cara menyiasati kantuk sehabis makan siang
kapok datang ke pabrik kepagian, waktu makan siang terasa lebih lama. ke kantin duluan sendirian, tentu pilihan para asosial yang nyaman. dan tentu saja aku bukan salah satu anggota genk itu.
baiklah, aku panjangkan leher terus memutar kepala ke lima arah mata angin, karena aku menghadap tembok. melihat, mengamati dan memperhatikan meja-meja milik ibu-ibu muda.
celaka, pagi ini tak ada satu pun yang membawa bekal makanan.
ngeliat huruf-huruf di dokumen mirip rayap berkerumun, pengen muntah saja. untung bisa pesan kopi pahit di pantri,meski kadang-kadang airnya setengah mendidih saja sehingga butir-butir kopi ada yang sempat mampir di bibir.
menyapa teman-teman yang online secara serentak pun hanya satu yang merespon. mengatakan sedang menyiapkan bahan untuk miting sepuluh menit lagi. meraba kalender, tanggal merah 1 mei masih lama.
blogwalking setengah hati, menelepon teman-teman yang masih gagap mendengar frasa onlie, dan makan siang itu datang juga. lapar, mengharuskan sekali telan hanya perlu empat kunyahan. terasa tiba-tiba perut kenyang. dan saat terindah itu datang, ngantuk.
bobo siang tak memungkinkan karena waktu istirahat hanya satu jam. beberapa cara menyiasatinya pastinya bukan ke ruang merokok atau minum kopi, sudah tak mempan lagi. apakah driblling atau skipping di sela-sela sekat meja salah solusi?
tolong sampaikan kalau punya cara untuk menyiasati.


