bepergian tetap menjadi pilihan menarik sebagian besar penghuni kota ini di hari libur panjang kemarin. tampak dari begitu banyaknya saya memencet tuts menerima panggilan.
ceria mereka bercerita. merasa menjadi pemenang setelah mengalahkan kepenatan kerja yang brutal. tak penting tempat tujuan, ke pulau seucang, ujung kulon atau ke kaimana. yang lebih penting adalah perjalanan itu sendiri.
sehingga kelak tidak akan tiba-tiba merasa tua dan tak pernah kemana-mana. dengan melakukan perjalanan kita lebih bisa menerima ketuaan dengan rela. telah begitu banyak kampung dan kota di jelajahi. memuaskan keinginan terdalam yang entah kapan habisnya.
salah satu teman ketika sampai di ponorogo menemukan perkampungan yang seluruh warganya menjual sate ayam. uniknya semua memakai nama belakang ‘sobikun’. slamet sobikun, nandar sobikun. namun yang paling rame warung milik tukri sobikun.
sebagian memilih pulang kampung. di kota yang cukup sombong ini, mereka merasa tak punya ikatan. tak ada /belum ada kerabat keluarga yang meninggal dan di kubur disini. bahkan ada saja yang memaksakan diri.
"kerja itu tak ada habisnya mas. kalau senang itu kan gak bisa di tunda", katanya.
entah kenapa pertemuan selalu lebih menarik. tertawa mereka menyambutnya. bercengkerama, bercanda dan membincangkan masa lalu yang tak terlupakan.
namun hanya sebentar. hari ini, semua kembali ke kebiasaan harian. bersetebuh dengan kota yang diam-diam tak di harapkan namun tak bisa benar-benar di tinggalkan.



lebih tepatnya kutukan jakarta?
sepakat! kita adalah orang orang terkutuk.
Comment by bangsari — March 24, 2008 @ 5:14 pm
jakarta ki enak sakjane…asal nduwe duit..
Comment by gus pitik — March 24, 2008 @ 5:35 pm
kasian deh lu….
Comment by balibul — March 24, 2008 @ 5:47 pm
namun kadang2 seneng itu bisa tertuda bro
Comment by Febra — March 24, 2008 @ 6:07 pm
mas neng ndeso ki cen opo-opo murah, ning duwite larang, hahaha
Comment by andrias ekoyuono — March 24, 2008 @ 6:24 pm
bener, seneng itu gak bisa ditunda..
Comment by popok — March 24, 2008 @ 8:01 pm
ngomong pulang kampung saya jadi pengen pulang kampung dah 3x lebaran ngg pulang2

Comment by Ghatel — March 24, 2008 @ 8:29 pm
saya lagi dikampung ini
Comment by iphan — March 24, 2008 @ 10:21 pm
Ah tidak ada salah dengan Jakarta. Mungkin yang salah cara kita memandangnya dan merangkulnya.
Selalu ada cara untuk menikmati tempat kita berpijak, walaupun sentimentil kampung halaman selalu menggoda.
Comment by iman brotoseno — March 24, 2008 @ 11:28 pm
Wah..saya malah kangen dengan jakarta…tapi kangen juga dengan sate ayam “sobikun”
Comment by Um Ibrahim — March 24, 2008 @ 11:49 pm
Aku sudah tidak bisa hidup di Jakarta, lebih baik hidup di kampung yg masih banyak O2.
Comment by Juliach — March 25, 2008 @ 2:21 am
bagaimanapun njakarta memang menggoda, tapi memang lebih nyaman dan tenang hidup di kampung halaman sendiri.
makanya bagi yg masih single dan punya kampung sering-seringlah pulang, enak loh….ada kenikmatan tersendiri.
Comment by evi — March 25, 2008 @ 7:21 am
biarpun jkt tempat yg sombong tapi tetep aja byk daya tariknya buat cari rupiah iya kan.
wah mas…aku jaditambah gak pengin pindah jkt
Comment by kenny — March 25, 2008 @ 8:07 am
seperti kata pak BR, kalo kerja sudah menyenangkan, who needs holiday trip? hahaha, sebuah pembelaan yang garing
Comment by Hedi — March 25, 2008 @ 8:47 am
hohoho, pulang memang menyenangkan, karena keseharian saya sendiri adalah sebuah perjalanan yang panjang.
Comment by dewi — March 25, 2008 @ 9:10 am
komen ke 7: ngungkuli bang toyib?
Comment by sayur asem — March 25, 2008 @ 9:27 am
saya malah gak kepikir tinggal di daerah mas…..meskipun liburan bisanya cuma menikmati tidur yg lbh lama dari biasanya…....
Comment by jeng endang — March 25, 2008 @ 4:43 pm
aq pingin pulang
Comment by nurussadad — March 27, 2008 @ 8:23 am
Iyo mas…aku bar mulih kampung seminggu, mbalek jakarta aras-aras en, tapi nek ra mbalik, piye golek pakan e..uggghhhhhh..
!
yg males banget balik jakarta
Comment by matahati — March 27, 2008 @ 9:59 am
ga pernah tahan berlama-lama di jakarta, terlalu bising, rame, en crowded..
Comment by stey — April 8, 2008 @ 8:16 pm