tanggal 21 maret ada himbauan untuk tidak menyalakan listrik selama 4 jam. dari jam 10:00 sampai jam 14.00. sebagai bentuk dukungan untuk memperingati world silent day. tanggal 21 di pilih karena bertepatan dengan hari air dunia, simbol kehidupan.
 

ini adalah untuk pertama kalinya world silent day. dengan keheningan itu, harapannya bisa mengurangi ancaman pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim yang merugikan kehidupan anak cucu kita. ide ini mengulang dari masyarakat bali yang telah merayakan nyepi sejak tahun 79.

pada hari itu, seluruh bali diam, tak menyalakan api, tak ada aktifitas bekerja, bepergian dan menonton hiburan. tujuannya memberikan kesempatan kepada alam untuk bernafas setelah selama setahun disesaki oleh aktivitas manusia.

karena pada hari itu, tak ada kegiatan selain persembahyangan, di perkirakan emisi karbondioksida berkurang sekitar 20 ribu ton. hitung-hitunganya aku kopi paste kan dari situsnya:  asumsikan 1 sepeda motor mengkonsumsi 4 liter bensin sehari, jumlah yang dipakai 4.032.000 liter. pembakaran satu liter bensin menghasilkan 2,4 kg CO2, maka emisi yang dihasilkan 9.676.800 kg.

andai ada 200.000 mobil rata-rata mengkonsumsi 10 liter bensin, jadi 2 juta liter bensin seluruhnya. artinya emisi yang dikeluarkan adalah 4,8 juta kg CO2.

ada sekitar 80 pesawat terbang beroperasi setiap hari di bandara ngurah rai bali, dan mengkonsumsi bahan bakar avtur 1600 kiloliter. dengan asumsi bahwa 1 liter avtur melepaskan 2,4 kg CO2, maka emisi yang dihasilkan adalah 3,840 ton CO2.

jadi pelepasan karbon dari mobil, sepeda motor dan avtur pesawat di bali per hari sekitar 17.316 ton CO2. ini perkiraan terendah sehingga diperkirakan minimum penghematan emisi adalah 20 ribu ton, belum termasuk penghematan emisi dari kapal feri dan penggunaan energi untuk industri serta pembangkit listrik.

itu baru di bali. andai seluruh penghuni planet bisa berhemat, tentu sangat banyak emisi karbon yang bisa di tekan.