hari ini, rabu pas di tengah-tengah minggu, kejepit dua hari kemarin yang malas dan dua hari lagi yang ceria menyambut weekend. dan diam-diam hari inilah puncak kebasian selama seminggu itu.
apa yang bisa dilakukan pada hari rabu kecuali bangun pagi karena keberisikan presenter tipi yang overacting menghembuskan berita gosip artis yang menyangkal punya pacar, para koruptor yang tak pernah terjerat pasal dan rasa ngantuk yang tak pernah terpuaskan.
dan lapar lagi. inginya hidup sehat, perut tak membuncit namun tetap saja lebih memilih makan di warung padang yang menggelontorkan vetsin dan minyak jelantah ke dalam menunya.
meski sadar meringkuk di dalam selimut, memeluk guling tetap saja harus berburu-buru cuci muka lima menit, lalu menyambar tas menuju jalan raya. sayang harus balik lagi ke tempat kost karena pintu yang lupa terkunci.
wah ternyata jarak rumah dengan pabrik berbanding terbalik dengan jabatan. semakin rendah, semakin jauh rumah yang bisa terjangkau.juga semakin pagi harus berangkat dan sampai rumah paling terakhir. waktu istirahat pun lebih pendek.
namun harus tetap tersenyum, utamanya kepada para bos dan atasan, semanis mungkin. ini bukan basa yang basi, namun kebiasaan yang di sepakati bersama. menurut temanku ini agak absurd, kenapa orang lebih suka di beri senyuman daripada pelototan.
lalu, teguran, say hello di ym menanyakan apakah kau baik-baik saja hari ini? ngobrol tentang film ayat-ayat cinta yang laris karena penasaran ingin membandingkan dengan novelnya, sambil membuat revisi laporan mingguan untuk yang kedua kali.
selebihnya, kembali sendiri.


