film petualangan dahsyat yang menyeretku ingin mengikuti jejaknya.
chris (23) setelah lulus dari emory university memutuskan pergi. meninggalkan keluarganya yang dianggapnya hidup dalam kebohongan penuh basa basi, judgement, persepsi dan seterusnya.
tanpa pamit, ia pergi. di suatu tempat, ia meninggalkan semuanya. satu persatu simbol-simbol peradaban modern ia lolosi. ia menghancurkan kartu atm, kartu kredit, membuang telepon. uang sakunya yang 240000 US dollar ia sumbangkan.
ia hanya membawa peralatan seadanya dan buku. salah satunya buku tentang flora dan fauna lokal.
ia menghilangkan diri. agar tak terlacak orang tuanya, ia mengubah namanya menjadi alexander. tujuannya perjalanannya ke alaska. caranya dengan mengacungkan jempol kanan di pinggir jalan kepada setiap pengendara.
lalu ia memutuskan melewati jalur sungai. terpaksa ia main petak umpet, menghindari polisi sungai yang patroli karena tak mengantongi surat ijin. di sebuah kelokan ia menemukan sepasang pasangan sedang istirahat. ( hi hi gila ya ceweknya telanjang dada cuek abis, close up lagi).
petualangan itu membentuk pribadi chris yang unik. ia menolak berkarier yang menurutnya produk abad 20. menolak hidup di masyarakat yang menyetujui keserakahan bersama.
setelah mengalami kesulitan, ia menyimpulkan: ia akan menemukan kebahagiaanya tinggal di kampung yang terpencil, membantu orang-orang yang tak pernah menerima.
selebihnya, membaca novel, mendengarkan musik dan menikmati alam. sanggupkah ia?
film ini berdasar biografi Christopher McCandless. dan lebih dulu terbit sebagai novel di tulis oleh Jon Krakauer dengan judul yang sama. ( punyaku belum aku baca ilang, tertinggal di atas tempat sampah ketika sedang membetulkan tali sepatu yang lepas)
mendapatkan 2 nominasi oscar, mendapatkan 7 award dan 28 nominasi penghargaan lain.



weh, njaluk. ketoke apik kuwi…
Comment by bangsari — February 26, 2008 @ 1:40 pm
njajal komen
Comment by bangsari — February 26, 2008 @ 1:40 pm
ketoke kok apik yo. njaluk copyne…
Comment by bangsari — February 26, 2008 @ 1:41 pm
njaluk kopi kok sambil ngetes komen
Comment by Hedi — February 26, 2008 @ 2:19 pm
@ipoul: wah.juragan BMW dan apartemen kok njaluk..wah..jan sin-ngisini tak iye..
Comment by pitik — February 26, 2008 @ 2:36 pm
smpyn kok rajin men toh mas?? nonton film, trus nulis ceritanya, begitu jg dengan buku. apa rahasianya rajin nulis gitu?
Comment by pinkina — February 26, 2008 @ 2:40 pm
saya mau kayak mas chris itu, tapi buntut-ku piye..Ah..mulih-mulih, eling-eling. Sing realistis ae lah!
Comment by matahati — February 26, 2008 @ 4:16 pm
wah tq udah rekomen film/buku ini..
lg bingung mo ngapain weekend ini…
Comment by elly.s — February 26, 2008 @ 4:22 pm
sudah banyak yang bilang film ini bagus..
dipertegas dengan pencapaiannya di oscar tahun ini..
tapi saya belum juga ntn..
hiks
Comment by tehaha — February 26, 2008 @ 5:20 pm
... modernitas itu pun, pada waktunya, akan sampai pada sebuah jalan buntu, ya Pak.
sok bisa menangkap pesan
Comment by Toga — February 27, 2008 @ 3:21 am
ane durung iso ngono kuwi, saiki isih nikmati urip nang dunia sing ngeneki dhisik
Comment by nurussadad — February 27, 2008 @ 9:08 am
mungkin nanti ada versi indonesianya, dengan zen sebagai tokoh utama. tertarik untuk menuliskannya, maS? lirik2 cari zen
Comment by dewi — February 27, 2008 @ 9:54 am
into the wild…..into the wild…..*lagi ngapalin judulnya buat nyari filmnya*
Comment by jeng endang — February 27, 2008 @ 3:40 pm
Soko Darwin trus nyambut gawe nang Jakarta iku jenenge yo “into the wild” lho…
Comment by Dony — February 27, 2008 @ 8:32 pm
wah, bagus nih kayaknya…
bakal aku tonton langsung di bioskop
Comment by mitra w — February 28, 2008 @ 11:28 pm
saya sangat tertarik untuk megikuti gaya hidupnya Christ, sangat natural dan memang begitulah seharusnya kita hidup. Kekurangan dalam kehidupan Christ ialah kurangnya kebersamaan dengan manusia. Ya, coba saja hidup kaya orang Amish pasti menarik
Comment by Buyung — April 28, 2008 @ 10:35 am
kayaknya siip pelm iki mas….donlote nandi iki mas?ternyata ada juga pelaku suhud di amerika..
Comment by mex — June 20, 2009 @ 11:27 pm