
banyak polisi sejak kemain mengamankan jalur busway dari serbuan bus umum. kemacetan memang lebih gila-gilaan, namun ada kepastian. ada pilihan dengan risikonya. memilih menumpang busway, metromini atau naik sepeda kumbang.
waktu tempuh yang lebih lama itu menyebabkan orang-orang berbuat baik lebih. ibu di sampingku khusuk komat-kamit yang aku duga sedang berdzikir. dan buku no country for old man yang kubaca cepat selesai.
metromini yang terisi penuh kursinya saja, menjadi sasaran para dana pembangunan rumah ibadah, juga pengamen tua yang kaosnya bergambar lambang partai. atau anak balita dengan amplopnya yang terpotong dua.
orang-orang lebih banyak yang menyerbu halte-halte busway yang berada di lajur pemisah itu. temanku yang di depok, lebih suka menitipkan mobilnya di ragunan untuk menuju daerah menteng.
mungkin pak sopir yang terus menyemburkan asap itu yang tak sabar, ngedumel diam-diam dalam hati. uang seotrannya bisa jadi berkurang. dan tentu ia tak bisa memuaskan hasrat kepiawana ber zig zag di jalan raya.
keteraturan dan kedisiplinan memang tak memuaskan semua orang (yang belum dewasa).



makanya, ayo….pulang kampung aja, kalo bisa buka lapangan kerja disana. ngarang.com
aku ya kadang berpikir gitu…enaknya di kampung, tanpa dibebani macet, terus tlat sampe kantor.
Comment by evi — March 11, 2008 @ 3:24 pm
hidup jakarta, hidup pekerja…
Merdeka !!
Comment by balibul — March 11, 2008 @ 3:24 pm
tak cuman macet, dingin pun bikin saya murung tiap hari menanti matahari disini
Comment by aprikot — March 11, 2008 @ 3:29 pm
gak murung, cuma lagi kumat. LOWPOINT. d’oh

Comment by venus — March 11, 2008 @ 4:27 pm
hidup jalanan jakarta…
Comment by Hedi — March 11, 2008 @ 4:47 pm
potomu nggilani..weksss..bokonge gak seksi babarblas1!!wekeke
Comment by gus pitik — March 11, 2008 @ 5:20 pm
eh..nambah..jam tanganmu anyar yo?wah..layak copet kie..hahaha
Comment by gus pitik — March 11, 2008 @ 5:21 pm
insya Allah tgl 19 aku arep mudik nyang kampung… yihaaa
! ayo mudik wae mas… ning kampung meski sedelo rasane mesthi wenak pol
Comment by mr.bambang — March 11, 2008 @ 5:21 pm
menjadi bagian yang harus dirayakan ya, Kang?
Comment by dhodotes — March 11, 2008 @ 6:36 pm
memang mumet hidup ini….
tapi kalo diperhatikan memang asyiik juga ngeliat keruwetan itu..
macam2 ada…
Comment by elly.s — March 11, 2008 @ 7:23 pm
yah.. begitulah J A K A R T A, enjooy aja ah.. dengan yang kita nikmati sekarang ini mas..
Comment by Parta — March 11, 2008 @ 7:30 pm
bingung aku….lagi gak bisa mikir….
Comment by jeng endang — March 11, 2008 @ 7:41 pm
knapa akhirnya banyak yang milih angkutan umum? spt ma hedi.. berkaitan dnegan penertiban jalur busway?
Comment by dewi — March 11, 2008 @ 8:56 pm
Ra betah macet? Turu kantor! Aku wae tak niati tuku kasur lipat. Mayan ngirit ongkos transport.
Comment by -=«GoenRock®»=- — March 11, 2008 @ 11:38 pm
mas, fotone ciamik tenan. ada nggak ya yang pas macet trus berpose gitu di busway?
Comment by fitri mohan — March 12, 2008 @ 7:33 am
“murung” . . . . . ?
bukan ‘murungake niat’ ya . . .
Comment by ebeSS — March 12, 2008 @ 9:03 am
keteraturan dan kedisplinan? terdengar seperti militer bagi saya….
Comment by datum — March 12, 2008 @ 10:00 am
ibarat hidup klo lurus aja gak ada ruwetnya malah membosankan tho
Comment by kenny — March 12, 2008 @ 10:04 am
Jakarta ndak kyk di Semarang… Jalanannya ndak terlalu padat…
Comment by adit-nya niez — March 12, 2008 @ 10:30 am
yen wis bosen macet yo ning wonogiri wae mas: coding pohung, nge-hack jagung, pasang banner neng tegalan, hehehehe
Comment by andrias ekoyuono — March 12, 2008 @ 11:40 am
Kalo hal2 seperti itu terjadi hampir setiap hari, mungkin kita tak perlu murung, anggap saja itu sebagai sebuah kebiasaan, kultur, ato apalah itu.
Saat kita tak bisa lagi menerima kultur itu, kenapa kita tidak beranjak dan pergi, entah ke ke planet mana…
Comment by Dony — March 12, 2008 @ 7:58 pm
iya dua hari ini jalur bersparator itu lengang… mustinya jumlah armada buswaynya bisa ditambah lagi biar mengimbagi kepadatan di jalur sebelah
Comment by Totok Sugianto — March 13, 2008 @ 1:04 am
hehehehe….klo lg keadaannya super duper macet ky gitu mah emang enaknya naik angkot aje…daripada bawa mobil sendiri pegel, bawa motor takut ujan…di angkot tinggal duduk manis diam dan…zzz….
Comment by theloebizz — March 16, 2008 @ 8:31 am