kalian sempat murung hari ini? mudah-mudahan tidak, seperti aku.
 
aku sangat menikmati kemacetan pagi sepanjang jalan cilandak – ragunan, belok kiri ke lampu merah mangga besar sampai perempatan mampang prapatan yang kecepatan lajunya 10 km/jam. ikarena ini pilihan sadarku untuk menumpang metromini.
 

banyak polisi sejak kemain mengamankan jalur busway dari serbuan bus umum. kemacetan memang lebih gila-gilaan, namun ada kepastian. ada pilihan dengan risikonya. memilih menumpang busway, metromini atau naik sepeda kumbang.

waktu tempuh yang lebih lama itu menyebabkan orang-orang berbuat baik lebih. ibu di sampingku khusuk komat-kamit yang aku duga sedang berdzikir. dan buku no country for old man yang kubaca cepat selesai.

metromini yang terisi penuh kursinya saja, menjadi sasaran para dana pembangunan rumah ibadah, juga pengamen tua yang kaosnya bergambar lambang partai. atau anak balita dengan amplopnya yang terpotong dua.

orang-orang lebih banyak yang menyerbu halte-halte busway yang berada di lajur pemisah itu. temanku yang di depok, lebih suka menitipkan mobilnya di ragunan untuk menuju daerah menteng.

mungkin pak sopir yang terus menyemburkan asap itu yang tak sabar, ngedumel diam-diam dalam hati. uang seotrannya bisa jadi berkurang. dan tentu ia tak bisa memuaskan hasrat kepiawana ber zig zag di jalan raya.

keteraturan dan kedisiplinan memang tak memuaskan semua orang (yang belum dewasa).