tepat pukul 19:00, tiket  kursi nomor 18 baris a aku sodorkan ke mbaknya yang berkain panjang hitam di depan pintu masuk 21 blok m plasa. di belakangku masih berjubel penononton lain. nenek  berjilbab, tentara tni berseragam lengkap dan anak-anak muda berpasangan.

saya harus  sabar menunggu selama 22 hari untuk bisa nonton setelah sebelumnya datang 3 kali dengan sambutan plakat dari kertas yang menerakan kalimat  "tiket pertunjukan hari ini sudah habis".  

kesuksesan film ayat-ayat cinta yang sanggup menyeret masyarakat datang ke bioskop karena strategi tim marketing comuncationya yang ciamik. akting tak hanya dilakukan oleh para aktor dan aktrisnya, tapi semua komponen film termasuk sutradara dan tim publicistnya.

sejak awal, md entertainment, produsernya menghembuskan ke media, lokasi shooting film dilakukan di sungai nil dab gurun pasir di mesir. calon penonton berharap film ini akan eksotis dan indah. setidaknya orang yang belum pernah ke mesir akan agak tahu sedikit budaya dan keadaan alam di sana.

pihak md picture sukses mencipta genre yang belum ada sebelumnya: film islami.  untuk meyakinkan, mereka menggandeng organisasi keagamaan besar negeri ini. untuk mendapatkan legitimasi. masyarakat tersihir dan secara brutal meyakini tanpa perlu mempertanyakan.

jadwal penayangan  perdananya rencananya bulan desember tahun lalu. Dan terus mundur, mundur lagi hingga realisasnyaa baru tanggal 28 februari.  waktu tiga bulan rasanya cukup untuk memeram kepenasaran masyarakat yang semakin melua-luap. Mereka terus  membincangkannya.  Apalagi pembaca novelnya.

sutradaranya, hanung bramantyo mestinya mendapat bayaran dobel, selain sutradara ia  juga dengan simpatik mengabarkan ke publik, sejak lama ingin membuat film islami untuk memenuhi janji suci kepada ibundanya.

di blognya ia juga berkeluh kesah, menuliskan susahnya mengurus proses pasca produksi. harus bolak-balik ke bangkok, berurusan dengan imigrasi dan  pihak bandara (bea cukai)  yang melarang membawa copy film dalam jumlah banyak. Kecuali melalaui cargo.  Hanung harus berkejaran dengan waktu tayang perdana.

dengan usaha susah payah itu,  filmya yang belum di edit sudah beredar di internet. beberapa blogger  bisa mendownlod gratis.  kabar ini sanggup mengharu biru masyarakat yang lalu mendukung hanung habis-habisan dengan berangkat ke gedung bioskop. Saya salah banyaknya.

md tahu benar siapa yang menjadi sasarannya. dan mereka melakukannya secara all out, sanggup mendesakkan image, mereka itu benar-benar kelompok islami yang layak menjadi panutan dengan ber"syukron-syukron" dalam mengomentari sebuah postingan.

untuk lebih meng"klimaks" kan kepopuleran itu rencayanya md akan memproduksi ayat-ayat cinta extended version. masih ada yang bisa di lakukan: membuat ayat-ayat cinta "the sinetron", ayat-ayat cinta "the komik" atau bahkan ayat-ayat cinta "the hentai.