maaf, tak ada makan siang gratis di sini

entah ini adalah kutukan atau anugerah. sepintas semua orang melihat dia sekarang lebih keren. naik jabatan, siapa yang tak menginginkan? tentu saja selain gaji naik dua digit, plus tunjangan-tunjangan yang kalau di sebutkan bisa berbelas-belas nomor.
sejak bulan maret ini, teman saya itu selain memperoleh tunjangan standar macam uang transport, uang makan, tunjangan jabatan, kesehatan, asuransi, thr, pulsa, tunjangan entertaint client, kendaraan berplat khusus serta pemeliharaanya, masih ada beberapa previlege lain.
sebagai atasan, tentu dia tak lagi turun ke masalah teknis, coding, debuging, monitoring jaringan komputer dan semacamnya. cukup pakai jari, semua sistem akan berjalan dengan baik. dia kini lebih fokus ke manajemen.
naik haji. ya saya juga baru dengar ada tunjangan naik haji. gratis. rencananya akan dilaksanakan tahun ini. kebayang betapa berlebihan manusiawinya pemimpin pabrik tempatnya bekerja.
yang paling mengesankan, dia bisa online 24 jam tanpa jeda di mana dan kapan pun dengan bandwith super kencang.
namun kenaikan semua itu berbanding lurus dengan banyak hal. pertama ketakpulangannya ke rumah makin sering. maklum dia punya tanggung jawab lebih besar, pulang sering larut. sehingga ia lebih memilih tiga atau empat hari sekali pulang.
kedua, makin sulitnya diajak nongkrong. tentu saja sebagai teman baik kami harus bersabar, menunggu waktu luang besoknya, besoknya atau besoknya lagi.
ketiga, makin sering ia "merepotkan" teman. bagaimana tidak, ia menginap di tempat kost temannya yang lebih dekat dengan kantornya. tak ayal sang teman mesti menyediakan kasur, segelas susu hangat dan ipod. tiap pagi harus rela kemeja arrownya berkurang satu.
keempat, makin sering masuk angin kecapekan. tak heran kalau dia malam-malam berteriak minta tolong untuk ngerokin pakai uang logam dan memijitnya.
memang tak ada makan siang yang gratis di metropolitan ini, kawan.


