hidup yang singkat, mari kita rayakan
dailyMarch 31, 2008 2:55 pm

dua hari ini, teman-teman sibuk bergerombol di ruang miting besar. mereka sedang membahas pengisian formulir pajak. aku sejak awal tak acuh. meski pajak penghasilan itu di bayar oleh pabrik.

entah apa resikonya tak memiliki nomor pokok wajib pajak. aku tak tahu dan tak mau tahu. biarlah toh aku pikir pajak itu hanya untuk orang-orang yang punya duit. dan aku tak pernah bercita-cita punya duit banyak.

konon duit hanya menjadikan kita sebagai satpam yang 24 jam harus menjaganya. keinginanku sederhana, bisa melakukan apa yang aku ingini. itu saja sudah lebih dari cukup. sangat sederhana bukan?

rupanya teman-temanku itu warga negara yang baik banget. nyaris satu jam mereka mendengarkan ceramah pak pajak dengan takzim, tanpa ditemani makanan super ringan pun. kali ini, penjelasannya tentang pajak penghasilan yang besarannya 5 sampai entah berapa persen.

terharu saya melihat ketaatan wajib pajak yang dengan khusuk mengikuti acara. rela pulang lebih malam  dengan kompensasi entah apa. jadi warga negara pembayar terbaik kelak?

aku akan memilih menjadi warga negara terburuk saja.  emangnya bisa?  bisa saja. apa susahnya.  ngga malu? malu apa? tak membayar pajak memang cukup buruk tapi tak perlu lah sampai malu.

ironis. di sana, para pejabat sibuk korupsi. di pabrik-pabrik kecil, buruhnya sibuk belajar mengisi form pajak dengan benar.

aku jadi teringat ketika bertamu ke tempat teman yang berumah di pamulang, reni jaya tepatnya. rumah dia dan deretan di samping kiri kanannya minimalis. artinya belum ada renovasi, masih asli dari pengembang. di depannya ada satu rumah yang kontras, bertingkat dan bagus.

saya langsung tanya, itu tetanggamu kerja di pajak ya? iya jawabnya.

dailyMarch 28, 2008 5:15 pm

kapok datang ke pabrik kepagian, waktu makan siang terasa lebih lama. ke kantin duluan sendirian, tentu pilihan para asosial yang nyaman. dan tentu saja aku bukan salah satu anggota genk itu.

baiklah, aku panjangkan leher terus memutar kepala ke lima arah mata angin, karena aku menghadap tembok. melihat, mengamati dan memperhatikan meja-meja milik ibu-ibu muda.

celaka, pagi ini tak ada satu pun yang membawa bekal makanan.

ngeliat huruf-huruf di dokumen mirip rayap berkerumun, pengen muntah saja. untung bisa pesan kopi pahit di pantri,meski kadang-kadang airnya setengah mendidih saja sehingga butir-butir kopi ada yang sempat mampir di bibir.

menyapa teman-teman yang online secara serentak pun hanya satu yang merespon. mengatakan sedang menyiapkan bahan untuk miting sepuluh menit lagi. meraba kalender, tanggal merah 1 mei masih lama.

blogwalking setengah hati, menelepon teman-teman yang masih gagap mendengar frasa onlie, dan makan siang itu datang juga. lapar, mengharuskan sekali telan hanya perlu empat kunyahan. terasa tiba-tiba perut kenyang. dan saat terindah itu datang, ngantuk.

bobo siang tak memungkinkan karena waktu istirahat hanya satu jam. beberapa cara menyiasatinya pastinya bukan ke ruang merokok atau minum kopi, sudah tak mempan lagi. apakah driblling atau skipping di sela-sela sekat meja salah solusi? 

tolong sampaikan kalau punya cara untuk menyiasati.

bukuMarch 25, 2008 10:01 am

novel yang kaya detail, namun tak terjebak pada paragraf bertele-tele yang membosankan. penulisnya, anchee min, melakukan riset, menyusup ke kota terlarang dan ia berhasil menyelundupkan data-data tentang maharani, tokoh novel ini.

anggrek, perempuan desa pembuat sepatu yang punya ambisi. melalui pengumuman "seleksi pendamping kaisar" ia memulai langkahnya. kaisar hsien feng saat ini memerlukan 7 permaisuri dan 3000 selir.

artinya setiap selir akan mendapat jatah kira-kira 9 tahun sekali. itu andai tiap malam sang kaisar mampu menyambangi kamar selirnya secara bergantian. (kenapa tak orgy, tidak dikisahkan di novel ini).

anggrek mulai gelisah. telah berbulan-bulan tak ada panggilan menghadap kaisar. ritual hariannya berdandan dan di layani. setiap makan tersedia 99 macam menu yang di hidangkan pelayan. namun pelayan yang banyak itu masing-masing hanya mendapat 3 kerat ubi per harinya.

setiap gerak dari bangun tidur sampai tidur lagi harus sesuai aturan istana. bahkan ia harus belajar bagaimana buang air besar secara anggun.

tentu saja, setiap selir mempunyai intrik, tips dan metode yang berbeda untuk menjadi isteri kesayangan kaisar. targetnya ia tak hanya menjadi selir tapi permaisuri. beruntung ia punya kasim (pembantu laki-laki) yang setia, an te hai. ia memasok semua informasi tentang kaisar dan rahasia istana.

salah ucap, salah gerak beruntung hanya mendapat hukuman mati. tak dibiarkan hidup dengan tangan atau kaku sepotong. atau bahkan tak punya lidah

namun ini tidak gratis. anggrek harus membayar mahal. dengan uang banyak an te hai berharap mempunyai tabungan yang kelak ia bisa mencari dan menebus penisnya yang dipotong dan di simpan dalam sebuah toples.

keduanya bersepakat bahu membahu untuk menapaki impiannya masing-masing. karena andai sampai kaisar tak mau menyetubuhinya, para selir itu akan menjadi penghuni istana sampai mati dengan terus membuat ukiran pada kulit labu kering. 

apa saja yang di lakukan anggrek untuk sampai ke puncak sebagai maharani dan berhasilkah an te hai menemukan potongan penisnya? petualangan keduanya  di era dinasti ching abad 19 itu di kisahkah anche min sangat baik.
 
data buku:
judul: empress orchid
penulis : anchee min
penerbit: hikmah
jumlah halaman: 595 
 

dailyMarch 24, 2008 4:25 pm

bepergian tetap menjadi pilihan menarik sebagian besar penghuni kota ini di hari libur panjang kemarin. tampak dari begitu banyaknya saya memencet tuts menerima panggilan.

ceria mereka bercerita. merasa menjadi pemenang setelah mengalahkan kepenatan kerja yang brutal. tak penting tempat tujuan, ke pulau seucang, ujung kulon atau ke kaimana. yang lebih penting adalah perjalanan itu sendiri.

sehingga kelak tidak akan tiba-tiba merasa tua dan tak pernah kemana-mana. dengan melakukan perjalanan kita lebih bisa menerima ketuaan dengan rela. telah begitu banyak kampung dan kota di jelajahi. memuaskan keinginan terdalam yang entah kapan habisnya.

salah satu teman ketika sampai di ponorogo menemukan perkampungan yang seluruh warganya menjual sate ayam. uniknya semua memakai nama belakang ‘sobikun’.  slamet sobikun, nandar sobikun. namun yang paling rame warung milik tukri sobikun.

sebagian memilih pulang kampung. di kota yang cukup sombong ini, mereka merasa tak punya ikatan. tak ada /belum ada kerabat keluarga yang meninggal dan di kubur disini.  bahkan ada saja yang memaksakan diri.

"kerja itu tak ada habisnya mas. kalau senang itu kan gak  bisa di tunda", katanya.

entah kenapa pertemuan selalu lebih menarik. tertawa mereka menyambutnya. bercengkerama, bercanda dan membincangkan masa lalu yang tak terlupakan.

namun hanya sebentar. hari ini, semua kembali ke kebiasaan harian. bersetebuh dengan kota yang diam-diam tak di harapkan namun tak bisa benar-benar di tinggalkan. 

 

dailyMarch 22, 2008 8:35 am

tepat pukul 19:00, tiket  kursi nomor 18 baris a aku sodorkan ke mbaknya yang berkain panjang hitam di depan pintu masuk 21 blok m plasa. di belakangku masih berjubel penononton lain. nenek  berjilbab, tentara tni berseragam lengkap dan anak-anak muda berpasangan.

saya harus  sabar menunggu selama 22 hari untuk bisa nonton setelah sebelumnya datang 3 kali dengan sambutan plakat dari kertas yang menerakan kalimat  "tiket pertunjukan hari ini sudah habis".  

kesuksesan film ayat-ayat cinta yang sanggup menyeret masyarakat datang ke bioskop karena strategi tim marketing comuncationya yang ciamik. akting tak hanya dilakukan oleh para aktor dan aktrisnya, tapi semua komponen film termasuk sutradara dan tim publicistnya.

sejak awal, md entertainment, produsernya menghembuskan ke media, lokasi shooting film dilakukan di sungai nil dab gurun pasir di mesir. calon penonton berharap film ini akan eksotis dan indah. setidaknya orang yang belum pernah ke mesir akan agak tahu sedikit budaya dan keadaan alam di sana.

pihak md picture sukses mencipta genre yang belum ada sebelumnya: film islami.  untuk meyakinkan, mereka menggandeng organisasi keagamaan besar negeri ini. untuk mendapatkan legitimasi. masyarakat tersihir dan secara brutal meyakini tanpa perlu mempertanyakan.

jadwal penayangan  perdananya rencananya bulan desember tahun lalu. Dan terus mundur, mundur lagi hingga realisasnyaa baru tanggal 28 februari.  waktu tiga bulan rasanya cukup untuk memeram kepenasaran masyarakat yang semakin melua-luap. Mereka terus  membincangkannya.  Apalagi pembaca novelnya.

sutradaranya, hanung bramantyo mestinya mendapat bayaran dobel, selain sutradara ia  juga dengan simpatik mengabarkan ke publik, sejak lama ingin membuat film islami untuk memenuhi janji suci kepada ibundanya.

di blognya ia juga berkeluh kesah, menuliskan susahnya mengurus proses pasca produksi. harus bolak-balik ke bangkok, berurusan dengan imigrasi dan  pihak bandara (bea cukai)  yang melarang membawa copy film dalam jumlah banyak. Kecuali melalaui cargo.  Hanung harus berkejaran dengan waktu tayang perdana.

dengan usaha susah payah itu,  filmya yang belum di edit sudah beredar di internet. beberapa blogger  bisa mendownlod gratis.  kabar ini sanggup mengharu biru masyarakat yang lalu mendukung hanung habis-habisan dengan berangkat ke gedung bioskop. Saya salah banyaknya.

md tahu benar siapa yang menjadi sasarannya. dan mereka melakukannya secara all out, sanggup mendesakkan image, mereka itu benar-benar kelompok islami yang layak menjadi panutan dengan ber"syukron-syukron" dalam mengomentari sebuah postingan.

untuk lebih meng"klimaks" kan kepopuleran itu rencayanya md akan memproduksi ayat-ayat cinta extended version. masih ada yang bisa di lakukan: membuat ayat-ayat cinta "the sinetron", ayat-ayat cinta "the komik" atau bahkan ayat-ayat cinta "the hentai.