hari ini, rabu pas di tengah-tengah minggu, kejepit dua hari kemarin yang malas dan dua hari lagi yang ceria menyambut weekend. dan diam-diam hari inilah puncak kebasian selama seminggu itu.
apa yang bisa dilakukan pada hari rabu kecuali bangun pagi karena keberisikan presenter tipi yang overacting menghembuskan berita gosip artis yang menyangkal punya pacar, para koruptor yang tak pernah terjerat pasal dan rasa ngantuk yang tak pernah terpuaskan.
dan lapar lagi. inginya hidup sehat, perut tak membuncit namun tetap saja lebih memilih makan di warung padang yang menggelontorkan vetsin dan minyak jelantah ke dalam menunya.
meski sadar meringkuk di dalam selimut, memeluk guling tetap saja harus berburu-buru cuci muka lima menit, lalu menyambar tas menuju jalan raya. sayang harus balik lagi ke tempat kost karena pintu yang lupa terkunci.
wah ternyata jarak rumah dengan pabrik berbanding terbalik dengan jabatan. semakin rendah, semakin jauh rumah yang bisa terjangkau.juga semakin pagi harus berangkat dan sampai rumah paling terakhir. waktu istirahat pun lebih pendek.
namun harus tetap tersenyum, utamanya kepada para bos dan atasan, semanis mungkin. ini bukan basa yang basi, namun kebiasaan yang di sepakati bersama. menurut temanku ini agak absurd, kenapa orang lebih suka di beri senyuman daripada pelototan.
lalu, teguran, say hello di ym menanyakan apakah kau baik-baik saja hari ini? ngobrol tentang film ayat-ayat cinta yang laris karena penasaran ingin membandingkan dengan novelnya, sambil membuat revisi laporan mingguan untuk yang kedua kali.
selebihnya, kembali sendiri.



Ngopi wae kang…!
Comment by balibul — March 5, 2008 @ 3:58 pm
mas kw dah lama ga ke bhi nih
Comment by mikow — March 5, 2008 @ 4:07 pm
iyho,bener apa yg ditulis mikow, mas kw dah lama gak ke HI, padahal kemaren mas Gunrock (yg ngefans smpyn itu) dateng lohhh, apa ndak kasiyan ???
Comment by pinkina — March 5, 2008 @ 6:51 pm
lho, cuci muka gak gosok gigi?
Comment by venus — March 5, 2008 @ 6:54 pm
weh.. rutinitas itu memang menjemukan toh kang!
Comment by peyek — March 5, 2008 @ 8:23 pm
supaya ga gampang basi, masukin ke kulkas…
Comment by Hedi — March 6, 2008 @ 1:25 am
aha, koq ga da cerita tentang kemacetan yah..
apa karena dah jadi rahasia umum yah mas…
:P
Comment by tehaha — March 6, 2008 @ 8:23 am
hahaha, benar..rabu adalah pundah rutinitas yang membosankan. klimaks. selanjutnya menurun lagi mendekati weekend. disini saja mas, disini berasa libur setiap hari.
Comment by dewi — March 6, 2008 @ 8:34 am
“sayang harus balik lagi ke tempat kost karena pintu yang lupa terkunci.” => kebiasaan blogger yang terlalu sering mimikirkan kata kata apa yang mo ditulis ,hehehhee, canda mas min….
Comment by pengamen — March 6, 2008 @ 9:07 am
wah ini memang pasti belum kenal “virus” every day sunday in jakarta….
Comment by Ndoro Seten — March 6, 2008 @ 9:31 am
sik sik sik, iki brarti sampeyan mung sarungan ? ora ganti klambi sik ?
Comment by andrias ekoyuono — March 6, 2008 @ 10:31 am
loh, kemarin sore ga kena macet yg super parah tho…?
beruntunglah anda
Comment by evi — March 6, 2008 @ 12:10 pm
malah suka hari rabu, klo dah rabu waktunya jalan cepet banget
Comment by kenny — March 6, 2008 @ 1:31 pm
mandi ga tuh? masa cuma cuci muka saja, hehehe
Comment by Febra — March 6, 2008 @ 7:36 pm
buku kenthir! tapi asik…
Comment by Paman Tyo — March 8, 2008 @ 11:34 am
Urip, kang. Selebihnya emang selalu kembali sendiri.
Comment by dhodotes — March 9, 2008 @ 12:35 pm