jangan nonton film jumper. lebih baik nonton film kartun doraemon di tipi yang dubbingnya "unik" itu. karena film yang salah satu pemainnya samuel l jakson itu tak menjelaskan apa-apa.
tiba-tiba, david yang terperosok di bawah sungai yang airnya mensalju mempunyai kekuatan seperti tuhan. bebas berloncatan dari satu kampung ke benua lain dalam sekejab sesuai kehendaknya. bedanya dengan film horor indonesia, david tak perlu merapal mantra.
saat itu david umurnya 15 tahun. dia lalu menjadi orang yang paling banyak menyimpan berkarung-karung uang cash yang di ambil dari bank. polisi, fbi bingung memikirkan bagaimana rampok bisa masuk.
david menjadi sasaran perburuan ladin, pemburu jumper. berkelitlah david ke roma, mesir, china dan kutub yang selalu di ketahui si ladin. ya hanya begitu, ke roma diburu meloncat, sim salabim pindah ke china dan seterusnya dengan permainan efek yang kasar.
di bumbui kisah cinta yang datar, dan pertemuan dengan ibunya yang meninggalkannya sewaktu berumur 5 tahun. film yang tak tak lucu, tak romantis, dan tak meneror.
niat nonton memang sebenarnya tak ada, tak merencanakan sama sekali. hanya untuk membunuh waktu selama dua jam. dalam perjalanan, bunyi tit tit tit mengabarkan, teman yang sepakat mau nonton bareng itu membatalkan.
sampai di depan loket, busyet antrian berjejalan. daripada harus nonton mendongak, saya memilih kursi yang dihimpit dua pasangan. sebelah kiri saya, pasangan elegan, anggun. saya hanya sesekali mendengar keletikan brondong jagung yang dikunyahnya pelan.
pasangan sebelah kanan mengingatkanku saat nonton layar tancap di lapangan. "lho kok langusung ke situ…, ayo cepetan lari…., …entar ceweknya pasti ngamuk deh". kata-kata itu terdengar sangat jelas. busyet…
kalau boleh memilih, saya lebih baik menahan kencing selama 90 menit itu.


