerahan tiba, kantor di jalan pacenongan, jakarta pusat itu tutup.

pertama kali ingin main ke tempat teman, namun tak tahu arah dan wilayah. bertanya kepada kenek, polisi dan tukang teh botol di pinggir jalan, memperoleh tiga jawaban yang berbeda.

naik taksi mungkin pilihan agak tepat, namun baru aku tahu sekarang ini. hanya ada dua nama yang layak di pakai. yang berwarna biru dengan burungnya dan berwarna putih melati yang kecepatannya mirip kereta ekspress.

melewati kali sunter, tangan kanan memencet hidung terus. namun hanya tahan 10 menit. setelahnya makan mie ayam di pinggirnya. hmm… lapar ternyata bisa menawarkan bau busuk.

meski jakarta terkesan sangat tak manusiawi, kita masih bisa menyiasatinya. ketika kau ingin pergi tak punya ongkos, bicaralah baik-baik ke kenek. bisa jadi dia akan memaki. namun orang yang seperti itu hanya 1 persen. saya sudah membuktikannya.

ketika kau akan ngopi di starbuck namun kantong cekak, kita bisa datang di warung kopi bulungan. tempatnya tak kalah asyik, kita bisa cepat menyesuaikan. atau di bundaran hotel indonesia yang kini melegenda.

ketika uang kita tak laku di plasa senayan, ada sogo jongkok yang menawarkan kualitas tak kalah baik dengan yang di jual di mall. dan seterusnya dan seterusnya. jadi  jangan pernah putus asa untuk terus meledek keangkuhan jakarta.

welcome to the jungle … 

dailyApril 25, 2008 7:42 am

 
dari jalan mahakam, tempat aku menyantap sepiring gultik (gulai tikus), plesetan untuk menyebut gulai tikungan, sayup terdengar dalang sri rahayu mengumandangkan suluk. 
 
suaranya bertabrakan dengan aba-aba pelatih capoeira, geremengan dan obrolan pengunjung ayam gantari yang tepat di sebelahnya. dalang perempuan yang sudah melanglang pentas di nairobi, kenya, hanoi dan swiss itu memulai aksinya.
 

hanya sedikit yang hirau. bisa jadi mereka tak tahu ada pementasan wayang. atau memang pertunjukan wayang kulit sekarang ini tak menarik. meskit tak ada yang membantah, wayang merupakan puncak pencapaian kreativitas pada masanya. 

dan ketika begitu banyak pilihan hiburan di gelontorkan, wayang ditinggalkan. apa salahnya? bukankah budaya masa dulu tak lebih baik dari budaya sekarang dan sebaliknya?

ketika aku masuk ruangan tampak simpingan, deretan wayang kulit yang  berdiri di atas gedebog di ujung kanan dan kiri, saling membelakangi. seorang dalang di tenganya, menghadap kelir.

hanya puluhan pengunjung saja yang khidmad mengarahkan matanya ke kelir yang cukup kecil untuk ukuran pentas wayang yang sebenarnya.

tentu saja, pementasan ini tak sampai semalam suntuk, di persingkat dua jam saja. dan aku pun tak sanggup untuk terus mengikuti. meski dalam waktu yang singkat itu ada juga acara goro-goro yang selalu di nantikan para penonton wayang (abal-abal).

sekedar mengenang romantisme masa bocah, langkah yang dilakukan warung apresiasi sangat menarik. pementasan wayang ini akan dilakukan rutin sebulan sekali pada hari kamis akhir bulan.

oh ya hari ini (25 april 2008) pukul 1900 akan ada launching majalah wayang. minat, silakan datang. 

*) fotografer: aku. yang punya kamera: mumu :)  

dailyApril 23, 2008 5:59 pm

aku mengenalnya beberapa tahun lalu, di sebuah kantin pabrik. di deretan meja panjang itu aku memelototinya tanpa sengaja. bukan pada orangnya, tapi pada piring yang di hadapannya. juga jari jari gembul yang memegang sendok.

saat itu aku menunggu menu yang aku pesan. mungkin karena aku ingin cepat makan saja, fokus mataku hanya kepada nasi dan setumpuk lauknya. hebat sekali perempuan ini. keyakinan yang sering aku dengar, gembrot tak selalu berhubungan dengan asupan makanan, berantakan.

"mas, liatnya kok gitu, gak sopan", katanya ketus. "kalau naksir ngomong langsung aja, teman yang lain menambahkan.

aku tak bermaksud meremehkannya. bukan. aku juga tahu konon big is beautiful. namun bukan karena bentuk fisik yang membuat aku agak mempertanyakan diriku sendiri. meski aku belum ke psikolog, aku yakin bukan pengidap oudipus complex.

"oh maaf mbak, saya lagi melamun kok. melihat peristiwa itu teman-temanku bercekikikan yang tertahan. kedua perempuan itu berlalu. dan semua kembali baik-baik saja.

sampai sorenya kira-kira pukul empat, perempuan itu mengulurkan tangannya di depanku. dia mengenalkan dirinya. rupanya ia yang akan mengurusi masalah kekaryawanan di sini. sambutanku cukup dingin dan datar. celetukan teman-teman di seklilingku bergemuruh.

tepat saat itu dia berada di depan layar televisi 24 inch. lewatlah iklan mobil toyota avanza yang seri gajah aja bisa masuk. makin meledaklahh tawa kami bersama. ia menyadari tempat baru ini tak menyambutnya riang.

sejak saat itu, aku menduga, dia diam-diam menyemai bibit permusuhan.

terbukti, dia membuat kebijakan-kebijakan yang kurang masuk akal. menegaskan jam kerja harus tepat waktu misalnya. juga mempersulit urusan buruh. salah seorang sedang apply kredit rumah.maksud teman saya itu meminta surat yang menjelaskan penghasilan totalnya. ia menolak.

"saya ini manager, saya berpikir secara konseptual", ia berang.

makin hari, hubungan kami makin memburuk.